The Hunter

The Hunter
42. Studio Tatoo


__ADS_3

"Deon, jam berapa sepupumu pulang sekolah." Tanya Gisella.


"Kathrina pulang jam 3." Jawab Deon.


"Apa kamu akan menjemput sepupumu." Tanya Gisella.


"Aku akan menjemput sepupuku." Jawab Deon. "Tidak bisakah sepupumu pulang sendiri." Tanya Gisella


"Dia tidak mau pulang sendiri." Jawab Deon. Gisella menghela nafas mendengar jawaban Deon.


"Ini pesanan anda." Deon melihat pria mengantar 2 kopi pesanannya dan Gisella.


"Ayo kita minum." Kata Deon melihat Gisella. "Eemm." Gisella mengangguk kemudian meminum Mocha pesanannya.


"Setelah ini, kita akan pergi kemana." Tanya Deon. "Ayo kita pulang." Jawab Gisella. "Oke." Kata Deon.


30 Menit Deon dan Gisella keluar dari coffee shop. "Brooomm." Deon menghidupkan motornya. Melihat Gisella menaiki motor, Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Gisella. "Deon, ayo masuk." Kata Gisella melihat Deon.


"Baik." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah Gisella.


"Aku akan membuat makanan. Jika kamu lelah, istirahatl di kamarku." Kata Gisella berjalan ke dapur. Deon masuk ke dalam kamar Gisella kemudian berbaring di kasur.


Beberapa menit kemudian Deon melihat Gisella masuk ke dalam kamar dengan membawa makanan. "Ayo kita makan." Gisella tersenyum.


"Baik." Deon tersenyum. Deon dan Gisella kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Gisella telah selesai makan. "Deon, terimakasih unuk hari ini. Kamu sudah mau menemaniku berbelanja." Gisella tersenyum.


"Tidak perlu berterimakasih. Aku bukanlah orang asing. Dan kita sudah menjadi sepasang kekasih." Deon tersenyum dan mengelus wajah Gisella. Gisella tersenyum saat mendengar kata Deon. Deon dan Gisella saling menatap kemudian mulai berciuman.


Deon membaringkan Gisella ke kasur kemudian melepas pakaiannya. Setelah melepas pakaian Gisella, Deon kemudian menjilati dada bulat Gisella. "Aahhh." Gisella mengerang saat Deon menjilati dadanya.


Setelah puas bermain dengan dada Gisella, Deon kemudian mulai menjilati pussy Gisella. "Aahh, Deon pussy kotor." Kata Gisella.


"Tubuhmu tidak ada yang kotor Gisella." Jawab Deon kemudian mencium bibir Gisella. "Eemmm." Gisella memejamkan matanya dan memeluk Deon.


Deon melebarkan kaki Gisella kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Gisella. "Aahhh." Gisella mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


1 Jam kemudian Deon dan Gisella masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon kemudian mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Gisella. "Aahhh." Badan Gisella gemetar saat cairan Deon mengalir ke dalam pussynya. Deon berbaring ke kasur kemudian mencium bibir Gisella. "Eemmm." Gisella memejamkan matanya dan memeluk Deon dengan erat.

__ADS_1


30 Menit kemudian Deon berada di luar rumah Gisella. "Aku pergi." kata Deon melihat Gisella. "Hati-hati di jalan-jalan." Gisella tersenyum dan mencium pipi Deon.


"Baik." Deon tersenyum kemudian menarik gas dan mengendarai motornya.


30 Menit Deon sampai di sekolah Kathrina. "Kak Deon." Deon melihat perempuan berkulit putih, berambut hitam pendek yang tidak lain Kathrina berjalan ke arahnya.


"Kak, apa kita akan pergi ke tempat tatoo." Tanya Kathrina.


"Benar, kita akan pergi ke tempat tatoo." Jawab Deon. Mendengar jawaban Deon, Kathrina kemudian menaiki motor. Melihat Kathrina menaiki motor, Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon berada di studio tatoo. "Ada yang bisa saya bantu." Kata pria dengan badan penuh tatoo.


"Kekasihku ingin mentatoo pantatnya." Kata Deon memeluk Kathrina. Kathrina tersipu malu saat mendengar kata Deon.


"Tatoo apa yang di inginkan kekasihmu." Tanya pria bertato. "Tatoo namaku Deon." Jawab Deon membuka smartphonenya dan menunjukan tulisan Deon.


"Ayo masuk ke ruangan." Kata pria bertatoo masuk ke dalam ruangan. Deon dan Kathrina mengikuti pria bertatoo masuk ke dalam ruangan.


"Berbaringlah di situ." Kata pria bertatoo melihat Kathrina. Kathrina kemudian berbaring di tempat tidur. Pria bertatoo memakai sarung tangan karet kemudian mulai mentatoo pantat Kathrina.


1 Jam kemudian Kathrina telah selesai di tatoo. "Aku sudah mentransfer uangnya." Kata Deon melihat pria bertatoo.


"Ayo kita pergi cari makan terlebih dulu sebelum pulang." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di sebuah restoran. "Kamu ingin makan apa." Tanya Deon kepada Kathrina.


"Terserah kak Deon." Kathrina tersenyum. "Aku pesan 2 steak dan 2 teh hijau." Kata Deon melihat pelayan restoran.


"Baik, silakan duduk. Kami akan membuat pesanan anda." Jawab pelayan restoran. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi kosong.


Beberapa menit kemudian Deon melihat pelayan restoran mengantarkan pesanannya. "Ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Ayo kita pergi." kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Kathrina keluar dari restoran. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Kathrina menaiki motor. Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian. Deon dan Kathrina telah kembali ke apartemen. "Kathrina, ayo kita mandi bersama." Kata Deon meremas pantat Kathrina.

__ADS_1


"Baik kak." Kathrina tersenyum. Deon menggendong Kathrina kemudian berjalan ke kamar mandi.


"Kak, aku ingin membasuh tubuhmu." Kata Kathrina. "Baiklah." Jawab Deon. Kathrina mengambil sabun kemudian mulai membasuh punggung Deon.


"Gunakan mulutmu untuk membersihkan penisku." Kata Deon melihat Kathrina membasuh perutnya. "Baik kak." Kathrina tersipu malu kemudian mulai menjilati milik Deon.


"Kamu semakin pandai dalam melakukan Fellatio." Kata Deon melihat Kathrina yang menjilati penisnya.


"Kamu bisa berhenti." Kata Deon melihat Kathrina. Kathrina kemudian berhenti menjilati milik Deon.


Deon membaringkan Kathrina ke lantai kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Aahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


"Kak Deon, aku mencintaimu." Kata Kathrina. "Aku juga mencintaimu." Balas Deon kemudian mencium bibir Kathrina. "Eeemm." Kathrina memejamkan matanya dan memeluk Deon dengan erat.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina sedang berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam mulut Kathrina. "Gleekk." "Gleekk." Kathrina menelan cairan Deon.


"Kathrina." Kata Deon melihat Kathrina. "Iya kak." Kathrina menatap Deon.


"Besok ayo kita pergi ke tempat piercing lagi. Kamu pasti akan semakin cantik jika nipplemu di piercing." Kata Deon meremas dada Kathrina.


"Aahh, baik kak. Ayo kita pergi ke tempat piercing. Kathrina akan menuruti apapun yang kak Deon inginkan." Jawab Kathrina.


"Kamu adalah perempuan terbaik Kathrina." Deon tersenyum kemudian mencium bibir Kathrina. "Eemm." Kathrina memejamkan matanya dan memeluk Deon.


"Ayo kita mulai ronde ke 2." Kata Deon mengelus wajah Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Aaahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


"Kak, Kathrina tidak bisa hidup tanpa kak Deon." Kata Kathrina mencium bibir Deon.


"Aku juga tidak bisa hidup tanpamu." Balas Deon kemudian mencium bibir Kathrina. "Eeemm." Kathrina memainkan lidahnya dan memeluk Deon dengan erat.


Keesokan harinya. Deon terbangun dan melihat Kathrina sedang menjilati penisnya. "Selamat pagi kak." Kathrina tersenyum melihat Deon yang bangun.


"Selamat pagi juga." Jawab Deon. "Kathrina, kamu bisa berhenti menjilati penisku. Dan cepatlah mandi, atau kamu akan terlambat sekolah." Kata Deon.


"Kak, hari ini Kathrina tidak sekolah, Bukankah kak Deon mengajak Kathrina ke tempat piercing." Kata Kathrina melihat Deon.


Deon menghela nafas saat mendengar kata Kathrina. "Baiklah, aku memberi tahu gurumu. Bahwa kamu tidak bisa sekolah." Kata Deon.


"Terimakasih kak, Kathrina sangat mencintai kak Deon." Kathrina tersenyum dan memeluk Deon dengan erat.


Deon membuka smartphonenya kemudian menghubungi guru Kathrina. "Selamat pagi, saya Deon wali murid Kathrina. Memberi tahu bahwa Kathrina tidak bisa sekolah karena sakit." Kata Deon.

__ADS_1


__ADS_2