
Zael dan Nalesha datang ke Yunita Fashion dengan mobil sport ungu. Zale tampak keren dengan kemeja hitam dan kacamata hitamnya. Sementara Nalesha tampak memakai seragam SMA.
Andre dan karyawan lainnya melihat dari balkon.
"Wah, sepertinya pelanggan kita orang kaya."
"Pria itu tampan sekali. Wajahnya tampak tidak nyata. Dia seperti pahatan patung hidup."
"Lihatlah, gadis itu adiknya? Dia sangat manis."
Sambil berjalan, Zael berbisik, "Setidaknya berpegangan padaku."
"Oh? Seperti ini?" Nalesha menggandeng tangan Zael.
Aku bilang berpegangan, bukan memeluk lenganku, batin Zael.
Yunita menyambut mereka berdua.
"Dia orangnya?" Bisik Nalesha.
"Ssssttt, dia sudah dekat."
"Selamat datang Tuan Zael Arvanendra dan Nona...." Yunita menoleh pada Nalesha.
"Lesha...." Nalesha tampak bingung memikirkan nama belakangnya. Sepertinya dia belum memikirkan nama belakangnya.
Zael yang menjawab, "Lesha Haden."
"Oh, iya, Nona Lesha Haden, mari." Yunita menunjukkan gaun ungu yang kemarin sudah dipesan Zael. Yunita membuka etalase yang menutupi gaun tersebut.
Nalesha terpukau. Dia menyentuh gaun berwarna ungu tersebut. "Wah, aku sangat menyukainya, indah sekali."
"Apa dia boleh mencobanya?" Tanya Zael pada Yunita.
__ADS_1
"Tentu saja, Sinta?!" Yunita memanggil salah satu karyawannya.
"Iya, Nyonya?" Sinta segera datang dengan ekspresi sumringah.
"Tolong antar Nona Haden ke ruang ganti." Yunita mendorong manekin bergaun indah itu agar dibawa oleh Sinta.
Sinta membawanya. "Lewat sini, Nona cantik."
Nalesha tersenyum kemudian mengikuti wanita itu. Kini tinggal Zael dan Yunita di ruangan tersebut.
"Apa gaun itu ada pasangannya?" Tanya Zael.
"Sebenarnya aku sedang membuat desain tuxedo yang cocok dengan gaun itu." Yunita menunjukkan tabletnya.
Zael mendekat dan melihatnya. Yunita merasa gugup. Wanita itu bahkan bisa menghirup aroma parfum dari tubuh Zael.
"Wah, ini tuxedo yang sedang trend. Aku harap tuxedo ini bisa selesai minggu depan," kata Zael. Suara baritonnya membuat Yunita merinding.
"Akan aku usahakan, Tuan." Yunita tersenyum. "Oh, ya, aku harus mengukur tubuhmu agar tuxedo ini pas di tubuhmu."
Dengan gugup, Yunita mengukur tubuh Zael. Pria itu memperhatikan Yunita. Karena terus diperhatikan, Yunita semakin salah tingkah.
"Sudah?" Tanya Zael.
Yunita mengangguk.
Nalesha keluar dari ruang ganti. "Sayang, lihatlah."
Pandangan Zael dan Yunita teralihkan pada gadis itu. Nalesha tampak begitu cantik dan imut dalam waktu yang bersamaan. Zael ingin tertawa mendengar Nalesha memanggilnya "sayang".
"Nyonya, pinggangnya sangat kecil, sepertinya kita harus membuat ukurannya pas dengan tubuh Nona Lesha," kata Sinta.
"Kau benar, Nona Lesha memiliki pinggang yang ramping." Yunita memegang pinggang Nalesha.
__ADS_1
"Sudah kubilang, kau tidak perlu diet, kan?" Ucap Zael.
Nalesha tersenyum kecil. "Berarti aku sudah bisa makan lebih banyak daging dan mie untuk mengisi kekosongan gaun ini."
Yunita dan Sinta tertawa kecil mendengar ucapan polos gadis itu, begitu pun dengan Nalesha.
Setelah membayar gaunnya, Nalesha tampak sedang berbicara dengan Sinta. Zael menghampiri Yunita.
"Ini kartu namaku. Hubungi aku jika gaunnya sudah selesai," kata Zael.
"Tentu, terima kasih."
Zael dan Nalesha pun pergi.
"Dia tunangannya? Pria itu menyukai gadis yang masih remaja bahkan gadis itu memakai seragam saat berkencan dengannya. Ini gila." Andre memukul kepalanya sendiri.
"Mereka tampak romantis dan manis," kata Sinta.
"Kau mencium aroma parfumnya? Dia pasti pengusaha kaya yang suka memakai parfum mahal," ujar Gilang.
"Iya, aromanya sangat wangi membuatku ingat terus," ucap Sinta.
Yunita memutar bola matanya. "Dengar, guys. Pria itu membutuhkan tuxedo pasangan gaun itu. Aku sudah membuat desainnya dan kita harus segera menyelesaikan tuxedo tersebut dalam waktu satu minggu."
"Kita harus bekerja lebih keras lagi. Kapan lagi ada orang seperti dia datang ke tempat kita. Terakhir kali Tuan Regar Mahali yang datang membeli gaun untuk putrinya. Selain dia siapa lagi orang kaya yang datang. Para artis dan model tidak lebih kaya dari pengusaha-pengusaha seperti mereka," ujar Andri.
"Kau ada benarnya juga, kita tidak bisa membuat pelanggan seperti dia kecewa," kata Sinta.
...🍂🍂🍂...
^^^15.26 | 22 April 2021^^^
__ADS_1
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^