THE PENANCE : PEBINOR

THE PENANCE : PEBINOR
TP - 30


__ADS_3

Acara ulang tahun Arnav dirayakan di rumahnya. Semua tamu undangan hadir, termasuk Yunita dan Faidan. Mereka tampak serasi dengan gaun dan jas merah.


Sementara Nalesha dan Zael menuruni tangga. Keduanya tampak seperti pasangan yang serasi. Dimana Nalesha mengenakan gaun ungu yang dirancang Yunita begitu pun dengan Zael yang memakai jas hitam berpolet ungu gelap dengan taburan aksesoris batu amethyst sama seperti taburan di gaun Nalesha.


Baik Faidan maupun Yunita terpesona dengan pasangan itu.


"Oh, selamat datang Nona Yunita," sapa Nalesha.


"Sebenarnya aku tidak enak dipanggil Nona, aku tidak muda dan sudah menikah. Nona Haden bisa memanggilku Nyonya Yunita Gumelar," Yunita membenarkan Nalesha.


"Nyonya?" Nalesha dan Zael saling pandang kemudian beralih pada Faidan. "Ka-kalian sudah menikah?"


"Kau... kau suaminya Yun... maksudku Nyonya Yunita?" Zael juga tampak terkejut.


Yunita dan Faidan saling pandang kemudian tersenyum. Ekspresi Nalesha berubah sedih.


"Kalian saling mengenal?" Tanya Yunita.


"Nona Haden ini putrinya Tuan Arnav Haden. Bukankah waktu itu pernah bertemu di Bali?" Jawab Faidan.


Yunita baru ingat. "Oohh, iya."


"Lalu, bagaimana kau dan mereka bisa saling mengenal?" Faidan balik bertanya.


"Kami membeli gaun dan jas rancangan istrimu. Jujur aku agak terkejut mengetahui kalau kau suaminya," kata Zael sarkas.


"Aku juga," ujar Nalesha.

__ADS_1


Faidan tersenyum kemudian merangkul istrinya. "Sayangnya begitu."


Yunita melihat ekspresi kemarahan di wajah Zael. Sementara Nalesha menarik lengan Zael agar segera pergi dari hadapan mereka berdua. Faidan menatap punggung Nalesha.


"Aku tidak percaya harus berakting seperti ini," gumam Nalesha.


"Tahan, sebentar lagi," ucap Zael.


"Aku seperti gadis bodoh yang menyukai suami orang," gerutu Nalesha.


Zael menahan tawa.


Arnav mengangkat gelasnya. "Terima kasih sudah hadir di acara ulang tahunku. Semoga kalian menikmati acaranya, bersulang."


"Selamat ulang tahun untuk Tuan Haden." Semua tamu undangan meneguk wine bersama.


Nalesha tampak romantis dengan Zael. Keduanya saling menatap. Nalesha tersenyum sambil mengakhiri kontak mata.


"Ternyata kau bisa berdansa. Apa di dunia drucless juga sering ada pesta dansa?" Tanya Nalesha.


"Tentu saja." Zael menarik pinggang Nalesha agar lebih dekat padanya. Nalesha agak terkejut, dia menatap wajah Zael.


Zael menatap dalam ke manik abu-abu milik Nalesha. "Aku akan membuat ilusi seakan Faidan berhubungan intim denganmu. Kau harus menyiapkan dialog."


"Berhubungan intim? Kenapa kau berbicara tentang hal vulgar pada seorang gadis di bawah umur?" Kedua pipi Nalesha memerah.


"Oh, maafkan aku."

__ADS_1


Faidan dan Yunita juga sedang berdansa. Mereka menikmati alunan musik sambil menari indah.


Tiba-tiba Zael dan Nalesha tidak sengaja bertubrukan dengan mereka. Sehingga kedua sejoli itu bertukar pasangan. Zael dengan Yunita dan Faidan dengan Nalesha.


Mereka berdansa seolah tidak terjadi sesuatu.


"Nyonya Gumelar, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu. Kau pasti akan terkejut," ucap Zael.


Yunita tampak berpikir. "Apa itu?"


"Ini tentang suamimu."


Zael membawa Yunita ke balkon. Pria itu menunjukkan sebuah video dari ponselnya. Dalam video tersebut terlihat Faidan yang menyentuh betis dan paha Nalesha. Bahkan pria itu akan menciumnya jika Zael tidak segera datang.


"Apa ini pria yang ingin kau pertahankan?" Zael menatap Yunita.


Wanita itu mengalihkan pandangannya. "Bagaimana bisa dia melakukan ini?"


Zael menangkup wajah Yunita kemudian mengecupnya. Sebenarnya itu bukan Zael, tapi ilusi yang Zael buat. Begitu pun dengan Nalesha yang sedang berdansa dengan Faidan.


Zael dan Nalesha asli berdiri di tangga melihat semua tamu ilusi yang dibuat Zael.



...🍂🍂🍂...


^^^17.54 | 23 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^


__ADS_2