The Hunter

The Hunter
33. Melawan Patung


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Deon melihat pesanan makanannya datang. "Kathrina ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kahrina kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Ayo kita pulang." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari restoran.


"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. Deon menarik gas dan mengendarai motor scooternya.


Beberapa menit kemudian, Deon sampai di apartemennya. Deon duduk di kursi dan berkata. "Open status window." Status window kemudian muncul di depan Deon.


Nama : Deon


Usia : 25 tahun


Ras : Manusia


Class : Necromancer


Level : 68


Health : 75


Strength : 75


Agility : 70


Stamina : 50/70


Mana : 255/265


Poin : 5


"Kurang 2 level lagi, aku akan level 70 dan mendapatkan skill baru." Kata Deon melihat statusnya.


"Aku akan menambahkan 5 Poin di Mana." Kata Deon meningkatkan Mananya. "Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.


"Apa anda tertarik untuk berpatisipasi ke dalam game. Ya/Tidak." Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Mengapa masih bertanya. Aku pasti akan berpatisipasi ke dalam game." Kata Deon kemudian menekan Ya. Setelah menekan Ya. Deon kemudian tertidur di kursi.


Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di dalam kastil. "Apa sekarang aku hanya seorang diri." Kata Deon melihat tidak ada siapa-siapa di dalam kastil kecuali dirinya sendiri.


"Quest Bertahan hidup. Bunuh semua patung. Reward 70 poin." "Patung." Deon bingung melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Booom." "Booom." Deon melihat puluhan patung prajurit setinggi 4 meter berjalan ke arahnya. "Jadi ini patung yang di maksud." Kata Deon melihat puluhan patung prajurit.


"Bangkit." Kata Deon kemudian 5 arwah Orc 5 arwah banteng dan 15 arwah gajah muncul di depan Deon.


"Hancurkan semua patung itu." Kata Deon memberi perintah. "Rooaarr." "Moookk." Prajurit arwah Deon kemudian menyerang puluhan patung.


"Moookk." Arwah gajah menyerang patung. "Bruaakk." Patung hancur setelah terkena serangan arwah gajah.


Deon melihat patung yang hancur dan berkata. "Bangkit." "Sepertinya aku tidak bisa membangkitkan patung yang telah hancur." Kata Deon melihat tidak ada notifikasi yang muncul di depannya.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat prajurit arwahnya sedang bertarung dengan puluhan patung. "Saat ini aku hanya mempunyai 15 arwah. Sementara patung-patung terus berdatangan tanpa henti." Kata Deon melihat patung-patung yang berdatangan.


"Quest kali ini sungguh tidak menguntungkanku." Kata Deon dengan ekspresi serius.


"Arwah telah kembali ke kematian abadi." "Sepertinya aku harus ikut bertarung. Atau semua prajurit arwahku akan mati." Kata Deon melihat prajurit arwahnya yang di bunuh oleh patung.

__ADS_1


"Bone armor." Kata Deon kemudian armor tulang menyelimuti tubuhnya.


"Shadow stealth." Kata Deon kemudian tubuhnya menjadi bayangan. "Wuuzzz." Deon kemudian melesat ke arah patung.


Deon melompat kemudian memukul wajah patung. "Booomm." Kepala patung hancur setelah terkena pukulan Deon.


"Wuuzzz." Deon melesat ke arah patung lain kemudian meninu wajahnya. "Booomm." Kepala patung lainnya hancur setelah terkena pukulan Deon.


2 Jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang bertarung dengan puluhan patung. "Mati." Teriak Deon kemudian memukul wajah patung. "Booom." Kepala patung hancur setelah terkena pukulan Deon.


"Sial, patung-patung ini tidak ada habisnya." Kata Deon dengan ekspresi buruk.


"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.


"Berengsek, prajurit arwahku mati lagi. Sekarang aku hanya memiliki 5 arwah." Kata Deon melihat 5 arwah gajah yang bertarung melawan puluhan patung.


"Wuusshh." Deon melihat patung menyerangnya. "Shadow stealth." Deon menjadi bayangan kemudian menghindari serangan patung.


"Wuusshh." Deon melompat kemudian meninju wajah patung. "Booom." Kepala patung hancur setelah terkena pukulan Deon.


1 Jam kemudian Deon sedang berdiri di tengah tumpukan patung yang hancur. "Sekarang hanya tersisa 1 patung." Kata Deon melihat satu patung yang bergerak menuju arahnya.


"Wuusshh." Deon melompat ke arah patung kemudian kemudian meninju kepalanya. "Booom." Kepala patung hancur setelah terkena pukulan Deon.


"Quest Selesai." "Anda mendapatkan 70 Poin." Notifikasi muncul di depan Deon.


"Akhirnya selesai juga." Deon menghela nafas dan berbaring di tanah. Deon merasakan matanya menjadi berat dan perlahan tertidur.


Saat membuka matanya Deon melihat dirinya berada di ruang tamu. "Ahh, kamu sudah bangun kak." Kathrina melihat Deon yang terbangun.


"Berapa lama aku tertidur." Tanya Deon. "Kak Deon tertidur 4 jam lewat." Jawab Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon kemudian masuk ke dalam kamar mandi. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.


Nama : Deon


Usia : 25 tahun


Ras : Manusia


Class : Necromancer


Level : 68


Health : 75


Strength : 75


Agility : 70


Stamina : 60/70


Mana : 260/270


Poin : 70


"Aku beruntung meningkatkan statusku secara merata. Jika aku hanya berfokus meningkatkan Mana. Aku akan gagal saat Quest bertarung melawan ratusan patung." Kata Deon mengingat semua arwahnya yang mati karena bertarung melawan ratusan patung.


Deon melihat statusnya dan berkata. "Aku akan menambahkan 5 Poin di Health, 5 Poin di Strength, 10 Poin di Agilty, 10 Poin di Stamina dan 40 Poin di Mana."

__ADS_1


"Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.


Keesokan harinya Deon sedang berada di apartemennya. "Aku akan ke rumahmu." Kata Deon mengirim pesan kepada Gisella.


"Ting." Deon melihat Gisella membalas pesannya. "Baik, aku akan menunggumu." Deon membaca pesan.


Deon keluar dari apartemennya kemudian berjalan ke tempat parkir apartemen. "Broom. Deon menghidupkan motor scooternya. "Broom." Deon menarik gas kemudian mengendarai motornya.


30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Deon." Gisella tersenyum saat melihat Deon.


"Kita akan pergi kemana." Tanya Deon.


"Deon, apa kamu suka menyanyi." Tanya Gisella. "Saat masih sekolah, aku suka menyanyi." Jawab Deon.


"Deon, ayo kita pergi ke tempat karaoke." Kata Gisella.


"Baik, ayo kita pergi ke tempat karaoke." Deon mengangguk kemudian menaiki motornya. Melihat Gisella naik ke motornya, Deon kemudian mengendarai motornya.


30 Menit kemudian Deon dan Gisella sampai di tempat karaoke. "Kami pesan 1 room selama 1 jam." Kata Deon melihat seorang pria berusia 30an.


"Baik, silakan ikuti saya." Kata pria. Deon dan Gisella kemudian mengikuti pria.


"Ini ruangan anda." Kata pria membuka sebuah pintu.


"Ini tip untukmu." Kata Deon memberikan uang 100 ribu kepada pria.


"Terimakasih." Pria tersenyum melihat Deon memberinya uang. Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam ruangan bersama Gisella.


"Deon, pilih lagu yang ingin kamu nyanyikan." Kata Gisella.


Deon kemudian memilih lagu Coldplay Paradise. "When she wast just a girl, she expected the world." Deon kemudian mulai beryanyi. Gisella terkejut saat mendengar suara Deon.


"Para para Paradise." Deon kemudian selesai beryanyi.


"Deon, apa kamu dulunya seorang vokalis sebelum menjadi hunter. Suaramu sangat bagus." Kata Gisella.


"Tidak, dulu waktu sekolah aku hanya sering beryanyi di kelas." Deon tersenyum.


"Baiklah, sekarang giliranku beryanyi. Setelah itu kita berdua akan beryanyi bersama." Gisella tersenyum.


"Iya." Deon tersenyum.


Gisella kemudian memilih lagu Blackpink How You Like That.


"Dashi kamkamhan igose light up the sky. Ni due nuneul bomyeo I kiss you goodbye." Gisella mulai beryanyi."


"Sial, aku tidak mengeri Bahasa korea." Gumam Deon mendengar Gisella beryanyi.


"How You like that." Gisella kemudian selesai beryanyi.


"Deon, bagaimana suaraku." Gisella tersenyum. "Suaramu sungguh merdu. Tapi sayang aku tidak mengeri Bahasa korea." Kata Deon.


"Tidak masalah, meski kamu tidak mengerti Bahasa korea." Gisella tersenyum.


"Deon, ayo kita beryanyi bersama." Kata Gisella memilih lagu Coldplay Yellow.


"Baik." Deon mengangguk.


"Look at the stars, Look how they shine for you." Deon beryanyi dan melihat Gisella.


"And everything you do yeah, they were all yellow." Gisella beryanyi dan melihat Deon.

__ADS_1


__ADS_2