The Hunter

The Hunter
23. Membunuh Harimau


__ADS_3

"Karena sekarang aku hunter ranking B. Aku di izinkan masuk ke dalam dungeon ranking A." Kata Deon melihat kartu identitas hunternya.


"Tapi dengan kekuatanku saat ini. Aku tidak percaya diri untuk masuk ke dalam dungeon ranking A." Kata Deon kemudian mengendarai motornya.


Deon yang sedang mengendarai motor scooternya melihat gate yang berada di tepi jalan. "Brooom." Deon kemudian berhenti di dekat gate.


"Apa ranking dungeon ini." Tanya Deon kepada pria berpakaian hitam yang menjaga gate.


"Dungeon ini ranking B." Jawab pria berpakaian hitam.


"Aku ingin masuk ke dalam dungeon." Kata Deon menunjukan kartu hunternya.


"Baik, anda bisa masuk." Kata pria berpakaian hitam. Deon mengangguk kemudian masuk ke dalam dungeon.


"Setelah sekian lama akhirnya aku melakukan solo hunting lagi." Kata Deon melihat dirinya berada di tengah hutan.


"Grrrr." Deon melihat harimau sebesar 3 meter yang berjalan ke arahanya. "Bangkit." Kata Deon kemudian 10 arwah kalajengking sebesar 3 meter muncul di depan Deon.


"Bunuh harimau itu." Kata Deon menunjuk harimau. "Kieeekk." 10 arwah kalajengking kemudian menyerang harimau.


Tidak lama kemudian Deon melihat harimau telah mati. "Bangkit." Kata Deon melihat mayat harimau. "Wuuzzz." Bayangan keluar dari tubuh harimau kemudian membentuk harimau sebesar 3 meter.


"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 11/20." Notifikasi muncul di depan Deon.


"Grrrr." Deon melihat 2 harimau sebesar 3 meter yang berjalan ke arahnya. "Bunuh 2 harimau itu." Kata Deon memberi perintah.


"Kieeekk." "Roaarrr." 10 arwah kalajengking dan arwah harimau melesat ke arah 2 harimau. "Rooaarrr." Harimau melompat kemudian menyerang arwah kalajengking.


"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.


"Roaarr." Arwah harimau melompat kemudian menyerang harimau. "Kieeekk." 9 Arwah kalajengking kemudian menusuk 2 harimau dengan ekor mereka.


"Level Up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon.


Deon melihat 2 mayat harimau dan berkata. "Bangkit." "Wuuzzz." Bayangan hitam keluar dari tubuh 2 harimau kemudian membentuk harimau sebesar 3 meter.


"Anda berhasil membangkitkan arwah." "Arwah yang bisa di summon 12/20." Notifikasi muncul di depan Deon.


Deon naik ke atas badan arwah harimau dan berkata. "Ayo masuk ke dalam hutan." "Rooarrr." Arwah harimau kemudian berlari ke dalam hutan.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Deon sedang duduk di atas arwah harimau. "Roooaarr." Harimau putih sebesar 4 meter berlari ke arah Deon. "Bunuh Harimau itu." Kata Deon melompat dari arwah harimau.


"Kieekk." "Rooaarr." 20 prajurit arwah Deon kemudian menyerang harimau putih. "Rooarr." Harimau putih meraung kemudian menyerang arwah kalajengking.


"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Deon melihat harimau putih membunuh arwah kalajengking.


"Rooarr." Arwah harimau mencakar wajah harimau. "Rooaarr." Harimau putih meraung kemudian menyerang arwah harimau.


"Arwah telah kembali ke kematian abadi." Notifikasi muncul di depan Deon.


Tidak lama kemudian Deon melihat prajurit arwahnya berhasil membunuh harimau putih. "Level Up." "Poin +5." Notifikasi muncul di depan Deon.


Deon melihat mayat harimau putih yang tergeletak di tanah dan berkata. "Bangkit." "Level anda terlalu rendah untuk membangkitkan arwah."


"Seperti yang aku tebak, Dengan kekuatanku saat ini. Aku tidak bisa membangkitkan monster rangking A." Kata Deon melihat notifikasi yang muncul di depannya.

__ADS_1


"Wuuzzz." Deon melihat gate yang muncul di depannya.


"Bawa mayat harimau putih itu keluar dari dungeon." Kata Deon melihat prajurit arwahnya.


"Kieekk." "Rooaarr." Prajurit arwah Deon kemudian membawa mayat harimau putih keluar dari dungeon.


"Monster." Pria berpakaian hitam terkejut melihat arwah kalajengking dan arwah harimau yang membawa mayat harimau putih.


"Mereka adalah prajurit arwahku." Kata Deon keluar dari gate. "Wuuzz." Gate menghilang setelah Deon keluar dari dungeon.


"Kamu menyelesaikan dungeon ranking B seorang diri." Pria berpakaian hitam terkejut melihat gate yang menghilang.


"Benar, aku menyelesaikan dungeon seorang diri." Deon mengangguk.


"Kembali." Kata Deon kemudian prajurit arwahnya menghilang.


"Berapa yang aku dapat jika menjual harimau putih ini kepada asosiasi hunter." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam.


"Aku akan bertanya dulu kepada atasanku." Kata pria berpakaian hitam.


"Tidak masalah." Kata Deon.


Pria berpakaian hitam kemudian menghubungi seseorang. Pria berpakaian hitam melihat Deon dan berkata. "Asosiasi hunter akan membeli mayat harimau putih ini seharga 30 juta."


"Deal, aku akan menjual mayat harimau putih ini kepada asosiasi hunter." Deon tersenyum.


"Kirim nomor rekeningmu." Kata pria berpakaian hitam. Deon kemudian mengirim nomor rekeningnya kepada pria berpakaian hitam.


"Sekarang aku mempunyai 50 juta di rekeningku." Deon tersenyum melihat 30 juta masuk ke dalam rekeningnya.


Beberapa menit kemudian Deon telah kembali ke apartemennya. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.


Nama : Deon


Usia : 25 tahun


Ras : Manusia


Class : Necromancer


Level : 49


Health : 50


Strength : 50


Agility : 50


Stamina : 15/50


Mana : 50/200


Poin : 5


"Jika aku berburu dengan Gisella atau Freya. Saat ini aku tidak akan level 49." Kata Deon melihat statusnya.

__ADS_1


Deon melihat 5 poin yang dia miliki kemudian menambahkan 5 poin di mana. "Sing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.


"Kami pulang." Deon melihat Clara dan Kathrina masuk ke dalam apartemen.


"Apa kalian berdua sudah makan." Tanya Deon.


"Kami berdua belum makan." Kata Clara.


"Belilah makanan di supermarket." Kata Deon memberikan uang 200 ribu kepada Clara.


"Kathrina ayo ke supermarket." Kata Clara melihat Kathrina.


"Baik." Kathrina mengangguk.


Beberapa menit kemudian Deon melihat Clara dan Kathrina telah kembali dari supermarket. "Kak Deon, ayo kita makan." Kata Kathrina melihat Deon. Deon mengangguk kemudian mulai makan bersama Clara dan Kathrina.


Tidak lama kemudian Deon, Clara dan Kathrina telah selesai makan. "Makanan di supermarket tidak enak." Kata Clara.


"Jika tidak enak mengapa kamu menghabiskan makanannya." Tanya Deon.


"Itu karena aku lapar." Jawab Clara. Kathrina tertawa melihat Clara dan Deon.


Keesokan harinya Deon berada di apartemennya. "Kathrina kamu tidak sekolah." Kata Deon melihat Kathrina yang keluar dari kamar Clara.


"Tidak kak, hari ini Kathrina sakit." Kata Kathrina berjalan ke dapur dan mengambil air minum.


Deon berjalan ke arah Kathrina dan menyentuh dahinya. "Kamu sangat panas. Ayo kita ke periksa ke dokter." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk. Deon dan Kathrina kemudian keluar dari apartemen.


"Brooom." Deon menghidupkan motor scooternya. "Peluk aku dengan erat." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian memeluk Deon dengan erat. "Brooom." Deon menarik gas dan mengendarai motor.


Beberapa menit kemudian Deon dan Kathrina sampai di rumah sakit. Deon kemudian mengambil nomor antrian. "Kathrina kamu bisa bersandar di bahuku." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian bersandar di bahu Deon.


"Kathrina." Deon melihat dokter memanggil nama Kathrina.


"Masuklah ke dalam." Kata Deon melihat Kathrina.


"Baik kak." Kathrina mengangguk kemudian masuk ke dalam ruangan.


Beberapa menit kemudian Deon melihat Kathrina keluar dari ruangan. "Ini kak." Kathrina memberikan kertas kepada Deon.


Deon kemudian berjalan ke kasir. "Totalnya 200 ribu." Kata kasir wanita. Deon kemudian memberikan 200 ribu kepada kasir wanita.


"Silakan ambil obatnya di apotek." Kata kasir wanita memberikan nota kepada Deon.


"Baik." Deon kemudian berjalan ke apotek.


"Aku mengambil obat." Kata Deon menyerahkan nota kepada apoteker wanita.


"Deon." Kata apoteker wanita berambut pendek melihat Deon.

__ADS_1


"Slyvia." Kata Deon melihat apoteker wanita. "Di dalam ingatan Deon dia adalah teman sekelas Deon saat SMA." Gumam Deon.


__ADS_2