
Siska terus mengurung dirinya di kamar apartemen. Perempuan itu tidak mau keluar atau makan dan minum meski Kenanga sudah berusaha membujuknya. Nampaknya perpisahannya dengan Satya memberikan pukulan emosional yang dalam pada dokter cantik itu.
Siska sangat mencintai Satya terlepas dari dirinya yang kerap disakiti bahkan beberapa kali diselingkuhi oleh Satya. Kenanga tahu alasannya. Meski dia kerap mencap Siska berotak dungu karena mau-maunya mencintai lelaki bajingan macam Satya.
Kenanga menghela nafas ke sekian kalinya karena dia gagal kembali. Menyerah, Kenanga menghampiri Alfin yang tengah duduk di sofa apartment.
"Bagaimana? gagal?" tanya Alfin. Kenanga mengangguk.
Alfin menghela nafas, "Siska perlu waktu untuk menenangkan diri. Masalah ini sangatlah berat untuknya."
Kenanga yang tengah melihat ponsel langsung meliriknya, "Kau sendiri bagaimana? Tidak kefikiran mau menjenguk bajingan itu? Kau mantan temannya." ucap Kenanga.
"Tidak ada kata mantan teman Kenanga. Aku tidak pernah menggunakan kata itu untuk merepresentasikan kita tak lagi berteman."
"Jadi?"
"Jadi apa?"
"Kau harus menjenguknya dan berbicara dengannya untuk terakhir kali karena," Kenanga meletakkan ponselnya di atas meja di depan Alfin. "Waktu eksekusi mati Satya sudah ditentukan." lanjut Kenanga.
Kenanga mengetuk jarinya di layar ponsel mengarahkan pandangan Alfin agar melihatnya.
Terpidana Hukum Mati, Ketua Mafia Miracle akan Dieksekusi Sabtu Dini Hari.
Alfin terdiam.
***
Panji meletakkan remote tv dengan keras.
"Wah, hukum di negara kita meningkat sangat baik." ucapnya takjub.
Riko mengangguk setuju, "Saya terkejut bahwa waktunya langsung ditentukan dengan cepat. Hanya perlu sidang sekali dan Satya langsung dijatuhi hukuman mati."
"Itu karena Dokter Satya adalah terpidana mati yang sangat berbahaya. Dia juga tidak mungkin diserahkan pada pengadilan New York karena Dokter Satya adalah asli orang Indonesia."
Sebagai Ketua Miracle, salah satu organisasi mafia terbesar di dunia ini. Berikut kami paparkan rekam jejak tersangka sebelum akhirnya berhasil ditangkap satuan elit TNI.
Tim Rajawali sontak langsung mendengarkan dengan seksama. Panji bahkan langsung meninggikan volume tv.
__ADS_1
Miracle berdiri sejak zaman perang dunia dua dimana awal mulanya mereka membuat semacam pil pereda nyeri yang terbuat dari ekstrak tanaman yang kita kenal sekarang bernama heroin. Jasanya pada sekutu membuat Miracle diizinkan berdiri menjadi perusahaan obat pertama pasca perang dunia kedua. Namun rupanya pendiri Miracle sangat haus akan kekayaan hingga merambah pada bisnis lain. Sejak 1960-an mereka mulai membuat narkoba jenis lain dan mengimpor organ tubuh manusia yang tak bersalah.
Namun rupanya ketika tahun 1998, tindakan Miracle tercium oleh pemerintah hingga terkuaknya fakta bahwa mereka telah melakukan bisnis terlarang. Korupsi, Nepotisme, pembunuh bayaran, penjualan organ hingga penjualan senjata ilegal berhasil diketahui pemerintah dan larangan perusahaan beroperasi pun dikeluarkan pemerintah. Meski namanya sempat meredup, namun hingga sekarang, Miracle terus melakukan upaya perluasan kekuasaan hingga jumlah anggota mereka tersebar di seluruh dunia dengan jaringan gelap.
"Stop."
***
"Satya menerima banyak pesan misterius di email rahasianya dari seseorang yang disebut Doctor. Aku curiga bahwa selama ini Satya tidak bergerak sendirian, dia bahkan mungkin bukanlah bos asli Miracle. Kami sudah mencoba bertanya padanya tapi Satya terus bungkam. Jadi aku meminta bantuanmu untuk mengorek informasi itu dari Satya sebelum hari eksekusinya tiba."
Ucapan Bagas masih terngiang-ngiang di otak Alfin kala dia berjalan menyusuri koridor dengan cat putih kusam di kiri-kanannya. Informasi itu membuat Alfin sedikit terkejut tentu saja. Dia tidak menyangka akan ada plot twist dalam kasus ini.
Atas permintaan Bagas dan keinginan Kenanga, Alfin akhirnya memutuskan menemui Satya. Bukan hanya sekedar menanyai apa yang diminta Bagas melainkan juga untuk menjenguknya. Bagaimanapun juga Satya adalah salah satu sahabatnya. Dia juga bisa bertemu Kenanga juga karena Satya.
Kini Alfin telah duduk berhadapan langsung dengan Satya. Menjelang hari eksekusi, intensitas bertemu Satya juga dikurangi dan diperketat. Dan bisa Alfin rasakan bahwa Satya juga sama kacaunya meski lelaki itu tak menunjukkannya sedikitpun.
"Ada apa?" tanya Satya to the point.
"Ada yang ingin kutanyakan padamu." jawab Alfin juga memilih untuk tidak berbasa-basi.
Satya mengangkat satu alisnya tinggi.
"Apa kau memiliki bos lain di organisasimu?"
Satya terhenyak, terlihat dari keningnya yang berkerut. Dia mungkin tak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu dari Alfin.
"Apa?"
"Kapten Bagas memberitahuku bahwa di emailmu, kau mendapat banyak pesan berisi perintah perintah dari seseorang berusername Doctor. Apakah sebenarnya dia bos asli dari Miracle ataukah dia dokter yang ada di video demontrasi waktu itu?"
Kelopak mata Satya bergetar. Sialan Bagas, beraninya dia mengacak-acak email rahasiaku dia mengutukinya dalam hati.
"Jawablah Satya."
"Aku tidak mengerti yang kau bicarakan." elak Satya.
***
Kenanga berjalan melewati koridor apartemen sambil terus berfikir. Bahkan ketika dia masuk ke dalam rumah, otaknya terus menyusun informasi-informasi yang diberikan Bagas soal kemungkinan ada orang lain dibalik Miracle. Mungkin dialah bos sesungguhnya dari organisasi Mafia kejam itu.
__ADS_1
Ceklek
Setelah memasukkan kata sandi, Kenanga membuka pintu. Namun dia mendadak berhenti berjalan ketika di ruang tamu terlihat seorang wanita berpakaian seksi sedang duduk sambil melihat-lihat majalah otomotif kesukaan suaminya.
Wanita itu juga menoleh ketika terdengar suara pintu terbuka. Namun senyumannya langsung hilang dan berganti wajah bingung ketika melihat Kenanga berdiri tak jauh dihadapannya.
"Siapa kau?" Kenanga bertanya duluan.
"Seharusnya aku yang bertanya siapa kau? Kenapa bisa ada di rumah Alfin?" tanya balik wanita itu.
"Bagaimana bisa kau masuk kesini?" tanya Kenanga.
"Tentu saja aku memiliki kata sandinya. Kau sendiri siapa, kenapa beraninya masuk ke rumah laki-laki lajang dengan sembarangan? Darimana kau tahu kata kuncinya?" seru wanita itu marah.
Kenanga mengerutkan keningnya. Perempuan misterius ini mengenal Alfin dan apa hubungan wanita ini dengan Alfin hingga bahkan dia tahu kata sandi rumah Alfin hingga bisa sembarang masuk.
Dan apa dia bilang tadi?
"Lajang? Alfin adalah lelaki lajang?" ucap Kenanga penuh penekanan. Jelas-jelas yang dihadapan perempuan ini adalah istri sahnya. Kenanga sudah merasa cukup tersinggung dengan ketidaksopanan wanita asing ini.
Sepertinya dia perempuan gila, tutul Kenanga dalam hati. Dia harus segera lapor pihak keamanan bahwa ada wanita asing gila yang membobol rumah mereka.
Tap tap
Tiba-tiba sebuah langkah kaki terdengar. Mendekatlah seorang anak kecil memakai jas dokter Alfin yang nampak kebesaran di tubuhnya. Anak kecil itu mendekati kaki si wanita asing itu.
"Ma, apa itu ayah yang datang tadi?" tanyanya membuat Kenanga terkejut.
"Bukan, sayang. Itu bukan ayah." jawab wanita itu lembut.
Tiba-tiba perhatian anak itu teralih pada Kenanga yang baru dia sadar kehadirannya. "Dan siapa Tante ini?" tanyanya bingung.
Tunggu, ada apa ini? Kenapa Kenanga merasa aneh dan janggal dengan situasi ini. Ada wanita asing yang datang ke rumah Alfin dan bisa seenaknya mengklaim rumah ini lalu ada anak kecil yang memakai jas dokter Alfin yang kebesaran di tubuhnya.
"Ma, cepat telfon ayah Alfin. Jack tak sabar ingin bertemu dengannnya." rengek anak kecil itu menarik kesadaran Kenanga sepenuhnya. Kenanga terkejut sekali.
Ayah Alfin? Alfin seorang ayah dari anak ini?!
Ada apa ini? Apa yang terjadi? Apa Alfin diam-diam memiliki anak di belakangnya? Dan wanita ini adalah ibu dari anaknya?
__ADS_1