
Di dalam pesawat, seorang pria tampak melamun dengan tatapan ke luar jendela. Setibanya di bandara, dia menghubungi seseorang.
"Kak Farhan, aku sudah sampai," ucap pria itu. Tak lain dia adalah Faidan, adiknya Farhan.
"Sopir akan menjemputmu ke bandara."
Setelah beberapa menit menunggu, sopir datang menjemputnya. Dia pun tiba di rumah kakaknya.
"Apa Kak Farhan ada di dalam?" Tanya Faidan.
"Tuan berangkat ke kantor pagi ini," jawab sopir. "Nyonya Gumelar ada di rumah."
"Oh, baiklah. Terima kasih, Pak."
Faidan menekan bel pintu. Yunita yang sedang menonton TV pun harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi menuruni tangga dan membuka pintu utama. Dia melihat pria muda berdiri di depan pintu.
"Kak Yunita?" Sapa Faidan.
"Oh, Faidan, ya?" Tanya Yunita.
"Iya, Kak. Apa kabar?" Faidan memeluk kakak iparnya.
Yunita agak canggung dengan apa yang dilakukan adik iparnya. Perlahan wanita itu membalas pelukan Faidan.
Sementara Farhan masih sibuk di kantornya. Setelah hari mulai gelap dia pun pulang. Pria itu melihat istrinya sedang berbincang hangat dengan seorang pria muda yang tak lain adalah adiknya.
"Sayang." Yunita baru menyadari kehadiran suaminya.
Faidan menoleh pada Farhan. "Kakak."
Farhan mendapatkan pelukan hangat dari adiknya. "Kau makan dengan baik selama di sana, kan?"
__ADS_1
"Tentu saja, setiap hari Kakak mengingatkanku untuk makan."
Hujan turun membasahi bumi. Pelayan menyajikan makanan ke meja. Farhan, Yunita, dan Faidan menikmati makan malam mereka.
"Bagaimana rasanya setelah kembali ke tanah kelahiranmu? Selama berkuliah di sana kau tidak pernah pulang meskipun ada libur panjang," tanya Yunita pada Faidan.
"Rasanya seperti di rumah. Tampaknya Indonesia mengalami banyak perubahan selama aku di Jerman," jawab Faidan.
"Kau bisa tinggal di sini dan bekerja di perusahaan," kata Farhan.
"Terima kasih, Kak. Setelah mengumpulkan uang, aku akan membeli apartemen," kata Faidan.
"Kenapa kau bilang begitu? Kau juga bisa tinggal di sini," ujar Yunita.
Pagi harinya di hutan.
Terlihat Nalesha sedang mengepel lantai yang kotor karena terkena air hujan semalam. Gadis itu tampak telaten, tanpa sadar Zael sedang memperhatikannya.
Pria itu kembali masuk ke rumah. Dia melihat kulkas. Ada banyak bahan makanan di sana. Pria itu pun memasak.
Gadis itu segera menyelesaikan pekerjaannya mengepel. Kemudian dia pergi ke dapur dan melihat Zael memasak.
"Biar aku saja yang melakukannya," kata Nalesha.
"Tidak usah, duduk saja," kata Zael.
"Kau yakin? Maksudku... kau bisa melakukannya?" Tanya Nalesha ragu.
"Aku tinggal di dunia manusia lebih lama darimu," jawab Zael.
"Oh... begitu, kah?" Nalesha pun duduk dan memperhatikan Zael yang membelakanginya.
__ADS_1
"Berapa umurmu?" Tanya Zael.
Nalesha tampak berpikir. "Sekarang 16 tahun."
"Berarti kau lahir 16 tahun yang lalu. Aku sudah 40 tahun berada di dunia manusia," ujar Zael.
"Benarkah? Berarti kau ada di sini sebelum ibuku lahir. Ibuku berusia 38 tahun. Lalu usiamu berapa tahun?" kata Nalesha diakhiri dengan pertanyaan.
"Usiaku adalah usiamu ditambah usia ibumu lalu dikali 20," jawab Zael.
Nalesha tampak berpikir. "Setelah aku hitung, jawabannya 1.120, apa benar? Usiamu 1.120?"
Zael menyajikan makanan ke meja. "Iya, dunia drucless berjalan lebih cepat dari yang kau bayangkan. Selain itu, drucless mulai menua saat usianya memasuki 4.500 tahun."
"Oh, begitu. Seandainya aku menghapus dua angka di belakang, berarti 45. Sama seperti manusia. Usiamu 1.120 tahun. Jika dua angka dihilangkan, usiamu 11 tahun. Artinya kau lebih muda dariku." Nalesha tertawa.
"Tetap saja aku lebih tua darimu mau dilihat dari mana pun," ucap Zael. "Makanlah."
Nalesha tampak semangat melihat menu sarapannya berupa olahan sayuran. Sepetinya Zael sangat pandai memasak.
"Wah, sayuran ini tampak lezat," kata Nalesha.
"Kau bilang kau sedang diet, jadi aku membuat olahan sayuran." Zael duduk bersebelahan dengan Nalesha.
Nalesha melihat steak di piring Zael. "Kau sangat menyukai daging. Kau tidak suka sayur?"
"Steak memberikan kenangan indah untukku," jawab Zael.
"Begitu, ya. Kau punya kenangan dengan daging sapi panggang rupanya."
...🍂🍂🍂...
__ADS_1
^^^16.14 | 22 April 2021^^^
^^^By Ucu Irna Marhamah ^^^