THE PENANCE : PEBINOR

THE PENANCE : PEBINOR
TP - 01 - TEMPTATION


__ADS_3

Terlihat sepasang suami istri sedang sarapan bersama. Mereka tampaknya adalah keluarga yang bahagia. Tinggal di rumah mewah, suaminya memiliki perusahaan sendiri, dan istrinya juga mempunyai perusahaan fashion.


Mereka tidak pernah hidup berkekurangan.


Setelah sarapan, suaminya berangkat kerja. Dia mengecup kening istrinya. "Sayang, aku berangkat, ya."


Wanita itu tersenyum. "Hati-hati, Sayang."


Pria bernama Farhan Gumelar itu adalah pemilik Gumelar Group. Istrinya, Yunita Gumelar merupakan seorang designer ternama.


Di kantor, Farhan sedang memeriksa laporan seperti biasa. Terdengar suara pintu ruangannya diketuk.


"Masuk."


Pintu dibuka, ternyata karyawannya yang masuk.


"Silakan duduk."


Pria itu duduk berhadapan dengan Farhan. Tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu, tapi dia ragu mengatakannya.


"Ada apa, Ripan?" Tanya Farhan.


"Emm... sebenarnya saya mau minta izin untuk besok," ucap Ripan.


"Izin ke mana? Kau tahu, kan, kantor kita saat ini sedang sibuk sekali. Satu orang karyawan izin, pekerjaannya tidak bisa dilanjutkan, karena tidak ada gantinya," ujar Farhan.


"Tapi, Pak. Istri saya mau melahirkan. Prediksi dokter antara besok atau lusa," kata Ripan.

__ADS_1


Farhan tampak berpikir. "Memangnya melahirkan bisa diprediksi seperti itu, ya?"


Ripan tidak berani menjawab.


"Jadi, istrimu sedang hamil tua dan dalam masa pra persalinan, ya? Baiklah, saya akan memberimu cuti sampai istrimu melahirkan," kata Farhan sambil tersenyum.


"Bolehkah?" Tanya Ripan yang terkejut dengan keputusan bosnya.


"Tentu saja... dan selamat, Ripan. Kau akan menjadi seorang ayah." Farhan tersenyum.


Ripan menarik tangan Farhan dan menyalaminya. "Terima kasih, Pak, terima kasih, terima kasih banyak."


"Oh, iya... sama-sama." Farhan tersenyum.


Yunita sedang berada di perusahaannya. Wanita itu sedang menggambar sketsa gaun di tabletnya yang akan menjadi produk terbaru perusahaannya.


"Hitam, merah, biru gelap...."


Sementara itu di tengah hutan yang rimbun, tampak sebuah rumah mewah berdiri dengan megahnya. Cukup aneh rumah sebesar itu bisa berada di tengah-tengah hutan.



Di dalam rumah tersebut, tepatnya di ruang makan, terlihat seorang pria yang memakai sweater ungu duduk di meja makan. Dia tampak melamun. Tiba-tiba seorang gadis bercepol dua muncul dari dapur. Gadis itu menyajikan sebuah steak sapi ke meja.


"Selamat makan, Zael. Steak sapi setengah matang yang lezat untukmu." Gadis cantik itu duduk di samping pria itu.


Zael menatap daging di hadapannya. "Ini tampak lezat. Kau sudah makan, Nalesha?"

__ADS_1


"Aku makan sayuran rebus, karena aku sedang diet. Tampaknya lemak-lemak mulai bermunculan di perutku, jadi aku harus diet sekitar 8 bulan untuk menghilangkannya. Hanya sayuran yang bisa menolongku saat ini," ceroscos Nalesha.


"Oh, baguslah." Zael menyantap steak sapi itu. Nalesha memperhatikan Zael yang memakan steak-nya. Tampaknya Zael menikmatinya.


"Apa rasanya lezat?" Tanya Nalesha.


"Iya, aku menyukainya. Kau selalu membuat steak yang sempurna," kata Zael.


Nalesha tersenyum senang. Meskipun ekspresi Zael selalu datar, tapi pujian yang dilontarkannya terdengar tulus.


"Ada yang kau perlukan lagi?" Tanya Nalesha sambil menuangkan air ke gelas dan memberikannya pada Zael.


"Tidak ada." Zael. menerima gelas tersebut dan meminumnya.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Jika membutuhkan sesuatu, panggil saja, aku ada di belakang memberi makan ikan." Nalesha berlalu pergi meninggalkan Zael yang masih menyantap steak-nya.



(Zael)



(Nalesha)


...🍂🍂🍂...


^^^17.44 | 22 April 2021^^^

__ADS_1


^^^By Ucu Irna Marhamah^^^


__ADS_2