
Krekkk
"Ah" tangan wanita yang jauh lebih lemah dari lelaki membuat Teo dengan sangat mudah memutarkan tangan nya membuat wanita itu kesakitan.
Polisi langsung menahan Teo saat memutarkan tangan Ara. Di jauhkan Teo dari Ara dan juga Nathan dan kembali membawa nya masuk ke dalam sel. "Lepasin" teriak Teo dengan memberontak meminta di lepaskan.
"Tangan kamu...."
"Ini gapapa, Ayo pulang" potong Ara dengan senyum nya menatap suami nya tersebut meskipun tangan nya terasa sangat sakit akibat putaran yang cukup keras dari Teo tadi.
"Ah sakit banget" guman Ara dengan menggerakkan tangan nya mencoba membuat tangan nya kembali normal.
Nathan dan juga Ara berjalan menuju ke mobil yang terparkir tepat di depan kantor polisi itu. "Mama" Yuna langsung menghamburkan pelukan nya kepada Ara saat Ara masuk.
"Ah" Ara nampak kesakitan saat anak nya tersebut menghimpit tangan nya yang di putar oleh Teo tadi.
"Sayang jangan kayak gitu, Mama kesakitan duduk di belakang lagi ya" ucap Nathan dengan melepaskan anak nya tersebut dari istri nya dan kembali meletakkan nya di belakang.
"Kamu gak sekolah sayang?" tanya Ara yang tidak terlalu memperdulikan tangan nya yang sedikit sakit menurut nya.
"Mama sakit, Gimana Yuna mau sekolah dengan tenang" jawab Yuna dengan wajah masih menghawatirkan ibu nya begitupun dengan Nathan yang juga cukup menghawatirkan wanita nya namun dia tidak terlalu memperlihatkan nya dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah.
"Okta mana?" tanya Ara.
"Dia duluan tadi masuk kelas ma" jawab Yuna sedangkan Nathan hanya diam dan terus saja berpokus ke kemudi nya.
"Papa kamu belum ke kantor?" bisik Ara kepada Yuna yang berdiri di antara nya dan juga suami nya.
"Belum, Yuna minta antar pulang sama papa tadi" jawab Yuna.
__ADS_1
"Kakak gak ke kantor?" tanya Ara kepada suami nya. Nathan hanya diam tidak menjawab ataupun menghiraukan pertanyaan tersebut dan berpokus saja ke kemudi nya membuat Ara memasang sedikit wajah bingung namun langsung tersadar dengan kenapa suami nya mengacuhkan nya.
"Kalo kakak mau ke kantor Ara sama Yuna bisa naik taxi aja, Kakak berangkat aja ke kantor, Turunin kita di sana" ucap Ara dengan menunjuk ke arah halte yang berada di depan.
Nathan masih belum menjawab dan terus saja berpokus ke kemudi nya hingga membuat Ara langsung terdiam tidak mengeluarkan suara untuk mengajak suami nya tersebut berbicara. "Sini sayang duduk sama mama" ucap Ara dengan menggendong anak nya.
"Ah" wanita itu nampak benar benar kesakitan hingga Nathan menghentikan mobil nya tepat di halaman rumah keluarga nya dengan Yuna yang berhasil duduk di pangkuan Ara.
"Yuna papa udah bilang tadikan kamu di belakang aja" ucap Nathan tanpa ekspresi.
"Iya pa, Maaf" jawab Yuna yang saat ini sudah berada di pelukan Ara.
"Yaudah turun ayo" ucap Nathan dan turun terlebih dahulu. Ara membukakan pintu bagian nya namun pintu itu terlebih dahulu di buka oleh Nathan.
"Papa yang gendong ya" ucap Nathan dengan mengambil alih buah hati nya tersebut dari istri nya dengan tas istri nya juga di ambilkan oleh nya.
"Ayo" Nathan membantu wanita nya untuk keluar dan setelah itu menutup pintu mobil tersebut dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan pintu yang di bukakan oleh penjaga.
"Sayang" Nita langsung memeluk menantu nya tersebut.
"Bunda jangan meluk Ara erat erat gitu" ucap Nathan dan melepaskan pelukan ibu nya dari istri nya.
"Kenapa? Ara ada yang sakit sayang badan kamu?" tanya Nita dengan menyentuh bahu, Tangan, Perut dan melihat kaki Ara memastikan jika menantu nya tersebut baik baik saja.
"Enggak bunda, Ara baik baik aja" jawab Ara dengan senyum nya.
"Nathan gak jadi ke kantor, Kami ke atas dulu" pamit Nathan kepada ayah nya yang duduk di ruang utama dan berlalu dari sana bersamaan dengan istri nya yang di genggam oleh nya.
"Dari mana emang nya Ara bunda?" tanya Andre.
__ADS_1
"Bunda juga gak tau yah, Kan Nathan tadi gak jawab" jawab Nita dan kembali mendudukkan tubuh nya di samping suami nya tersebut.
"Kamu temenin mama di sini bentar ya, Papa mau tarok ini di ruang ganti bentar" ucap Nathan dengan meletakkan Yuna di atas ranjang begitupun dengan Ara yang sudah duduk di atas ranjang.
Nathan langsung berlalu dari sana meletakkan seluruh barang bawaan nya di tempat. "Okta sekolah sendiri?" tanya Ara dengan menggendong anak nya naik kembali ke pangkuan nya.
"Tadi ada om Yuda sama tante Inggit dateng waktu Yuna sama papa mau pulang, Bibi juga sama Okta, Okta gak sendiri ma" jawab Yuna dan turun dari atas pangkuan ibu nya.
"Badan mama ada yang sakit? Yuna pijitin ya" ucap Yuna dan memijat kaki Ara.
"Eh gak usah, Badan mama gak ada yang sakit kok sayang, Sini duduk lagi" ucap Ara yang kembali meletakkan anak nya di atas pangkuan nya.
"Yuna mau main sama nenek sama kakek?" tanya Nathan yang sudah mengenakan baju santai nya.
"Enggak, Yuna mau nemenin mama" jawab Yuna dan memeluk ibu nya.
"Yuna pijitin ya ma?" tanya Yuna kembali dengan tatapan sedih akibat ibu nya nampak tidak baik baik saja.
"Gak usah, Mama gapapa" jawab Ara yang memeluk erat anak itu dengan mengusapkan kepala nya.
"Yuna udah jarang di giniin sama mama" ucap Yuna dengan memejamkan mata nya akibat meras sangat nyaman di pelukan ibu nya yang sudah cukup lama tidak ia dapatkan.
"Kamu main sama kakek sama nenek terus makanya jarang diginiin" jawab Ara yang kembali mengusap kepala anak nya tersebut dan meletakkan anak nya di pangkuan nya.
"Sayang mamakan lagi sakit, Yuna ke bawah sama kakek sama nenek gapapa?'' tanya Nathan dengan mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya dan mengusap kepala anak wanita nya tersebut.
"Tapi pa Yuna hari inikan gak masuk sekolah buat nemenin mama, Kok papa nyuruh Yuna buat kebawa?" tanya Yuna kepada ayah nya yang mengusir nya.
"Kalo gak mau yaudah Yuna di sini aja nemenin mama dulu ya" jawab Nathan dengan mengusap kepala anak nya tersebut.
__ADS_1
Ara tidak menjawab percakapan anak dan suami nya dan hanya mata nya saja yang membelalak kesana kemari menatap anak dan lelaki nya. Nathan menoleh ke arah istri nya dan terlihat wanita itu langsung membuang pandang dari nya. "Jangan kamu kira ada Yuna kakak lepasin kamu" ucap Nathan dengan wajah datar nya.
"Lepasin apaan?" tanya Ara dengan wajah bingung nya. Nathan tidak menjawab nya dan kembali berdiri dari duduk nya dan menuju ke kursi sofa yang ada di kamar dan mendudukkan tubuh nya di sana.