The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 10


__ADS_3

"Aku mau liat Yuna di bawah, Aku ke bawah duluan gapapa? Kamu jangan sampai kecapean nanti beresin baju, Kalo udah gak kuat biarin aja" ucap Nathan.


"Em" Ara mengangguk mengiyakan dengan senyuman nya. Nathan tersenyum juga melihat nya dan kembali menutup pintu ruang ganti. Ara kembali membereskan yang tersisa dengan cepat, Dia tidak pernah merepotkan pelayan di sana akibat tidak enak.


Malam hari nya.


"Nak kok Ara belum ke bawah juga?" tanya Nita.


Nathan mendongakkan kepala nya menatap ke atas dan setelah itu menatap ke lift. "Tadi dia masih beresin baju baju di ruang ganti" jawab Nathan.


"Loh kok dia beresin sendiri gak suruh pelayan aja?" tanya Andre.


"Dia bilang gak ada kerjaan makanya beresin sendiri yah" jawab Nathan.


"Kamu panggil aja dia ajak ke bawah, Kalo belum selesai nanti suruh bibi aja yang lanjutin, Kalo dia gak mau paksa buat turun makan malam" ucap Nita.


Nathan mengangguk mengiyakan nya. "Kalian mau ikut papa ke atas?" tanya Nathan kepada kedua anak nya yang sudah berada di rumah itu dan giliran Okta tidur di sana.


"Enggak pa" jawab kedua nya bersamaan. Nathan tidak menjawab nya dan menaiki anak tangga dan menuju ke kamar nya.


"Sayang kamu belum selesai?" tanya Nathan saat masuk ke dalam kamar tapi tidak menemukan wanita nya. Nathan tidak menemukan wanita nya di dalam ruang ganti membuat nya menatap ke seluruh sudut ruangan dan masih belum menemukan wanita nya.


Ckleek


Pintu terdengar terbuka dan itu adalah pintu kamar mandi, Nathan menoleh ke arah pintu dan terlihat istri nya baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk bukan baju handuk. "Sejak kapan kamu disini?" tanya Ara yang kaget akan kehadiran suami nya.


"Aku nyari kamu tadi, Bunda sama yang lain nungguin kita di bawah buat makan malam" jawab Nathan dan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang.


"Tumben kamu mandi jam segini, Biasa nya sebentar lagi" ucap Nathan.


"Aku datang bulan dan gak bisa mandi kayak biasa nya" jawab wanita itu dan langsung berlalu masuk ke dalam ruang ganti. Ara mengganti pakaian nya dengan cepat dan setelah itu kembali keluar dan ternyata suami nya masih menunggunya di luar.

__ADS_1


"Ayo turun" ajak Ara. Nathan menatap ke arah wanita nya dan wanita nya sudah mengenakan baju seperti biasa. Nathan mengangguk mengiyakan nya dan berdiri dari duduk nya dan langsung berjalan keluar dengan mendahului wanita nya. Ara mengikuti nya dari belakang dan menutup pintu kamar.


Saat hendak menuruni anak tangga kaki wanita itu terhenti. "Ah perutku" ucap wanita itu dengan memegang perut nya yang sangat sakit. Mata nya terpejam mencoba menghilangkan sedikit rasa sakit dan kembali menuruni anak tangga dengan memaksakan diri nya.


Tubuh yang lemah tidak bisa menahan keseimbangan, Mata nya langsung terpejam. "Mama" teriak Okta saat melihat Ara yang hampir saja terjatuh ke bawah. Nathan langsung membalikkan tubuh nya, Mata nya membulat dan langsung menangkap tubuh wanita nya agar tidak terbentur, Tubuh yang kekar nampak menahan wanita nya agar tidak terjatuh ke bawah.


"Sayang" Nathan memegang dagu wanita nya memastikan jika wanita nya baik baik saja.


"Ara" Nita langsung menaiki anak tangga untuk memastikan jika anak nya tidak apa apa. Nathan yang tidak mendapatkan jawaban dari wanita nya ataupun respon saat tangan nya memukul pelan wajah wanita nya langsung menggendong wanita itu dan membawa nya kembali ke atas.


Nathan menendang pintu yang tertutup hingga terbuka dan langsung menidurkan wanita nya di atas ranjang. Wajah nya nampak hawatir, Nita, Andra, Yuna dan juga Okta ikut ke atas melihat keadaan Ara. Nathan mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi dokter, Tidak seperti biasa nya dia mengandalkan orang untuk menghubungi dokter tapi sekarang dia sendiri yang akan mengubungi dokter.


"Cepat kerumah, Aku tidak peduli kau dimana cepat kerumah" tegas lelaki itu dan meletakkan ponsel nya di samping ranjang.


"Dia kelelahan sampai pingsan kayak gini Nat?" tanya Nita yang nampak hawatir.


"Gak tau juga bun" jawab nya dan mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya.


"Sayang bangun, Kamu kenapa?" Nathan berusaha membangunkan wanita nya seperti membangunkan saat wanita nya tidur.


"Cepat periksa istriku" ucap Nathan. Dokter mengangguk mengiyakan nya dan berjalan mendekat ke arah Nathan, Nathan menggeserkan tubuh nya hingga duduk di dekat kepala wanita nya. Tangan nya mengusap wajah sedikit memucat itu. Dokter mulai memeriksa Ara dengan hati hati dan setelah selesai dia menatap Nathan.


"Dia kenapa?" tanya Nathan.


"Nona seperti nya kesakitan perutnya tuan" jawab dokter.


"Sakit perut kenapa? Dia tidak biasa nya seperti ini" ucap Nathan.


"Nona datang bulan makanya dia bisa sakit perut, Dan akibat kelelahan dia bisa tidak sadarkan diri seperti ini di tambah sakit perut nya, Ini tidak bahaya tuan, Ini sudah biasa terjadi pada wanita menstruasi" jelas dokter.


Dahi lelaki itu mengerut, Dia sebenar nya belum mengerti akan penjelasan itu dan ingin bertanya lebih banyak. "Bisa di sembuhkan bukan?" tanya Nathan.

__ADS_1


"Tidak bisa tuan, Hanya saja untuk menghilangkan sedikit sakit ada obatnya" jawab dokter.


"Berikan obatnya" Nathan menatap lekat wajah wanita nya. Dokter mencari obat dan dia menemukan nya.


"Ini tuan" ucap dokter dengan menyodorkan obat kepada Nathan.


"Terima kasih" Nathan menerima nya dan kembali menatap wanita nya.


"Kalau tidak ada lagi yang perlu saya periksa, Saya permisi tuan" pamit dokter. Nathan tidak menjawab nya dan masih menatap wanita nya dengan perasaan hawatir.


"Papa mama kenapa?" tanya Yuna.


Nathan menoleh ke arah anak nya.


"Mari saya antar dok" ucap Nita sopan.


"Tidak usah nyonya, Saya permisi" ucap dokter. Nita mengangguk mengiyakan nya dan dokter langsung berlalu dari sana.


"Mama tidak apa apa sayang" jawab Nathan dengan senyuman nya.


"Tapi mama belum bangun" ucap Yuna.


"Mama kecapean makanya belum bangun, Kamu sama Okta turun aja makan ya sama nenek sama nenek sama kakek ya" ucap Nathan.


"Mama dan papa?" tanya Okta.


"Papa nanti makan sama mama" jawab Nathan dengan senyum nya.


"Ayo sayang kita turun makan malam ayo, Mama sama papa kamu nanti mereka makan" ajak Andre.


"Nanti papa sama mama makan beneran ya?" ucap Yuna.

__ADS_1


"Iya" jawab Nathan dengan senyuman nya. Andre membawa kedua cucu nya untuk turun ke bawah begitupun dengan Nita yang juga ikut ke bawah bersama suami dan kedua anak nya.


"Sayang bangunlah" ucap Nathan dengan mengusap kepala wanita berharap wanita nya bangun.


__ADS_2