
Deon meletakkan smartphonenya kemudian masuk ke dalam kamar mandi. "Benar, aku belum menambahkan poin yang aku dapatkan dari menyelesaikan misi." Kata Deon.
"Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.
Nama : Deon
Usia : 25 tahun
Ras : Manusia
Class : Necromancer
Level : 90
Health : 100
Strength : 100
Agility : 100
Stamina : 60/100
Mana : 510/510
Poin : 1.100
"Aku akan menggunakan 600 poin terlebih dulu. Dan menyimpan 500 poin yang tersisa." Kata Deon kemudian menambahkan 100 Poin di Health, 100 Poin di Strength, 100 Poin di Agility, 100 Poin di Stamina dan 200 Poin di Mana.
"Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon. "Aku merasa tubuhku di penuhi dengan kekuatan." Kata Deon merasakan perbedaan kepada tubuhnya. Deon melepaskan pakaiannya kemudian mulai mandi.
30 menit kemudian Deon telah selesai mandi. "Kak, kamu ingin pergi kemana." Tanya Kathrina melihat Deon memakai pakaian rapi.
"Aku akan bertemu temanku." Kata Deon melihat Kathrina.
"Tunggulah di apartemen. Setelah aku pulang nanti. Aku akan mengajakmu keluar." Kata Deon mencium bibir Kathrina.
"Emm, baik kak." Kathrina mengangguk.
Deon keluar dari apartemennya dan berjalan ke tempat parkir apartemennya. "Broom." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motornya.
Tidak lama kemudian Deon sampai di coffe shop yang berada di dekat apartemennya. "Deon." Deon melihat wanita berkulit putih, berambut keriting panjang yang tersenyum kepadanya.
"Apa kamu sudah memesan kopi." Tanya Deon kepada wanita berambut keriting, yang tidak lain Aurel.
"Belum, aku baru saja sampai disini." Aurel tersenyum.
"Kamu ingin minum apa." Tanya Deon.
"Aku ingin minum Cappucino." Jawab Aurel. "Kami pesan 2 cappucino." Kata Deon melihat seorang pria.
"Baik." Pria mengangguk.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku." Kata Deon duduk di depan Aurel.
"Deon, aku ingin minta tolong padamu." Kata Aurel melihat Deon.
"Apa kamu butuh uang." tanya Deon. "Tidak." Aurel menggeleng.
__ADS_1
"Aku ingin kamu membantuku menjadi seorang hunter." Kata Aurel dengan malu.
"Apa kamu serius dengan yang kamu katakan. Hunter adalah pekerjaan yang membahayakan nyawa. Setiap hari ada Hunter yang kehilangan nyawa saat berburu monster. Dan kamu bisa saja kehilangan nyawamu saat berburu monster."
"Aku serius. Aku sudah memikirkannya secara matang-matang." Aurel mengangguk dengan serius.
"Apa yang aku dapatkan jika membantumu menjadi hunter." Kata Deon melihat Aurel.
"Jika kamu membantuku menjadi hunter. Aku akan menuruti semua permintaanmu." Kata Aurel.
"Oohh." Deon terkejut saat mendengar kata Aurel. "Bagaimana jika aku memintamu untuk tidur denganku." Kata Deon melihat Aurel.
"Aku tidak keberatan jika tidur denganmu." Kata Aurel tersipu malu.
"Kakak beradik tidak ada bedanya." Gumam Deon di pikirannya.
"Baiklah, aku akan membantumu menjadi seorang hunter." Kata Deon melihat Aurel.
"Ahh, terimakasih Deon." Aurel Bahagia dan memeluk Deon.
"Ini cappuccino pesanan anda." Deon melihat pria mengantar kopi pesanannya.
"Setelah menghabiskan kopi. Aku akan membantumu membunuh monster." Kata Deon meminum kopi.
"Baik." Aurel tersenyum bahagia.
30 Menit kemudian Deon dan Aurel berada di depan sebuah gate. "Hunter Deon." Pria berpakaian hitam terkejut saat melihat Deon.
"Aku akan membantu temanku menjadi seorang hunter." Kata Deon melihat Aurel di sampingnya.
"Baik." Pria berpakaian hitam mengangguk.
"Jadi seperti ini dungeon yang di bicarakan semua orang." Aurel terkejut melihat dirinya berada di dalam hutan.
"Waaa." Deon melihat goblin setinggi 100 cm yang muncul dari balik pohon. "Wuusshh." Deon melesat ke arah Goblin kemudian mencengkram leher goblin.
"Bunuh goblin ini." Kata Deon memberikan pisau milik goblin kepada Aurel.
"Gleekk." Aurel menelan ludah kemudian menusuk wajah goblin. "Ceepp." Goblin mati setelah wajahnya di tusuk oleh Aurel.
"Ueeekk." Aurel muntah setelah dirinya membunuh goblin.
"Aaahh." Aurel terkejut melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Apa kamu sudah memikirkan Class apa yang ingin kamu pilih." Tanya Deon.
"Aku ingin memilih Class Mage." Jawab Aurel.
"Jika begitu tambahkan poin yang kamu peroleh ketika level up ke mana." Kata Deon melihat Aurel.
"Baik." Aurel mengangguk kemudian menambahkan 5 poin ke Mana. "Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Aurel.
"Waaaa." Deon melihat 2 goblin yang muncul dari balik pohon. "Wuusshh." Deon melesat ke arah 2 Goblin dan mencengkram leher kedua goblin.
"Bunuh dua goblin ini." Kata Deon melihat Aurel. "Baik." Aurel mengangguk kemudian menusuk wajah goblin menggunakan pisau. "Ceepp." "Ceepp."
"Aku level up lagi." Kata Aurel melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Tambahkan poin yang kamu dapatkan ke mana." Kata Deon melihat Aurel.
__ADS_1
"Baik." Aurel mengangguk kemudian menambahkan 5 poin ke mana. "Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Aurel.
"Sebelum kamu mendapatkan Class Mage. aku akan membantumu membunuh goblin." Kata Deon melihat Aurel.
"Terimakasih Deon." Aurel tersenyum. Aurel tahu persyaratan mendapatkan Class adalah mencapai level 10 dan dirinya saat ini baru level 3.
"Ayo masuk ke dalam hutan." Kata Deon melihat Aurel. "Baik." Aurel mengangguk. Deon dan Aurel kemudian masuk ke dalam hutan.
1 Jam telah berlalu saat ini Deon melihat goblin setinggi 150 cm berjalan ke arahnya. "Level berapa kamu sekarang." Tanya Deon melihat Aurel.
"Sekarang aku level 9." Jawab Aurel.
"Setelah membunuh boss goblin ini. Kamu akan level 10." Kata Deon melihat goblin setinggi 150 cm.
"Wuussshh." Deon melesat ke arah boss goblin dan mencengkram lehernya. "Waaa." Bos goblin berteriak saat Deon mencengkram lehernya.
"Bunuh goblin ini." Kata Deon melihat Aurel. "Baik." Aurel mengganguk kemudian menusuk leher bos goblin. "Ceeppp."
"Akhirnya aku level 10." Aurel berteriak dengan senang melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Selamat karena telah mencapai level 10." Kata Deon melihat Aurel.
"Terimakasih Deon." Aurel tersenyum bahagia dan memeluk Deon. "Wuuzzz." Deon melihat sebuah gate yang muncul di depannya.
"Ayo kita keluar." Kata Deon melihat Aurel. "Baik." Aurel mengangguk.
Deon dan Aurel kemudian keluar dari dungeon. "Sekarang kamu level 10 dan memiliki Class. Kamu hanya perlu pergi ke markas asosiasi untuk mendaftar menjadi hunter." Kata Deon melihat Aurel.
"Besok aku akan pergi ke markas asosiasi hunter. Untuk mendaftar menjadi hunter." Aurel mengangguk.
"Jika begitu, kamu tidak butuh bantuanku lagi." Kata Deon berjalan ke arah motornya.
"Deon." Kata Aurel memanggil Deon. "Apa." Tanya Deon.
"Kapan kita akan tidur bersama." Kata Aurel dengan malu.
"Tadi aku hanya bercanda. Jangan serius menanggapi perkataanku." Kata Deon.
"Sepertinya rumor tentang kamu yang tidak tertarik dengan wanita adalah benar." Kata Aurel melihat Deon.
"Hahaha." Deon tertawa mendengar kata Aurel.
"Baiklah, ayo kita pergi ke hotel." Kata Deon menghidupkan motornya.
"Baik." Balas Aurel kemudian menaiki motornya. Aurel menghidupkan motornya kemudian mengikuti Deon dari belakang.
30 Menit kemudian Deon dan Aurel berada di dalam kamar hotel. "Apa kita perlu mandi terlebih dulu." Kata Aurel melihat Deon.
"Aaahhh." Deon mendorong Aurel ke kasur. "Kita tidak perlu mandi." Kata Deon kemudian mencium bibir Aurel. "Eeemm." Aurel terkejut saat Deon tiba-tiba mencium bibirnya.
Deon kemudian melepaskan pakaian Aurel. "Kamu memiliki tubuh dan dada yang indah." Kata Deon melihat dada bulat Aurel.
Aurel tersipu malu saat mendengar kata Deon. Deon kemudian menjilati dan meremas dada Aurel. "Aaahh." Aurel mengerang saat Deon menjilati dadanya.
Deon melepas celananya dan berkata. "Hisap penisku." "Baik." Aurel mengangguk kemudian menjilati milik Deon.
"Berhenti, kamu sangat buruk melakukan fellatio." Kata Deon melihat Aurel.
__ADS_1
"Maaf, ini pertama kali aku melakukan fellatio." Aurel meminta maaf.