The Hunter

The Hunter
43. Bertemu Orang Tua Freya


__ADS_3

"Aku sudah memberitahu tahu gurumu. Bahwa kamu tidak bisa sekolah. Sekarang kamu harus bertanggung jawab karena membuat milikku keras di pagi hari." Kata Deon melihat Kathrina.


"Hehe, baik kak. Kathrina akan bertanggung jawab." Kathrina tersenyum kemudian memasukan milik Deon ke dalam pussynya. "Aahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


2 Jam telah berlalu. Saat ini Deon dan Kathrina sedang berada di sebuah ruangan. "Ada yang bisa saya bantu." Kata wanita berambut hitam melihat Deon dan Kathrina.


"Kekasihku ingin melakukan piercing di breastnya." Kata Deon memeluk Kathrina. Kathrina tersipu malu saat mendengar kata Deon.


"Silakan pilih piercing mana yang ingin anda gunakan." Kata wanita menunjukan piercing kepada Kathrina.


"Kak, bagaimana dengan piercing yang ini." Kata Kathrina menunjuk piercing. "Piercing itu bagus." Kata Deon.


"Baik, silakan masuk ke dalam ruangan." Kata wanita. Kathrina kemudian mengikuti wanita masuk ke dalam ruangan.


1 Jam kemudian Deon melihat Kathrina keluar dari ruangan. "Silakan melakukan pembayaran di kasir." Kata wanita. Deon kemudian membayar biaya piercing ke kasir.


"Kathrina ayo pergi." Kata Deon setelah selesai membayar. "Baik kak." Kathrina mengangguk.


Deon dan Kathrina kemudian keluar dari tempat piercing. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Melihat Kathrina menaiki motor. Deon kemudian menarik gas dan mengendarai motor.


30 Menit kemudian Deon kembali ke apartemennya. "Lepas pakaianmu, aku ingin melihat breastmu." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian melepas pakaiannya.


"Breastmu semakin indah setelah di piercing." Kata Deon melihat piercing di breast Kathrina. Kathrina tersipu malu saat mendengar kata Deon.


Deon membaringkan Kathrina ke kasur kemudian menjilati dadanya. "Aahhh." Kathrina mengerang saat Deon menjilati dadanya.


Deon melebarkan kaki Kathrina kemudian memasukan miliknya ke dalam pussy Kathrina. "Aahhh." Kathrina mengerang saat milik Deon masuk ke dalam pussynya.


Keesokan harinya Deon sedang berada di apartemennya. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.


Nama : Deon


Usia : 25 tahun


Ras : Manusia


Class : Necromancer


Level : 80


Health : 100


Strength : 100


Agility : 100


Stamina : 90/100


Mana : 460/460


Poin : 0


"Dengan kekuatanku sekarang. Seharusnya aku bisa meningkatkan ranking hunterku menjadi peringkat S." kata Deon melihat statusnya.

__ADS_1


Deon keluar dari apartemennya dan berjalan ke tempat parkir apartemen. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. "Broomm." Deon menarik gas dan mengendarai motornya.


30 Menir kemudian Deon sampai di markas asosiasi hunter. "Aku ingin mengevaluasi ulang ranking hunterku." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam. Pria berpakaian hitam kemudian memberikan nomor kepada Deon.


"Nomor 7." Kata Deon melihat nomor yang di berikan pria berpakaian hitam kepadanya.


"Nomor 6." Kata wanita berpakaian hitam. "Sepertinya aku tidak perlu menunggu cukup lama." Kata Deon duduk di kursi.


Beberapa menit kemudian. "Nomor 7." Kata wanita berpakaian hitam.


"Giliranku." Kata Deon masuk ke dalam ruangan.


"Saya ingin melihat kartu identitas anda." Kata wanita berpakaian hitam melihat Deon. Deon kemudian memberikan kartu identitas hunternya.


"Ahh, anda hunter ranking A." Wanita berpakaian hitam terkejut saat melihat kartu identitas hunter Deon.


"Benar, aku hunter ranking A." Deon mengangguk.


"Apa anda ingin mengevaluasi ulang ranking hunter anda." Tanya wanita berpakaian hitam.


"Benar, aku ingin mengevaluasi ulang ranking hunterku." Jawab Deon.


"Tolong letakan tangan anda di kristal hitam." Kata wanita berpakaian hitam. Deon kemudian menyentuh kristal bewarna hitam.


"Titt." "Aahhh." Wanita berpakaian hitam terkejut melihat angka 860 di monitor.


"Bisakah saya melihat kemampuan anda." Tanya wanita berpakaian hitam.


"Bangkit." Kata Deon kemudian arwah Griffin sebesar 5 meter muncul di depannya.


"Berapa banyak arwah yang bisa anda summon." Tanya wanita berpakaian hitam.


"Apa anda memiliki kemampuan lain." tanya wanita berpakaian hitam.


"Aku mempunyai kemampuan lain. Yaitu membaca ingatan dari orang yang sudah mati. Menciptakan armor tulang dan meledakkan mayat mahluk hidup yang telah mati." Jawab Deon.


"Bisakah saya melihat kemampuan armor tulang anda." Tanya wanita berpakaian hitam.


"Bone armor." Kata Deon kemudian armor tulang bewarna putih menyelimuti tubuhnya.


"Anda bisa mengirim file foto yang ingin anda gunakan sebagai kartu identitas huner anda." Kata wanita berpakaian hitam. Deon kemudian mengirimkan fotonya kepada wanita berpakaian hitam.


"3 Hari lagi anda bisa kembali ke sini untuk mengambil kartu identitas hunter anda." Kata wanita berpakaian hitam.


"Baik." Deon mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


Melihat Deon keluar dari ruangan, wanita berpakaian hitam kemudian menghubungi seseorang.


Saat ini di sebuah ruangam pria paruh baya berpakaian hitam sedang menjawab sebuah panggilan. "Ketua, setelah sekian lama akhirnya Indonesia mempunyai hunter ranking S baru." Kata wanita. Pria paruh baya terkejut saat mendengar kata wanita.


"Siapa nama hunter ranking S baru itu." Tanya pria paruh baya.


"Namanya adalah Deon. Usianya 25 tahun. Classnya adalah Necromancer." Jawab wanita.


"Ternyata dia." Kata pria paruh baya teringat Deon yang menolak tawarannya.

__ADS_1


Saat ini Deon telah keluar dari markas asosiasi hunter. "Kring." Deon melihat smartphonenya berbunyi.


Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Freya. "Ada apa." Kata Deon menjawab panggilan.


"Deon, hari ini ayo kita berburu monster bersama." Kata Freya.


"Maaf, selama 3 hari aku tidak bisa berburu. Aku baru saja selesai mengevaluasi ulang ranking hunterku." Jawab Deon.


"Ahhh. Jangan bilang kamu menjadi hunter ranking S." Freya terkejut.


"Kamu akan tahu jawabannya dalam 3 hari ke depan." Deon tersenyum.


"Deon, apa kamu masih berada di markas asosiasi hunter." Tanya Freya.


"Benar, aku masih ada di markas asosiasi hunter." Jawab Deon.


"Jangan pergi kemana-kemana. Aku akan kesana." Kata Freya mematikan panggilan.


Beberapa menit kemudian Deon melihat Freya datang dengan mengendarai mobil. "Deon." Kata Freya berjalan ke arah Deon.


"Deon, mengapa kamu jarang menghubungiku." Tanya Freya.


"Maaf, akhir-akhir ini aku sibuk." Jawab Deon.


"Deon, Jika hari ini kamu tidak sibuk. Ayo pergi ke rumahku." Kata Freya melihat Deon.


"Baik, ayo kita pergi ke rumahmu." Deon mengangguk. "Broomm." Deon menghidupkan motor scooternya. Deon menarik gas kemudian mengikuti Freya dari belakang.


30 menit kemudian Deon berhenti di depan sebuah rumah mewah. "Deon, ayo masuk." Kata Freya turun dari mobil.


"Baik." Jawab Deon kemudian mengikuti Freya masuk ke dalam rumahnya.


"Papa, mama." Kata Freya masuk ke dalam rumahnya.


"Freya." Deon melihat pria paruh baya dan wanita paruh baya turun dari tangga.


"Freya siapa dia." Tanya wanita paruh baya melihat Deon.


"Dia adalah Deon ma, pria yang sering aku ceritakan kepada papa dan mama." Kata Freya.


"Oohh, jadi kamu yang namanya Deon." Kata pria paruh baya melihat Deon.


"Halo om, tante." Deon tersenyum dan menjabat tangan kedua orang tua Freya.


"Deon, kapan kamu akan menikahi putriku. Putriku usianya sudah tidak muda lagi." Kata ayah Freya.


"Ayah." Freya tersipu malu saat mendengar kata ayahnya.


"Haha, itu semua tergantung Freya paman." Deon tertawa. Deon kemudian mulai mengobrol bersama Freya dan kedua orang tuanya.


"Deon, aku akan membuat makanan untukmu." Freya tersenyum dan berjalan ke dapur.


"Deon, apa kamu bisa bermain catur." Tanya ayah Freya.


"Saya sedikit bisa mengerti tentang catur." Jawab Deon.

__ADS_1


"Ayo kita bermain catur sambIl menunggu Freya selesai membuat makanan." Kata ayah Freya.


"Baik paman." Deon mengangguk. Deon dan ayah Freya kemudian mulai bermain catur.


__ADS_2