
"Deon, aku pergi bersamamu." Kata Freya melihat Deon. "Baik." Jawab Deon kemudian menghidupkan motornya. Melihat Freya menaiki motor dan memeluk dirinya, Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon sampai di sebuah gate. "Hunter Deon." Pria berpakaian hitam yang menjaga gate terkejut saat melihat Deon. Dia tahu bahwa Deon adalah hunter ranking S ke 5 Indonesia.
"Kami berdua ingin masuk ke dalam gate." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam.
"Baik, tapi sebelum masuk ke dalam gate. Bisakah saya melihat kartu identitas teman anda." Kata pria berpakaian hitam melihat Freya.
"Tidak masalah." Kata Freya menunjukan kartu identitasnya.
"Hunter Deon, anda bisa masuk ke dalam gate." Kata pria berpakaian hitam melihat Deon.
"Ayo masuk." Kata Deon melihat Freya. "Baik." Freya mengangguk. Deon dan Freya kemudian masuk ke dalam gate.
Saat masuk ke dalam gate. Deon melihat dirinya berada di tengah hutan. "Grrr." Deon melihat anjing berkepala tiga sebesar 5 meter yang mendekat ke arahnya.
"Cerberus." Freya terkejut saat melihat anjing hitam sebesar 5 meter yang memiliki tiga kepala.
Ketiga kepala anjing membuka mulut mereka kemudian menyemburkan api ke arah Deon dan Freya. "Wuusshh." Deon memeluk Freya dan melompat mundur.
"Terimakasih Deon." Kata Freya melihat Deon.
"Freya jangan turunkan kewaspadaanmu. Saat ini kita sedang menghadapi monster rank A." kata Deon.
"Maaf, aku tidak akan menurunkan kewaspadaanku lagi." Freya meminta maaf.
"Baiklah, sekarang bunuh anjing itu menggunakan sihirmu." Kata Deon menurunkan Freya.
"Baik." Freya mengangguk. "Lightning arrow." Kata Freya kemudian 3 panah petir sepanjang 2 meter muncul di udara.
"Mati." Teriak Freya kemudian menembakan panah petir ke arah anjing berkepala tiga.
"Buusshh." "Buussshh." 3 panah petir menembus kepala tiga anjing. "Bagus." Deon mengangguk melihat Freya yang membuka anjing berkepala tiga.
"Grrrr." Deon melihat 2 anjing bekerpala tiga sebesar 5 meter yang bergerak ke arahnya.
"Corpse explosion." Kata Deon kemudian mayat anjing berkepala tiga meledak. "Booommm." "Grrrr." 2 anjing berkepala tiga berteriak saat terkena ledakan.
"Freya bunuh dua anjing itu." Kata Deon melihat 2 anjing berkepala tiga yang terluka setelah ledakan.
"Baik." Jawab Freya. "Lightning arrow." Kata Freya kemudian 6 panah petir sepanjang 3 meter muncul di udara.
"Mati." Teriak Freya kemudian menembakan panah petir ke arah dua anjing berkepala tiga. "Buusshh." "Buussshh." 6 panah petir menembus kepala 6 anjing.
"Uugghh." Freya terjatuh setelah menembakan 6 panah petir. "Apa kamu baik-baik saja." kata Deon melihat Freya.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya kehabisan mana." Freya tersenyum.
__ADS_1
"Kita akan istirahat disini. Setelah manamu pulih. Kita akan lanjut berburu." Kata Deon duduk di samping Freya. "Baik." Freya tersenyum.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat anjing berkepala tiga sebesar 6 meter yang berdiri di depannya. "Freya, kamu tidak perlu bertarung. Biar aku yang menghadapi bos monster ini." Kata Deon melihat Freya.
"Baik, akan aku serahkan bos dungeon ini padamu." Freya mengangguk. Freya tahu Deon bisa mengalahkan bos monster seorang diri.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 5 Arwah Minotaur, 5 Arwah Werewolf, 15 arwah Griffin dan 23 arwah Cerberus anjing berkepala tiga muncul di depan Deon.
"Dark mist." Kata Deon kemudian kabut hitam tiba-tiba muncul di sekeliling Deon.
"Bunuh anjing berkepala tiga itu." Kata Deon memberi perintah.
"Mookk." "Auuu." "Kuaakk." "Grrrr." Semua prajurit arwah Deon kemudian menyerang Cerberus. "Roaarrr." Cerberus berteriak saat prajurit arwah Deon menyerangnya.
Tidak lama kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil mengalahkan anjing berkepala tiga.
"Level Up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon. "Wuuzzz." Deon melihat sebuah gate yang muncul setelah anjing berkepala tiga terbunuh.
"Bawa mayat anjing itu keluar dari dungeon." Kata Deon memberi perintah. "Mookk." "Aauuu." "Kuaakk." Prajurit arwah Deon kemudian membawa mayat anjing berkepala tiga keluar dari dungeon.
"Ayo kita keluar." Kata Deon melihat Freya. "Baik." Freya mengangguk. Deon dan Freya kemudian keluar dari gate.
"Seperti yang saya tebak. Anda pasti akan menyelesaikan dungeon rank A." Pria berpakaian hitam tersenyum melihat gate yang menghilang setelah Deon dan Freya keluar dari dungeon.
"Aku akan menjual mayat anjing berkepala tiga ini kepada asoasiasi hunter." Kata Deon memegang mayat anjing berkepala tiga.
"Tidak masalah, aku akan menjual mayat anjing berkepala tiga sebesar 50 juta." Jawab Deon.
"Baik, silakan kirim nomor rekening anda." Kata pria berpakaian hitam. Deon kemudian mengirimkan nomor rekeningnya.
"Ting." Deon melihat 50 juta masuk ke dalam rekeningnya.
"Freya, kirim nomor rekeningmu. Aku akan mentransfer bagianmu." Kata Deon. Freya kemudian mengirim nomor rekeningnya kepada Deon.
"Ayo kita pulang." Kata Deon setelah mentransfer 25 juta ke rekening Freya. "Baik." Freya mengangguk.
"Broomm." Deon menghidupkan motornya. Melihat Freya menaiki motor. Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon sampai di rumah Freya. "Deon, ayo masuk." Kata Freya turun dari motor.
"Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi. Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Kathrina.
"Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan. "Kak, aku sudah pulang." Jawab Kathrina.
"Baik, aku akan menjemputmu." Kata Deon mengakhiri panggilan.
"Freya, aku akan menjemput sepupuku." Kata Deon melihat Freya.
__ADS_1
"Baiklah. Berhati-hatilah di jalan." Freya tersenyum. Deon mengangguk kemudian menarik gas dan mengendarai motor.
30 Menit kemudian Deon sampai di sekolah Kathrina. "Kak, apa kamu baru saja selesai berburu." Tanya Kathrina melihat pakaian Deon yang kotor.
"Benar, aku baru selesai berburu. Ayo kita pulang." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina tersenyum kemudian menaiki motor dan memeluk Deon. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motor.
Beberapa menit kemudian Deon telah sampai di apartemennya. "Beristirahatlah, nanti jam 8 kita akan pergi ke gourmet restoran." Kata Deon melihat Kathrina.
"Baik kak." Kathrina mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang berada di kamarnya. "Apa kamu sudah siap." Tanya Deon melihat Kathrina yang memakai gaun bewarna pink.
"Aku siap kak." Kathrina tersenyum.
"Jika begitu, ayo kita pergi." Jawab Deon. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari apartemen dan berjalan ke tempat parkir apartemen.
Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam mobil. Melihat Kathrina telah memakai sabuk pengaman. Deon kemudian menjalan mobil.
30 Menit kemudian Deon sampai di sebuah restoran. Deon dan Kathrina turun dari mobil kemudian masuk ke dalam restoran. "Hunter Deon." Seorang wanita berkulit putih, berambut hitam pendek berdiri saat melihat Deon.
Deon dan Kathrina kemudian berjalan ke arah wanita berambut pendek yang duduk bersama pria paruh baya.
"Hunter Deon, saya Chelsea yang menghubungi anda. Dan di sebelah saya adalah Tuan Michael Ceo perusahaan Ace." Wanita berambut hitam pendek tersenyum dan mengenalkan dirinya.
"Saya Deon, senang bertemu dengan tuan Michael." Deon tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Saya juga senang bisa bertemu dengan hunter ranking S seperti saudara Deon." Pria paruh baya menjabat tangan Deon.
"Hunter Deon, anda ingin memesan apa." Tanya wanita berambut hitam pendek.
"Kami pesan 2 steak dan 2 cocktail." Jawab Deon.
"2 steak dan 2 cocktail." Kata wanita berambut pendek melihat pelayan restoran. "Baik." Jawab pelayan restoran.
"Hunter Deon, mengapa kamu tidak mengenalkan perempuanmu kepada kita." Tanya wanita berambut hitam pendek melihat Kathrina.
"Dia adalah sepupuku Kathrina." Kata Deon.
"Halo Kathrina, aku Chelsea." Wanita berambut hitam pendek tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Kathrina." Kathrina tersenyum dan menjabat tangan wanita berambut hitam pendek.
"Baiklah, apa yang aku dapatkan jika aku menjadi brand ambassador perusahaanmu." Kata Deon melihat pria paruh baya.
Pria paruh baya kemudian memberikan kertas kepada Deon. "1 Miliar." Deon terkejut melihat gaji brand ambassador dirinya.
__ADS_1