The Hunter

The Hunter
30. Pergi Ke Mall


__ADS_3

"3 Hari lagi anda bisa kembali ke sini untuk mengambil kartu identitas hunter anda." Kata wanita berpakaian hitam.


"Baik." Deon mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


Melihat Deon keluar dari ruangan wanita berpakaian hitam kemudian menghubungi seseorang. "Ada hunter ranking A baru bernama Deon usianya 25 tahun. Classnya adalah Necromancer." Kata wanita berpakaian hitam.


"Karena saat ini aku tidak memiliki kartu identitas hunter. Aku tidak bisa masuk ke dalam dungeon." Kata Deon keluar dari markas asosiasi.


"Ting." Deon melihat sebuah pesan masuk. Deon membuka smartphone dan melihat pesan masuk dari Gisella.


"Deon, hari ini apa kamu akan berburu." Deon membaca pesan Gisella.


"Tidak, hari ini aku tidak akan berburu." Jawab Deon mengirim pesan.


"Ting." Deon melihat Gisella membalas pesannya. "Ahh, baiklah. Kabari aku jika kamu ingin pergi berburu." Kata Deon membaca pesan dari Gisella.


"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. "Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon berada di depan sekolah Kathrina. "Kak Deon." Deon melihat Kathrina berlari ke arahnya.


"Kathrina apa kamu sudah makan." Tanya Deon.


"Kathrina belum makan kak." Kathrina menggeleng.


"Baiklah, ayo kita makan ke restoran." Kata Deon.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian menaiki motor. "Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon berada di sebuah restoran. "Kathrina kamu ingin makan apa." Tanya Deon.


"Aku ingin makan sushi kak." Kata Kathrina.


"Kami pesan 2 porsi sushi dan 2 teh hijau." Kata Deon melihat pelayan restoran.


"Baik, silakan duduk. Kami akan membuat pesanan anda." Kata pelayan restoran. Deon dan Kathrina kemudian duduk di kursi kosong.


Beberapa menit kemudian Deon melihat pesanan makanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian mulai makan.


30 Menit kemudian Deon dan Kathrina telah selesai makan. "Ini tagihan anda." Pelayan restoran memberikan tagihan kepada Deon. Deon kemudian membayar tagihan makanan.


"Ayo kita pulang." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Kathrina kemudian keluar dari restoran. "Broom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina telah sampai di apartemen baru mereka. "Sekolah sungguh membosankan." Kata Kathrina berbaring di kasur.


"Mengapa bisa membosankan." Tanya Deon.


"Karena saat di sekolah aku tidak bisa bersama dengan kak Deon." Kathrina tertawa.


Deon tersenyum mendengar kata Kathrina. Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman.

__ADS_1


"Kak, Kathrina bau keringat." Kata Kathrina melihat Deon.


"Tidak masalah meski kamu bau keringat." Kata Deon menjilati leher Kathrina. "Emmm." Kathrina mengerang saat Deon menjilati lehernya.


Deon melepas pakaian Kathrina kemudian menjilati dada Kathrina. "Emmm." Kathrina mengerang saat Deon menjilati dadanya.


Setelah puas menjilati dada Kathrina, Deon kemudian menjilati pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati pussynya.


"Kak, Kathrina sudah tidak tahan." Kata Kathrina. Deon tersenyum kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina berteriak saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


"Kak, Kathrina mencintaimu." Kata Kathrina mencium bibir Deon.


"Aku juga mencintaimu Kathrina." Kata Deon mencium bibir Kathrina.


Keesokan harinya Deon dan Kathrina keluar dari apartemen. "Kak Deon." Kathrina melihat Deon. "Apa." Tanya Deon masuk ke dalam mobil suv.


"Aku duduk di depan atau belakang." Tanya Kathrina.


"Kamu bisa duduk di depan." Jawab Deon.


"Baik kak." Kathrina tersenyum kemudian duduk di samping Deon. Melihat Kathrina duduk di sampingnya Deon kemudian mengendarai mobil.


9 Jam kemudian Deon sampai di Yogjakarta. "Kak Deon, ayo kita pergi ke makam ibuku terlebih dulu." Kata Kathrina.


"Baik." Deon mengangguk.


Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina sampai di makam. "Ibu." Kathrina menangis saat melihat makam ibunya.


"Ibu, tidak lama setelah kamu meninggal. Bibi dan Clara juga meninggal." Kathrina menangis.


Deon berjalan ke arah Kathrina kemudian memeluknya. "Ayo kita pulang kak." Kathrina mengusap air matanya dan melihat Deon.


"Baik." Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil. Melihat Kathrina masuk ke dalam mobil. Deon kemudian menjalankan mobil.


Beberapa menit kemudian Deon sampai di rumah Kathrina. Deon dan Kathrina kemudian turun dari mobil. "Deon." Deon melihat seseorang memanggil dirinya.


"Aurel mengapa kamu ada disini." Kata Deon melihat wanita berkulit putih berambut keriting panjang.


"Aku pergi ke rumah nenekku." Kata Aurel. "Deon, apa dia adikmu." Kata Aurel melihat Kathrina yang memegang tangan Deon.


"Dia sepupuku." Kata Deon.


"Ahh. Kamu dan sepupumu terlihat sangat dekat." Kata Aurel melihat Kathrina.


"Apa kamu masih bekerja di supermarket." Tanya Deon. "Aku telah berhenti bekerja di supermarket." Aurel menggeleng.


"Kring." Deon mendengar smartphone Aurel berbunyi. "Deon, aku akan pulang dulu." Kata Aurel melihat Deon.


"Baik." Deon mengangguk. Aurel tersenyum kemudian berjalan pergi.


"Kak, siapa wanita bernama Aurel itu." Tanya Kathrina. "Dia adik kelasku saat di sekolah." Jawab Deon.


"Ayo kita masuk ke dalam rumah." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kak, ayo kita mandi bersama." Kata Kathrina melihat Deon.


"Baik, ayo kita mandi bersama." Deon mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian masuk ke dalam kamar mandi bersama.


Tidak lama setelah Deon dan Kathrina masuk ke dalam kamar mandi. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.


Keesokan harinya Deon terbangun dan melihat Kathrina sedang tidur di sampingnya. "Selamat pagi kak." Kathrina terbangun dan tersenyum kepada Deon.


"Selamat pagi juga Kathrina." Deon tersenyum. Deon dan Kathrina saling menatap kemudian mulai berciuman.


"Kathrina hisap penisku." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian menghisap milik Deon.


"Kathrina kamu bisa berhenti." Kata Deon melihat Kathrina. "Baik kak." Kathrina kemudian berhenti menjilati milik Deon.


Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Kathrina. "Ahhh." Kathrina berteriak saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


"Kathrina." Kata Deon mencium bibir Kathrina. "Kak Deon." Kathrina memejamkan matanya dan memeluk Deon.


2 Jam kemudian Deon dan Kathrina sedang berciuman dan berpelukan di kasur. "Kathrina." Kata Deon melihat Kathrina.


"Iya kak." Tanya Kathrina.


"Mandilah, hari ini kita akan pergi ke mall." Kata Deon melihat Kathrina.


"Ahh, baik kak." Kathrina mengangguk.


1 Jam kemudian Deon dan Kathrina sedang berada di sebuah mall. "Kathrina belilah pakaian yang kamu suka." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian mulai melihat-lihat pakaian.


"Kathrina." Kata Deon. "Iya kak." Kathrina melihat Deon.


"Kamu pasti sangat cantik jika memakai pakaian ini." Kata Deon menunjukan lingerie bewarna pink kepada Kathrina. Wajah Kathrina menjadi merah saat melihat lingerie bewarna pink yang di tunjukan Deon.


2 Jam kemudian Deon dan Kathrina telah selesai membeli pakaian. "Kak, apa kamu ingin membeli smartphone." Tanya Kathrina melihat Deon berjalan ke Outle smartphone.


"Benar, aku akan membelikan smartphone untukmu." Jawab Deon.


"Tidak perlu kak. Smartphone Kathrina tidak rusak." Kathrina menggeleng.


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Kata seorang pemuda berusia 20 tahun.


"Aku ingin membeli Sumsang S23 Ultra." Kata Deon. "Ahhh." Kathrina terkejut mendengar kata Deon. Kathrina tahu smartphone merk Sumsang S23 Ultra adalah smartphone keluaran terbaru.


"Smartphone Sumsang S 23 Ultra. Harganya 22 juta kak." Kata pemuda berusia 20 tahun.


"Aku akan membayar lewat rekening." Kata Deon. "Baik kak." Pemuda berusia 20 tahun mengangguk. Deon kemudian mentransfer 22 juta ke rekening Outlet Smartphone.


"Terimakasih sudah berbelanja di outlet kami kak." Pemuda berusia 20 tahun tersenyum kepada Deon. Deon mengangguk kemudian keluar dari Outlet smartphone bersama Kathrina.


"Ini." Deon memberikan smartphone yang baru saja dia beli kepada Kathrina.


"Terimakasih kak." Kathrina tersenyum dan memeluk Deon dengan erat.


"Sebelum kembali ke rumahmu. Ayo kita makan dulu." Deon tersenyum.

__ADS_1


"Baik kak." Kathrina tersenyum.


__ADS_2