The Hunter

The Hunter
50. Chelsea


__ADS_3

30 menit kemudian Deon sampai di rumah Chelsea. "Deon." Chelsea tersenyum saat melihat Deon.


"Ayo masuk." Kata Deon melihat Chelsea.


"Baik." Jawab Chelsea kemudian masuk ke dalam mobil.


"Kita akan pergi kemana." Tanya Deon.


"Ayo kita pergi ke restoran." Jawab Chelsea. "Baik." Kata Deon kemudian menjalankan mobil.


30 Menit kemudian Deon dan Chelsea sampai di restoran. "Chelsea kamu ingin pesan apa." Tanya Deon.


"Aku pesan steak dan cocktail." Jawab Chelsea. "2 Steak dan 2 cocktail." Kata Deon melihat pelayan restoran.


"Baik, silakan tunggu. Kami akan membuat pesanan anda." Jawab pelayan restoran.


"Deon." Kata Chelsea melihat Deon. "Apa." Tanya Deon.


"Apa kamu sudah memiliki kekasih." Tanya Chelsea.


"Aku belum memiliki kekasih." Kata Deon berbohong.


"Kamu berbohong. Bagaimana mungkin pria seperti kamu tidak memiliki kekasih." Chelsea mendengus. Deon tertawa mendengar kata Chelsea.


"Jadi benar kamu berbohong." Kata Chelsea melihat Deon yang tertawa.


"Benar, aku sudah memiliki kekasih." Kata Deon.


"Berapa banyak wanita yang kamu punya." Tanya Chelsea.


"Aku hanya punya 1 wanita." Jawab Deon berbohong.


Chelsea menatap Deon dengan penuh curiga. "Aku tidak mempercayaimu." Kata Chelsea.


"Terserah kamu ingin mempercayaiku atau tidak." Kata Deon.


"Ini pesanan anda." Deon melihat pelayan restoran mengantar pesanannya.


"Ayo kita makan." Kata Deon melihat Chelsea. Chelsea mendengus kemudian mulai makan. Deon tersenyum kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Chelsea telah selesai makan. "Selanjutnya kita akan pergi kemana." Tanya Deon.


"Ayo kita pergi ke bar." Jawab Chelsea.


"Baiklah, ayo kita pergi." kata Deon keluar dari restoran. Chelsea kemudian mengikuti Deon keluar dari restoran.


Deon dan Chelsea kemudian masuk ke dalam mobil. Melihat Chelsea telah memakai sabuk pengaman. Deon kemudian menjalankan mobil.


Beberapa menit kemudian Deon dan Chelsea sampai di sebuah bar. "Aku ingin satu gelas bir." Kata Chelsea melihat bartender.


"Aku juga ingin satu gelas bir." Kata Deon melihat bartender. Bartender mengangguk kemudian menuangkan bir ke dalam gelas.


Setelah menuangkan dua bir ke dalam 2 gelas. Bartender kemudian memberikan bir kepada Deon dan Chelsea. Deon dan Chelsea saling menatap kemudian berkata. "Cheers." Deon dan Chelsea kemudian meminum bir.


"Aahh, setelah sekian lama. Akhirnya aku minum lagi." Kata Chelsea meletakkan gelas di meja.

__ADS_1


"Mengapa kamu memutuskan untuk minum lagi." Tanya Deon.


"Apa kamu tidak suka dengan wanita peminum." Kata Chelsea mengabaikan pertanyaan Deon.


"Tidak, aku suka dengan wanita peminum. Apalagi wanita peminum itu secantik kamu." kata Deon melihat wajah putih Chelsea dan bibirnya yang bewarna merah.


"Kamu mempunyai mulut manis." Chelsea tersenyum kemudian meminum bir.


"Ayo kita pergi dari sini." Kata Chelsea meletakkan gelas di meja.


"Kita akan pergi kemana." Tanya Deon.


"Mengapa kamu masih bertanya. Tentu saja kita akan pergi ke hotel." Jawab Chelsea.


Deon terkejut mendengar jawaban Chelsea. "Baiklah, ayo kita pergi ke hotel." Balas Deon. Deon dan Chelsea kemudian keluar dari bar.


30 menit kemudian Deon dan Chelsea berada di dalam kamar hotel. "Aku akan mandi terlebih dulu." Kata Chelsea melihat Deon. "Aaahhh." Deon menarik tangan Chelsea dan membaringkan Chelsea ke kasur.


"Kamu tidak perlu mandi. Aku suka bau tubuhmu yang di penuhi alkohol." Kata Deon mengelus wajah Chelsea.


"Cium aku." Kata Chelsea menatap Deon. Mendengar kata Chelsea, Deon kemudian mencium bibir Chelsea. "Eeemm." Chelsea memejamkan matanya dan memeluk Deon dengan erat.


Setelah puas mencium bibir Chelsea. Deon kemudian melepaskan pakaian Chelsea. "Kamu memiliki tubuh yang seksi." Kata Deon melihat dada bulat Chelsea dan perutnya yang ramping. Wajah Chelsea menjadi merah saat mendengar kata Deon.


Deon kemudian menjilati dan meremas dada Chelsea. "Eeeemmm." Chelsea mengerang saat Deon menjilati dadanya.


Setelah puas bermain dengan dada Chelsea Deon kemudian melepas panties Chelsea. "Pussymu seperti hutan." Kata Deon melihat bulu lebat di pussy Chelsea. Chelsea tersipu malu mendengar kata Deon. Deon melebarkan kaki Chelsea kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Chelsea. "Aaahh." Chelsea mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


"Seperti yang aku duga. Wanita sepertinya pasti tidak virgin." Gumam Deon melihat Chelsea tidaklah virgin.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Chelsea masih berhubungan badan. "Aku akan keluar." Kata Deon.


"Deon, keluarkan di luar." Kata Chelsea.


"Baik." Kata Deon kemudian mengeluarkan cairannya ke perut Chelsea.


Setelah keluar Deon kemudian mencium bibir Chelsea. "Eeemmm." Chelsea memainkan lidahnya dan memeluk Deon dengan erat.


"Deon, kamu harus tahu aku bukan wanita yang mudah tidur dengan seorang pria." Kata Chelsea menatap Deon.


"Aku percaya denganmu." Kata Deon mengelus wajah Chelsea. Chelsea tersenyum saat mendengar kata Deon. Deon dan Chelsea saling menatap kemudian mulai berciuman.


"Deon, ayo kita pulang. Anakku pasti menangis, Ketika dia bangun aku tidak ada di sisinya." Kata Chelsea.


"Eehh, kamu sudah punya anak." Deon terkejut.


"Benar, aku memiliki 1 anak yang berusia 2 tahun." Chelsea mengangguk.


"Jangan bilang kamu saat ini juga mempunyai suami." Deon menatap Chelsea.


"Tidak, aku sudah bercerai dengan suamiku sejak 1 tahun lalu." Chelsea menggeleng.


"Baiklah, ayo kita pulang." Kata Deon memakai pakaian.


Beberapa menit kemudian Deon dan Chelsea keluar dari hotel. Deon dan Chelsea kemudian masuk ke dalam mobil. Melihat Chelsea telah memakai sabuk pengaman. Deon kemudian menjalankan mobil.

__ADS_1


30 Menit kemudian Deon sampai di rumah Chelsea. "Terimakasih Deon, Malam ini sungguh menyenangkan." Chelsea tersenyum.


"Benar, malam ini sungguh menyenangkan." Deon tersenyum.


"Deon, apa besok kamu akan pergi ke perusahaan." Tanya Chelsea.


"Tidak, besok aku akan pergi hunting." Jawab Deon.


"Ahh, aku lupa kalau kamu hunter ranking S." kata Chelsea.


"Baiklah, aku akan pergi." Kata Deon melihat Chelsea.


"Baik, berhati-hatilah di jalan." Chelsea tersenyum. Deon mengangguk kemudian menjalankan mobil.


30 Menit kemudian Deon sampai di apartemennya. Deon masuk ke dalam kamarnya dan melihat Kathrina telah tertidur. Deon melepaskan pakaiannya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Deon berpakaian kemudian berbaring di samping Kathrina. Deon memejamkan matanya dan tidak lama kemudian tertidur.


Keesokan harinya Deon terbangun dan melihat Kathrina yang menjilati penisnya. "Selamat pagi kak." Kathrina tersenyum melihat Deon yang bangun.


"Kathrina, mengapa kamu tidak mandi. 30 Menit lagi sudah jam 7." Kata Deon melihat jam.


"Hari ini libur nasional kak." Kata Kathrina. "Oohh, aku tidak tahu bahwa hari ini libur nasional." Kata Deon.


"Mengapa kamu berhenti, hisap terus penisku." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina tersenyum kemudian menjilati milik Deon.


"Sekarang kamu sungguh pandai melakukan Fellatio." Kata Deon melihat Kathrina yang menjilati penisnya.


"Kamu bisa berhenti." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina kemudian berhenti menjilati milik Deon.


Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian menjilati pussy Kathrina. "Aaaahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.


"Kak, aku sudah tidak tahan. Cepat masukan milikmu ke dalam pussyku." Kata Kathrina.


Deon tertawa kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Aaahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


1 Jam telah berlalu. Deon dan Kathrina masih berhubungan badan. "Buka mulutmu." Kata Deon melihat Kathrina. "Aaahhh." Kathrina kemudian membuka mulutnya.


"Aku keluar." Kata Deon mengeluarkan cairannya ke dalam mulut Kathrina. "Aahh." "Gleekk." Kathrina menelan cairan Deon.


"Aku akan mandi terlebih dulu." Kata Deon melihat Kathrina yang berbaring di kasur.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Deon telah selesai mandi. "Kak, kamu mau pergi kemana." Tanya Kathrina melihat Deon memakai jaket.


"Aku akan pergi berburu." Jawab Deon.


"Hari ini tidak bisakah kak Deon tidak berburu." Kata Kathrina.


"Tidak, hari ini aku sudah janji akan berburu bersama temanku." Kata Deon.


"Kamu tidak perlu khawatir. Sebelum matahari terbenam aku sudah pulang." Deon mencium pipi Kathrina kemudian keluar dari apartemen.

__ADS_1


__ADS_2