
"Bukan cuma menghamili diriku. Deon juga menghamili sepupunya Kathrina." Kata Gisella melihat Freya.
"Apa." Freya terkejut saat mendengar kata Gisella. Freya kemudian melihat perut Kathrina yang cukup benar.
"Sigh, aku tidak menyangka kamu pria seperti ini Deon." Freya memegang kepalanya dan duduk di kursi.
"Aku pikir kamu adalah pria yang baik. Karena sejak dulu kamu tidak pernah dekat dengan seorang wanita." Kata Freya menatap Deon.
"Maafkan aku Freya. Aku telah mengecewakanmu." Kata Deon menatap Freya.
"Apa kamu akan menikahi Gisella dan Kathrina." Kata Freya melihat Deon.
"Benar, aku akan menikahi Gisella dan Kathrina." Jawab Deon.
"Jika begitu, aku berharap kalian bahagia." Freya menghela kemudian keluar dari apartemen,
"Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Freya. Apa kamu sudah puas." Kata Deon melihat Gisella.
"Aku belum puas. Selama kamu belum menikahi kami berdua." Gisella menggeleng.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku pasti akan menikahimu dan Kathrina." Balas Deon.
Keesokan harinya Deon sedang berada di apartemennya. "Tok." "Tok." Deon mendengar suara ketukan pintu.
"Kathrina lihat siapa yang mengetuk pintu." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian membuka pintu.
"Kak Gisella." Kata Kathrina melihat Gisella yang berdiri. Gisella kemudian masuk ke dalam apartemen Deon. "Mengapa bel apartemenmu tidak berbunyi." Tanya Gisella melihat Deon.
"Mungkin bel apartemenku rusak." Jawab Deon.
"Mengapa kamu membawa koper." Tanya Deon melihat koper yang di bawa Gisella.
"Mulai hari ini aku akan tinggal disini." Kata Gisella. "Eehhh." Deon terkejut mendengar kata Gisella.
"Apa kamu tidak suka jika aku tinggal di apartemenmu." Gisella melihat Deon.
"Tidak, aku suka kamu tinggal disini." Deon tersenyum.
Saat ini di tempat lain. "Wuuzzz." Sebuah gate muncul di depan supermarket. "Hei, apa kamu punya nomor asosiasi hunter." Kata seorang pemuda yang tidak lain Albert kakak Jessica.
"Aku punya." Penjaga kasir supermarket mengangguk.
"Jika begitu hubungi asosiasi hunter. Katakan pada mereka bahwa ada gate yang muncul." Kata Albert.
__ADS_1
"Baik." penjaga kasir mengangguk kemudian menghubungi asosiasi hunter.
Beberapa menit kemudian 2 anggota asosiasi hunter datang. 2 Anggota asosiasi mengambil sebuah alat kemudian memeriksa gate.
"Error." 2 anggota asosiasi hunter terkejut melihat alat error saat memeriksa gate. "Cepat hubungi ketua asosiasi." Kata salah satu anggota asosiasi dengan wajah panik.
"Baik." Anggota asosiasi lain mengangguk kemudian menghubungi ketua asosiasi.
Saat ini di tempat lain, pria paruh baya yang tidak lain James ketua asosiasi hunter sedang duduk di dalam ruangannya. "Kring." James melihat smartphonenya berbunyi.
"Ada apa." Kata James menjawab panggilan.
"Ketua, dungeon rangking S muncul di depan supermarket jalan XxX." Kata seorang pria.
"Apa!!." James terkejut mendengar kata pria. "Jangan biarkan siapapun masuk ke dalam gate. Aku akan segera menuju kesana." Kata James mengakhiri panggilan.
30 Menit kemudian James berada di depan sebuah gate. James mengambil sebuah alat kemudian memeriksa gate. "Errror." Ekspresi James menjadi buruk saat melihat alat error.
"Jangan biarkan siapapun masuk ke dalam gate." Kata James melihat 2 pria berpakaian hitam.
"Baik ketua." 2 pria berpakaian hitam mengangguk. James masuk ke dalam mobilnya kemudian mengemudikan mobilnya.
2 Jam telah berlalu. Saat ini di sebuah ruangan beberapa orang sedang berkumpul. "Dungeon ranking S muncul di jalan XxX." Kata James melihat semua orang.
"Apa!." Semua orang terkejut mendengar kata James. Mereka semua tahu monster di dalam dungeon ranking S 10x lebih kuat dari monster di dungeon ranking A.
"James, apa kamu mempunyai solusi untuk masalah ini." Tanya pria berbadan kurus.
"Kita harus meminta bantuan hunter negara lain presiden." Jawab James.
"Aku setuju dengan saran James." Kata wanita paruh baya.
"Aku juga setuju dengan pendapat James." Kata pria paruh baya berambut putih.
"Baiklah, jika begitu kita akan meminta bantuan hunter negara lain." Kata pria paruh baya yang di panggil Presiden.
"Baik presiden." Jawab semua orang di dalam ruangan.
Keesokan harinya, di sebuah ruangan James sedang berkumpul bersama beberapa orang. "Presiden, saya mempunyai kabar buruk. Tidak ada satu pun negara tetangga yang bersedia membantu negara kita. Semua negara tetangga menolak untuk mengirimkan hunter ranking S mereka." Kata James.
Ekspresi semua orang menjadi buruk saat mendengar kata James. "Jika begitu, kita hanya bisa berharap pada hunter Deon dan yang lain." Kata pria paruh baya berbadan kurus yang di panggil Presiden.
Saat ini Deon sedang membaca berita di google. "Dungeon ranking S muncul di jalan XxX." Kata Deon membaca berita.
"Di dalam cerita pemerintah Indonesia meminta bantuan hunter negara lain. Tapi tidak ada satupun hunter dari negara lain yang mau membantu negara Indonesia." Kata Deon.
__ADS_1
"Di dalam cerita, semua hunter ranking S dan rangking A yang masuk ke dalam dungeon semuanya terbunuh." Gumam Deon.
"Sebelum dungeon break terjadi, Zion masuk ke dungeon ranking s seorang diri dan menyelesaikan dungeon rank s seorang diri." Gumam Deon.
"Setelah menyelesaikan dungeon ranking S, Zion di anggap pahlawan oleh semua orang dan cerita tamat." Gumam Deon.
"Ting." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat pesan dari James ketua asosiasi hunter.
"Hunter Deon, besok datanglah ke markas asosiasi. Aku ingin bertemu denganmu." Deon membaca pesan.
"Baik, besok pagi aku akan ke markas asosiasi hunter." Deon membalas pesan.
Keesokan harinya Deon sedang berada di apartemennya. "Deon, kamu ingin pergi kemana." Tanya Gisella melihat Deon memakai jaket.
Deon kemudian menunjukan pesan dari James. "Baiklah, berhati-hatilah di jalan." Kata Gisella melihat Deon.
Deon mengangguk kemudian keluar dari apartemennya. "Broomm." Deon menghidupkan motornya. "Broomm." Deon menarik gas kemudian mengendarai motornya.
30 Menit kemudian Deon sampai di markas asosiasi hunter. "Hunter Deon, ketua James sudah menunggu anda di ruangannya." Kata pria berpakaian hitam melihat Deon.
Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan. Saat masuk ke dalam ruangan, Deon melihat James sedang mengobrol bersama seorang wanita dan 2 pria.
"Kamu terlambat." Kata wanita berambut pendek melihat Deon.
"Dia adalah ketua guild black bull. Salah satu hunter ranking S di Indonesia." Gumam Deon melihat wanita berambut pendek.
"Dan mereka berdua juga hunter ranking S." Gumam Deon melihat dua pria yang sedang mengobrol dengan James.
"Deon, duduklah." Kata James melihat Deon. Deon kemudian duduk di kursi yang sudah di sediakan untuknya.
"Karena semuanya sudah datang. Aku akan mengatakan alasanku memanggil kalian semua kemari." kata James melihat Deon dan yang lain.
"Aku meminta kalian berempat membentuk tim untuk menyelesaikan dungeon ranking S yang muncul di jalan XxX." Kata James melihat Deon dan yang lain.
"Tidak masalah, jadi siapa yang akan menjadi pemimpin tim." Tanya seorang pria berambut hitam.
"Kalian berempat yang berhak memutuskan siapa yang akan menjadi pemimpin tim." Kata James melihat Deon dan yang lain.
"Aku yang akan menjadi pemimpin tim." Kata wanita berambut pendek.
"Aku tidak setuju. Lebih baik aku saja yang menjadi pemimpin tim." Kata pria berambut coklat.
"Dari pada ribut, mengapa kita tidak melakukan voting saja. Siapa yang mendapat suara terbanyak dari kita berlima, dia yang akan menjadi pemimpin tim." Kata Deon melihat wanita berambut pendek dan pria berambut coklat.
"Itu bukan ide yang buruk." Pria berambut hitam mengangguk.
__ADS_1
"Mengapa aku harus ikut voting juga." Tanya James.
"Karena anda juga seorang hunter ranking S. Dan anda yang memanggil kami berempat disini." Kata Deon melihat James.