The Hunter

The Hunter
27. Apartemen Baru


__ADS_3

Keesokan harinya Deon melihat Kathrina keluar dari kamarnya. "Kak, apa tadi malam kamu tidak tidur di kamar." Kata Kathrina melihat Deon.


"Tidak, tadi malam aku tidur di kamar bersamamu." Kata Deon berbohong.


"Kathrina bangunkan Clara." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian mengentuk pintu. "Clara bangun." Melihat tidak ada jawaban dari Clara. Kathrina kemudian membuka pintu kamar Clara.


"Ahhhhh." Kathrina tiba-tiba berteriak.


"Mengapa kamu berteriak." Kata Deon berjalan ke arah kamar Clara.


Saat masuk ke dalam kamar, Deon terkejut melihat Clara yang gantung diri. Deon membuka smartphonenya kemudian menghubungi polisi.


"Aku tidak menyangka Clara akan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri." Gumam Deon melihat Clara yang gantung diri.


Beberapa menit kemudian Deon melihat polisi masuk ke dalam apartemennya. "Kami akan mengautopsi jenazah adik anda." Kata polisi melihat Deon.


"Baik." Deon mengangguk. "Hiks, hiks. Kak mengapa Clara bunuh diri." Kathrina menangis di pelukan Deon.


"Aku juga tidak tahu mengapa Clara bunuh diri." Jawab Deon.


"Deon." Deon melihat Freya dan Agnes masuk ke dalam apartemennya. "Aku mendengar adikmu Clara bunuh diri." Kata Freya melihat Deon.


"Benar, Clara bunuh diri." Deon mengangguk.


"Mengapa dia harus bunuh diri." Kata Freya memegang kepalanya.


Keesokan harinya Deon berada di rumah sakit. "Kami sudah mengautopsi jenazah adik anda Clara. Dari hasil autopsi Clara adik anda murni bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik di tubuhnya." Kata polisi melihat Deon.


"Kami menemukan catatan ini di saku celana adikmu." Kata Polisi memberikan sebuah kertas kepada Deon.


"Aku harap kamu tidak mengikuti jejak adikmu untuk bunuh diri." Polisi menepuk bahu Deon kemudian berjalan pergi.


Melihat polisi telah pergi, Deon kemudian memberikan kertas kepada Kathrina. "Bacalah."


"Baik." Kathrina mengangguk kemudian membaca tulisan di kertas.


"Kak Deon, jika kamu membaca surat ini. Maka Clara sudah pergi." "Clara." Kathrina menangis saat membaca pesan dari Clara.


"Kak Deon, aku harap kamu bisa menyayangi Kathrina seperti kamu menyayangi Clara dan ibu." Kathrina menangis saat membaca pesan.


"Dok, aku ingin melihat jenazah adikku." Kata Deon melihat dokter pria.


"Ikuti saya." Kata dokter pria.


Deon dan Kathrina kemudian mengikuti dokter pria ke kamar jenazah. Deon masuk ke dalam kamar jenazah dan melihat jenazah adiknya. "Clara." Kathrina menangis melihat jenazah Clara.


Deon memegang badan Clara dan berkata. "Aktifkan skill Confession Of The Dead." Deon kemudian mengingat ingatan Clara dalam waktu 24 jam terakhir.


"Kak Deon maafkan Clara karena meninggalkanmu. Clara tidak bisa hidup tanpa ibu." Clara menangis kemudian menggantung dirinya.


"Sigh." Deon menghela nafas saat melihat ingatan Clara. "Aku akan menguburkan Jenazah adikku." Kata Deon melihat dokter pria.


"Baik." Dokter pria mengangguk.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Deon berada di pemakaman bersama Kathrina, Gisella, Freya dan Agnes. "Deon, kamu harus kuat." Gisella menangis melihat Deon. Gisella tidak menyangka Clara akan bunuh diri setelah di tinggalkan ibunya.


"Kamu tidak perlu khawatir Gisella. Aku tidak lemah seperti Clara." Kata Deon melihat batu nisan Clara.


"Kathrina ayo pergi." Kata Deon melihat Kathrina. "Hiks. Hiks. Baik kak." Kathrina mengangguk.


Beberapa menit kemudian Deon telah kembali ke apartemennya. "Kathrina, ayo kita pindah dari apartemen ini." Kata Deon melihat foto dirinya bersama Clara dan ibunya.


"Baik kak. Aku akan mengikuti perkataan kak Deon." Kathrina mengangguk.


Keesokan harinya Deon sedang berada di sebuah ruangan bersama Kathrina dan seorang pria gemuk. "Berapa harga sewa apartemen ini selama 1 bulan." Kata Deon melihat pria gemuk.


"Harga sewa apartemen selama 1 bulan adalah 30 juta." Kata pria gemuk melihat Deon.


"Begitu mahal." Kathrina terkejut mendengar harga sewa apartemen selama 1 bulan.


"Aku akan mentransfer 30 juta ke rekeningmu." Kata Deon melihat pria gemuk.


"Baik." Pria gemuk mengangguk kemudian memberikan nomor rekeningnya kepada Deon.


"Aku sudah mengirimkan 30 juta ke rekeningmu." Kata Deon melihat pria gemuk.


"Jika kamu butuh sesuatu hubungi saja aku." Kata pria gemuk melihat Deon.


"Baik." Kata Deon. Pria gemuk berdiri kemudian keluar dari ruangan.


"Kathrina bagaimana pendapatmu tentang apartemen ini." Kata Deon melihat Kathrina.


"Apartemen ini jauh lebih bagus dari pada apartemen yang kita tempati sebelumnya." Kata Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. "Kak, aku suka dengan kamar yang ini." Kata Kathrina melihat Deon.


"Mulai sekarang itu kamarmu." Kata Deon.


"Terimakasih kak." Kathrina tersenyum.


"Kathrina, ayo kita cari makan." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Kathrina kemudian keluar dari apartemen. "Brroom." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Kathrina menaiki motor dan memeluknya, Deon kemudian mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di sebuah restoran. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam restoran. "Selamat datang, apa yang ingin anda pesan." Deon melihat pelayan restoran menyambutnya.


"Kathrina apa kamu suka salmon." Tanya Deon melihat menu makanan.


"Aku suka salmon kak." Kathrina mengangguk.


"Aku pesan 2 salmon dan 2 teh hijau." Kata Deon melihat pelayan restoran.


"Baik, silakan duduk. Kami akan membuatkan pesanan anda." Kata pelayan restoran. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi kosong.


Beberapa menit kemudian Deon melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.

__ADS_1


"Jangan terburu-buru jika makan." Kata Deon mengusap saus di bibir Kathrina.


"Baik kak." Kathrina tersipu malu saat Deon mengusap saus di bibirnya.


Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Permisi, ini billnya." Pelayan restoran memberikan tagihan kepada Deon.


"2 Juta." Kathrina terkejut melihat total tagihan makanannya.


"Kathrina ayo kita pulang." Kata Deon setelah membayar makanannya.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Kathrina kemudian keluar dari restoran. "Brroom." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Kathrina menaiki motor dan memeluknya, Deon kemudian mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di apartemen barunya. "Kak." Kata Kathrina melihat Deon.


"Apa." Deon melihat Kathrina.


"Bolehkah aku tidur bersama kakak." Kata Kathrina dengan malu.


"Tidak masalah." Kata Deon.


"Kathrina tersenyum mendengar jawaban Deon.


"Ayo masuk ke kamar." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam kamar.


"Kak." Kata Kathrina melihat Deon.


"Apa." Tanya Deon melihat Kathrina.


"Tolong jangan tinggalkan Kathrina." Kata Kathrina memeluk Deon.


"Saat ini hanya kak Deon keluarga yang Kathrina miliki." Kata Kathrina meneteskan air mata.


"Kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Kata Deon menghapus air mata Kathrina.


Kathrina dan Deon saling melihat kemudian mulai berciuman. "Emmm." Kathrina memejamkan matanya saat Deon mencium bibirnya.


"Sial, aku tidak bisa mengendalikan diriku." Gumam Deon melihat Kathrina. Kathrina tersipu malu melihat dirinya dan Deon baru saja berciuman.


"Kak, bisakah kamu menciumku lagi." kata Kathrina dengan malu.


"Kathrina, apa kamu yakin dengan yang kamu katakan. Setelah kita berciuman lagi. Mungkin aku tidak bisa mengendalikan diriku." Kata Deon melihat Kathrina.


"Iya. Kathrina justru bahagia jika melakukannya bersama kak Deon." Jawab Kathrina dengan malu.


"Kathrina aku menyukaimu." Kata Deon mencium bibir Kathrina.


"Aku juga menyukaimu kak." Kathrina memejamkan matanya saat Deon mencium bibirnya.


"Kathrina, aku akan melepas pakaianmu." Kata Deon. "Emmm." Kathrina mengangguk dengan malu.


Deon kemudian melepas pakaian Kathrina. "Kathrina kamu mempunyai dada yang indah." Kata Deon melihat dada bulat Kathrina dan putingnya yang bewarna pink. Kathrina tersipu malu saat Deon memujinya dadanya.

__ADS_1


Deon meremas dada Kathrina kemudian menjilati ****** kathrina. "Ahhhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati putingnya.


__ADS_2