
1 Jam kemudian Deon berada di depan gate bersama Gisella. "Hunter Deon." Pria berpakaian hitam yang menjaga gate terkejut saat melihat Deon.
"Kami berdua ingin memasuki gate." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam.
"Bisakah saya melihat kartu identitas teman anda terlebih dulu." Tanya pria berpakaian hitam. Mendengar kata pria berpakaian hitam. Gisella kemudian menunjukan kartu identitas hunternya kepada pria berpakaian hitam.
"Hunter Deon, anda dan teman wanita anda bisa masuk ke dalam gate." Kata pria berpakaian hitam. Deon dan Gisella kemudian masuk ke dalam gate.
Saat masuk ke dalam gate. Deon melihat dirinya berada di sebuah pegunungan.
"Rooaarrr." Deon melihat sebuah mahluk bersayap sebesar 5 meter dengan kepala naga dan tubuh reptile yang memiliki dua kaki terbang ke arahnya.
"Dragon." Gisella terkejut melihat mahluk sebesar 5 meter terbang ke arahnya.
"Dia bukan naga. Lebih tepatnya wyvern." Kata Deon melihat wyvern yang terbang ke arahnya.
"Bangkit." Kata Deon kemudian 5 arwah Minotaur, 5 arwah werewolf, 15 arwah Griffin dan 23 arwah Cerberus muncul di sekeliling Deon.
Deon melompat ke atas tubuh Griffin dan berkata. "Bunuh wyvern itu." "Quaakk." Arwah Griffin berteriak kemudian terbang ke langit.
"Rooaarr." Wyvern berteriak kemudian menyemburkan api dari mulutnya. "Wuuzzz." Deon melompat dari tubuh Griffin.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat arwah Griffin terbunuh setelah terkena semburan api.
"Shadow Exchane." Kata Deon kemudian dirinya bertukar lokasi dengan arwah Griffin yang berada di samping Gisella.
"Wind arrow." Teriak Gisella kemudian menembakan 10 panah angin ke arah wyvern. "Wuusshh." "Wuusshh." Wyvern menghindari 10 panah angin Gisella dengan mudah. "Bunuh wyvern itu." Kata Deon melihat 14 arwah Griffin.
"Quaaakk." 14 arwah Griffin berteriak kemudian terbang ke langit.
"Rooaarr." Wyvern berteriak kemudian menyemburkan api dari mulutnya. "Wuzzz."
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat salah satu arwah Griffin terbunuh.
"Quuaakk." Arwah Griffin berteriak dan mencakar wajah wyvern. "Quuaakk." Arwah Griffin lain berteriak dan menyerang sayap wyvern. "Rooaarr." Wyvern berteriak saat arwah Griffin menyerangnya.
Tidak lama kemudian Deon melihat 13 arwah Griffin berhasil mengalahkan wyvern. Deon melihat mayat wyvern dan berkata. "Bangkit." "Wuuzzz." Bayangan keluar dari tubuh wyvern dan membentuk arwah wyvern sebesar 5 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 47/48." Notifikasi muncul di depan Deon.
__ADS_1
"Rooaarrr." Deon melihat 2 wyvern sebesar 5 meter yang terbang ke arahnya. "Gisella ayo naik." Kata Deon melompat ke tubuh Wyvern.
"Baik." Gisella mengangguk kemudian menaiki tubuh wyvern. "Bunuh 2 wyvern itu." Kata Deon memberi perintah kepada arwah Wyvern dan 13 arwah Griffin.
"Rooaarr." "Quaaakk." Arwah wyvern dan 13 arwah Griffin terbang ke arah arwah Wyvern.
"Gisella serang dua Wyvern itu." Kata Deon. "Baik." Jawab Gisella.
"Wind arrow." Teriak Gisella kemudian menembakan 20 panah angin ke arah wyvern. "Buusshh." "Bussshh." 4 panah angin menembus sayap Wyvern.
"Roaaarr." Dua wyvern berteriak saat panah angin menembus sayap mereka. "Bone armor." Kata Deon kemudian armor tulang menyelimuti tubuhnya. "Buusshh." Deon melompat ke arah Wyvern.
"Rooaarr." Wyvern berteriak dan menyemburkan api ke arah Deon. "Shadow exchange." Kata Deon kemudian dirinya berpindah tempat ke lokasi Cerberus.
"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat arwah Cerberus mati terkena semburan api.
"Berikan kapakmu." Kata Deon melihat arwah minotaur. Arwah minotaur kemudian memberikan kapakanya kepada Deon.
"Lempar aku ke arah Wyvern itu." Kata Deon melihat arwah Minotaur. "Mookk." Arwah minotaur berteriak kemudian melempar Deon ke arah Wyvern yang terbang di langit.
"Wuuussshh." Deon melesat ke arah Wyvern dengan cepat. "Mati." Teriak Deon kemudian menyerang kepala Wyvern menggunakan kapak Minotaur. "Crasshh." Deon memotong kepala wyvern.
"Level up." "Poin +5." "Kurang 4 level lagi, aku mencapai level 90." Kata Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Quuaakk." Deon mendarat di tubuh arwah Griffin. "Ayo kita turun." Kata Deon memberi perintah kepada arwah wyvern dan 13 arwah Griffin.
"Quaaakk." "Rooaarr." Arwah Griffin dan arwah wyvern yang terbang di langit kemudian turun ke tanah.
Deon melihat dua mayat Wyvern dan berkata. "Bangkit." "Wuuzzz." Bayangan keluar dari 2 mayat wyvern dan membentuk 2 arwah Wyvern sebesar 5 meter.
"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 48/48." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Ayo kita pergi dari sini." Kata Deon melihat Gisella. "Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian pergi ke arah utara.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang melihat Wyvern sebesar 6 meter bewarna hitam terbang ke arahnya. "Bangkit." Kata Deon kemudian 10 arwah Griffin dan 20 arwah Cerberus dan 20 arwah Wyvern muncul di sekeliling Deon.
"Bunuh wyvern itu." Kata Deon memberi perintah. "Quuaaakk." "Rooaarrr." 10 arwah Griffin dan 20 arwah Wyvern terbang ke arah Wyvern.
"Wuzzz." Wyvern menyemburkan api dari mulutnya. Arwah Griffin dan arwah wyvern menghindari semburan api dengan mudah.
__ADS_1
"Quuaakk." Arwah Griffin berteriak dan mencakar mata wyvern. "Rooaarr." Wyvern berteriak saat arwah Griffin mencakar matanya. "Quaaakk." Arwah Griffin lain menyerang sayap wyvern.
Tidak lama kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil mengalahkan wyvern. "Level up." "Poin +5." "Silakan pilih hadiah anda. New skil / Poin +10."
"Setelah mencapai level 90. Setiap Hunter akan mendapatkan sebuah skill acak yang tidak terikat dengan class mereka." Kata Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Di dalam cerita Zion mendapatkan skill Observation yang dapat melihat layar status setiap mahluk hidup. Aku penasaran skill apa yang akan aku dapatkan." Kata Deon menekan new skill
"Mental Defence. Sebuah kemampuan yang membuat anda kebal terhadap efek yang menyerang mental." Notifikasi muncul di depan Deon.
"Aku mendapat skill yang luar biasa." Deon terkejut saat melihat skill yang dia dapatkan.
"Bawa mayat wyvern itu keluar Dungeon." Kata Deon melihat prajurit arwahnya. "Quaakk." "Rooarrr." Arwah prajurit Deon kemudian membawa mayat Wyvern keluar dari dungeon.
"Ayo kita pergi." Kata Deon melihat Gisella. "Baik." Gisella mengangguk. Deon dan Gisella kemudian keluar dari dungeon.
"Wuuzz." Gate menghilang setelah Deon dan Gisella keluar dari dungeon.
"Seperti yang saya harapkan. Anda dapat menyelesaikan dungeon rank A seorang diri." Pria berpakaian hitam tersenyum melihat gate yang menghilang.
"Aku tidak menyelesaikan dungeon rank A seorang diri. Aku menyelesaikan dungeon rank A bersamanya." Kata Deon melihat Gisella.
"Aku tidak banyak membantu. Meski tanpa bantuanku. Kamu dapat menyelesaikan dungeon rank A sendirian." Gisella menggeleng. Gisella sadar di perburuan hari ini dia tidak dapat membunuh 1 monster Wyvern sama sekali.
Deon mengabaikan kata Gisella dan berkata. "Aku akan menjual mayat monster Wyvern ini kepada asosiasi hunter."
Pria berpakaian hitam memeriksa mayat Wyvern dan berkata. "Hunter Deon 50 juta adalah jumlah yang bisa saya tawarkan kepada anda."
"Baik, aku akan menjual mayat wyvern ini seharga 50 juta." Kata Deon.
"Baik, silakan kirim nomor rekening anda." Kata pria berpakaian hitam. Deon kemudian mengirimkan nomor rekeningnya.
"Ting." Deon melihat 50 juta masuk ke dalam rekeningnya.
"Gisella kirim nomor rekeningmu. Aku akan mengirim bagianmu." Kata Deon melihat Gisella.
"Deon, kamu bisa memberiku 5 Juta. Di perburuan kali ini aku tidak banyak membantumu." Kata Gisella mengirimkan nomor rekeningnya.
Deon kemudian mentransfer 20 juta ke rekening Gisella. "Deon, mengapa kamu memberiku 20 juta. Bukankah aku hanya minta 5 juta." Gisella terkejut melihat 20 juta yang masuk ke dalam rekeningnya.
__ADS_1