
"Nathan istri lo ini lagi ngegoda lo, Nanti kalo lo langsung nyergap dia bakal di kira kalo lo mudah di goda, Sabar" guman Nathan dan memejamkan mata nya mencoba menahan apa yang seharus nya tidak di tahan.
Ara kembali memundurkan tubuh nya dan menatap wajah suami nya. "Kakak dengar Ara kan?" tanya Ara dengan tersenyum menatap suami nya.
Nathan tidak menjawab nya dan hanya diam. "Udah turun, Kakak mau ganti celana" ucap Nathan yang baru ingat dengan celana nya yang kotor itu.
"Ara lepasin?" tawar Ara. Wajah Nathan seketika memerah saat mendengar pertanyaan tersebut.
"Enggak, Enggak" tolak Nathan dan kembali membuang pandang nya.
Ara menatap lekat wajah suami nya. Keringat nampak keluar dari dahi suami nya. "Kakak kepanasan? Lepasin baju nya biar gak kepanasan" ucap Ara yang terus saja mencoba menggoda suami nya.
"Mau Ara bantu?" tawar Ara kembali. Nathan menatap kesal ke arah istri nya tersebut dan nampak sangat kesal.
"Setuju" ucap Ara dan dengan sigap langsung membuka baju yang di kenakan suami nya hingga menampakkan tubuh indah milik suami nya.
"Wah" ucap Ara yang kagum melihat roti sobek milik suami nya dengan tangan yang melempar ke sembarang arah baju yang di lepaskan nya tadi.
"Kamu liat apa?" ketus Nathan saat melihat istri nya yang sangat memperhatikan perut nya. Ara tidak menjawab nyaz Pikiran jernih yang sudah hilang dari otak nya saat ini membuat tangan wanita itu perlahan menyentuh bagian yang cukup jarang di sentuh oleh nya.
Nathan belum mengeluarkan reaksi apapun dan hanya diam menatap wajah istri nya yang nampak senang melihat tubuh nya. Tangan nakal wanita itu mulai mengikuti bentuk dari tubuh nan indah milik suami nya tersebut dengan wajah senang nya saat mengikuti garis yang sangat jelas itu. "Shit" umpat Nathan saat jari istri nya mengelilingi pusar nya.
"Kak Ara menginginkan kakak" bisik Ara dan langsung ******* bibir suami nya dengan tangan yang melingkar di leher suami nya. Nathan membalas ******* dari istri nya tersebut hingga beberapa menit menikmati ciuman itu akhir nya Ara memilih untuk menjelajahi seluruh tubuh suami nya menggunakan lidah nya yang lincah.
Ara berbuat seperti apa yang pernah di buat Nathan kepada nya tapi Nathan masih saja tidak mengeluarkan ekpresi apapun dan tersenyum. Mulut nya berhenti di bagian dada suami nya tapi tangan nya terus turun ke bawah hingga sampai ke tujuan nya.
Ara meremas milik suami nya yang sudah berdiri itu hingga membuat pertahanan Nathan hancur seketika. "Tidak ada orang yang pernah menyentuh milikku dan dia, Ah yang pertama" guman Nathan yang masih saja menyembunyikan keinginan nya.
Hanya memerlukan beberapa detik untuk Ara memainkan milik suami nya Nathan langsung menarik tubuh kecil itu dan membaringkan nya. "Udah berani kamu hem?" tanya Nathan kepada istri nya yang berada di bawah nya.
"I'm your wife" jawab Ara dengan tatapan mata yang penuh nafsu menatap suami nya.
"Baik kakak ikutin mau kamu" balas Nathan dan membalas perlakuan istri nya dan mereka menghabiskan siang hari yang panjang itu dengan bercinta melepaskan rindu satu sama lain.
Setelah mendapatkan keinginan masing masing kedua nya langsung terbaring lelah dengan Ara yang masih di atas suami nya. "Lelah sekali" ucap Ara dengan nada perlahan dan nafas naik turun dengan cepat dan memejamkan mata nya.
__ADS_1
"Salah kamu sendiri yang minta" jawab Nathan yang juga ngos ngosan. Ara tidak menjawab nya dan tertidur pulas di pelukan suami nya.
Nathan tidak mengantuk tapi dia hanya lelah. Telinga yang tidak mendengar lagi suara istri nya membuat mata nya langsung menatap ke wajah istri nya dan terlihat wanitanya sedang tertidur. "Kakak sayang dan cinta sama kamu" bisik Nathan dengan mencium pucuk kepala istri nya yang sedang tertidur dan langsung memeluk tubuh kecil itu.
"Ara juga sayang dan cinta sama kakak" balas Ara dengan nada sangat rendah dan membalas pelukan dari suami nya.
Malam hari nya.
"Kak" panggil Ara kepada suami nya yang masih membuka lemari.
"Em" jawab Nathan tanpa menatap wanita itu.
"Ara ke bawah duluan" ucap Ara.
"Em" jawab Nathan kembali yang masih belum menatap istri nya. Ara yang tidak mendapatkan respon yang di harapkan oleh nya pun langsung mendekat dan mencium bibir suami nya sekilas dan setelah itu langsung berlari keluar ruang ganti.
"Ara nunggu kakak di bawah, Dah" teriak Ara dan melambaikan tangan nya kepada suami nya.
"Hah" Nathan tertawa kecil saat melihat tingkah istri nya.
"Seenggak nya gue udah dapet kasih sayang sama cinta dari dia dan dia cuma pokus ke keluarga gue, Makasih Dew udah jagain dia sebelum gue balik ngejemput dia" ucap Nathan dengan tersenyum lebar menatap poto nya dan juga sepupu nya tersebut.
"Malam bun, Yah" sapa Ara dengan wajah gembira nya.
"Malam sayang" jawab Nita dan memegang punggung menantu nya tersebut hingga duduk di samping nya.
"Papa mana ma?" tanya Yuna saat tidak melihat papa nya turun.
"Masih di atas sayang, Kamu mau makan apa?" tanya Ara kepada anak anak nya tersebut.
"Apa aja" jawab Yuna dan Okta bersamaan dengan tersenyum lebar menatap ibu nya tersebut.
"Malam" sapa Nathan dengan senyum nya dan mendudukkan tubuh nya di samping istri nya. Ara tidak memperdulikan nya dan menyiapkan makanan untuk anak anak nya, Untuk suami nya dan juga untuk nya.
Setelah menyiapkan makanan dia memberikan nya kepada masing masing mereka dan mereka melahap makanan tersebut dengan cukup lahap. "Tadi kalian dari mana?" tanya Nita dengan mengambil makanan tanpa menatap anak dan menantu nya tersebut.
__ADS_1
"Dari olahraga bunda"
"Dari makam"
Nathan dan Ara menjawab bersamaan dengan Nathan yang berbohong dan Ara yang jujur. Nita, Andre dan kedua anak mereka menatap mereka secara bergantian dengan wajah bingung. "Mana yang bener? Kalian pergi kemana?" tanya Nita kembali yang belum mendapatkan kepastian.
"Makam"
"Olahraga"
Kedua nya kembali menjawab bersamaan dengan kali ini Ara yang berbohong. Ara menatap ke suami nya dan suami nya juga menatap ke arah nya dengan tatapan bingung begitupun dengan keempat orang yang masih menunggu jawaban dari kedua nya. "Mama, Papa, Kok beda beda sih jawaban nya?" tanya Okta yang nampak ikut bingung.
"Iya ma, Pa, Tadi mama bilang ke makam papa olahraga abis itu kebalikan nya pula" sambung Yuna pula yang ikut di buat bingung oleh Ara dan Nathan.
"Mana yang bener? Kalian ke makam atau ke olahraga?" tanya Andre dengan memasang wajah serius nya.
Ara dan Nathan menatap satu sama lain. "Makam yah" jawab kedua nya bersamaan dan kembali melahap makanan.
"Nah ginikan enak jawaban nya sama dan gak bikin bingung" ucap Nita yang kembali melahap makanan nya begitu pula dengan yang lain nya.
"Ke makam buat apa ma, pa?" tanya Yuna menatap kedua orang tua nya. Ara dan Nathan kembali menatap satu sama lain, Sedikit bingung ingin menjawab apa dan jikapun menjawab jujur tidak tau ingin menjelaskan nya dari mana.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1