THE PENANCE : PEBINOR

THE PENANCE : PEBINOR
EPILOGUE


__ADS_3


Pangeran Zael Arvanendra adalah putra sulung Ratu Ventalla dari Kerajaan Ventalla yang agung. Kerajaan yang paling besar dan paling kaya di dunia drucless. Semua rakyat Ventalla hidup makmur. Mereka memiliki cadangan emas dan bijih besi yang melimpah.


Tak heran jika Kerajaan Ventalla dibangun dengan emas dan batu murni amethyst. Di dunia drucless, batu amethyst dianggap sebagai batu paling berharga dan langka.


Selain Pangeran Zael, Ratu Ventalla juga memiliki seorang Putri bernama Zienna Vellerien. Jika di dunia manusia, kira-kira Zienna berusia 10 tahunan.


Suatu hari, Ratu Ventalla dan Pangeran Zael sedang berkeliling di istana.


"Putraku, apakah kau mendengar kabar tentang sayembara yang dilaksanakan di Kerajaan Alestra? Siapa pun yang berhasil menangkap guma akan dinikahkan dengan Putri Ivona," ucap Ratu Ventalla.


"Aku mendengarnya dari Pangeran Dariel Zeroun," jawab Zael.


Ratu Ventalla menatap putranya. "Kudengar Putri Ivona sangat cantik, kenapa kau tidak mencoba menaklukan guma untuk Raja Alestra?"


"Aku akan pergi, jika Ibu mengizinkan."


Di hari yang ditentukan, Pangeran Zael pergi bersama Arnav. Pria itu tampak begitu tampan dengan zirah emas dan mantel punggung berwarna ungu.


"Pangeran sudah melihatnya?" Tanya Arnav.


"Melihat apa?" Tanya Zael.


"Putri Ivona, dia sangat cantik mempesona. Rambutnya berwarna putih bercahaya," ucap Arnav sambil tersenyum membayangkan wajah Putri Ivona.


Zael melirik Arnav "Rambut putih? Bukankah itu terlihat seperti uban?"


"Dia sangat cantik, Pangeran. Rambut putih di sini seperti warna emas putih yang mahal," kata Arnav.


"Terserah kau."


Sesampainya di Kerajaan Alestra, para Pangeran yang ikut sayembara memasuki gerbang kerajaan. Para Putri berdiri di balkon memperhatikan para Pangeran berzirah yang datang.


"Lihatlah, dua bersaudara yang tampan itu, Pangeran Dariel dan Pangeran Raefal, mereka sangat tampan." Para Putri begitu antusias.


Para Pangeran juga mendongkak melihat para Putri di balkon istana. Mereka tersenyum melihat gadis-gadis cantik itu.


"Putri Ivona, adakah yang kau sukai?"

__ADS_1


Gadis berambut seputih salju itu menatap Zael yang memandang lurus. Tak sedikit pun pria itu menolehkan wajahnya pada para Putri.


"Dia sangat mempesona," gumam Ivona.


Kerajaan Alestra dekat dengan laut. Para Pangeran berdiri di tepi laut melihat hewan raksasa di dunia drucless bernama guma berenang di permukaan laut. Guma mirip seperti beruang kutub, tapi memiliki taring panjang dan sepasang tanduk tajam di kepalanya. Guma hidup di dua tempat yaitu air dan darat. Ada sekitar 6 ekor guma di sana.


"Guma sangat agresif dan berbahaya. Mereka bisa menusukmu dengan tanduk atau taringnya," kata salah satu Pangeran.


Peraturannya adalah menjinakkan guma tanpa menyakiti apalagi membunuhnya. Jika guma menggeram kesakitan, maka peserta sayembara akan gagal.


Satu per satu Pangeran mencoba menangkapnya, tapi mereka gagal. Entah guma yang menyakiti mereka, atau mereka yang menyakiti guma.


Putri Ivona tampak khawatir. Dia tidak ingin ada pangeran lain yang memenangkan sayembara selain Pangeran Zael.


Raefal mencoba menjinakkannya dengan mengobati salah satu guma yang terluka karena pangeran sebelumnya. Tapi, guma itu malah menyerang Pangeran Raefal, untung saja Pangeran Raefal berhasil menghindar meskipun ujungnya dia gagal.


Pangeran Daeril mencoba dengan rantainya. Dia juga menggunakan pengendali pikiran lewat mata merahnya, tapi itu tidak berhasil.


Putri Ivona menghela napas lega.


Giliran Pangeran Zael. Pria itu berjalan ke tengah lautan. Putri Ivona tampak cemas.


"Dia pengendali pikiran sepertimu?" Tanya Pangeran lain pada Daeril.


Dariel menggeleng sambil tersenyum. Dia melipat kedua tangannya di depan dada. "Dia membuat ilusi dengan kemampuannya."


Para guma bersuara seperti merasa bahagia. Mereka menghampiri Pangeran Zael.


Putri Ivona tampak senang, dia yakin Pangeran Zael akan memenangkan sayembara. Para peserta lain juga tampak menyemangati Pangeran Zael.


Tapi, warna mata Pangeran Zael kembali seperti semula dan para guma itu menyerangnya, tapi Pangeran Zael tiba-tiba berteleportasi ke tepian.


Putri Ivona kecewa.


Lanjut ke Pangeran selanjutnya. Dan didapatlah Pangeran pemenang sayembara, tapi Putri Ivona menolak, karena Pangeran yang memenangkan sayembara tidak terlalu tampan.


Para Pangeran yang hadir cukup terkejut dengan sifat Putri Ivona.


"Entah kenapa, tapi aku bersyukur karena tidak memenangkan sayembara ini," ucap Pangeran Raefal.

__ADS_1


Setelah sayembara selesai tanpa kejelasan, Pangeran Zael menaiki kereta kudanya.


"Tunggu!" Putri Ivona menghampirinya.


Pangeran Zael tidak jadi naik kereta kudanya. Dia menoleh pada Putri Ivona. "Iya?"


"Kenapa kau tidak memenangkan sayembaranya? Apa aku tidak cantik di matamu?" Tanya Putri Ivona kesal.


Pangeran Zael menjawab, "Cantik atau tampan bukan alasan seseorang untuk mencintai. Selain itu, aku memang tidak mampu memenangkan sayembaranya. Bukankan Pangeran lain yang sudah memenangkan sayembara?"


"Aku tidak mau Pangeran itu, aku mau dirimu," ucap Putri Ivona.


"Maaf, tapi aku bukan pemenang sayembara." Pangeran Zael memasuki kereta kudanya.


Putri Ivona menatap kereta kuda yang melaju meninggalkan Kerajaan Alestra. "Sombong sekali pria itu."


"Kenapa tidak memenangkan sayembaranya, Pangeran? Kau tidak lihat Putri Ivona yang cantik itu? Dia bahkan memintamu bersamanya, meskipun kau bukan pemenang sayembara," ucap Arnav menyayangkan keputusan Pangeran Zael.


"Aku hanya datang ke Alestra atas perintah ibuku, bukan untuk memenangkan sayembara," kata Zael.


Arnav memutar bola matanya.


...THE PENANCE...


...T H EĀ Ā  E N D...


...by Ucu Irna Marhamah...


...Lanjut ke THE PENANCE 2...


...Jangan kemana-mana dulu. Ada extra part setelah bab ini....


...Follow : ig @ucu_irna_marhamah...


...@novellova...


...šŸ‚šŸ‚šŸ‚...


^^^09.19 | 23 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah^^^


__ADS_2