The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 14


__ADS_3

"Mama kalo mama gak kuat Yuna bisa jalan" ucap Yuna.


"Enggak mama kuat kok, Ayo" Ara masuk ke dalam lift dan lift membawa mereka turun ke bawah, Saat lift terbuka kedua nya langsung keluar dengan Yuna yang masih berada di gendongan Ara sang ibu.


"Bunda, Ayah" sapa Ara saat samai di bawah dan melihat kedua mertua nya. Nita dan juga Andre langsung menoleh ke arah nya.


"Mama Yuna mau turun" ucap Yuna. Ara mengiyakan nya dan menurunkan anak nya ke bawah.


"Kalian udah turun, Nathan di mana?" tanya Nita yang tidak menemukan anak nya.


"Kak Nathan masih di atas bunda" jawab Ara.


"Yaudah ayo kita sarapan duluan" ajak Andre dan menggendong cucu satu satu nya. Kedua wanita yang tersisa mengiyakan nya dan mereka berjalan bersama ke dapur. Saat sampai semua nya langsung mendudukkan tubuh di atas kursi yang ada dengan Andre di tengah, Nita di samping suami nya dan Ara di hadapan Nita begitupun dengan Yuna yang duduk di samping Nita.


"Yuna mau makan apa?" tanya Ara dengan mengambilkan piring untuk anak nya.


"Roti aja ma" jawab Yuna.


"Biar bunda aja yang siapin ya sayang, Kamu duduk aja" ucap Nita yang mengambil alih roti dan juga selai dari tangan Ara.


"Pagi bunda, Ayah" sapa Nathan yang baru saja sampai dan mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya. Ara menatap ke arah suami nya dan nampak suami nay sudah rapi dengan menggunakan kemeja tanpa jas.


"Kamu mau makan apa kak?" tanya Ara.


"Biar aku yang nyiapin makanan buat kita" ucap Nathan dan mengambil roti.


"Kamu mau makan roti?" tanya Nathan yang kurang yakin akan wanita nya mau memakan itu. Andre dan Nita menatap ke arah menantu dan anak nya secara bergantian tapi tidak dengan Yuna yang melahap makanan dengan lahap.


"Iya" jawab Ara dengan senyum nya.


"Kamu mau pakai keju atau coklat aja?" tanya Nathan yang mengetahui apa saja yang di inginkan oleh wanita yang sedang datang bulan.

__ADS_1


"Keju aja" jawab Ara. Nathan mengiyakan nya dan beranjak berdiri dari duduk nya, Dia berjalan mendekat ke arah kulkas dan membuka nya, Di ambil nya keju di dalam sana dan di parut oleh nya. Nita bisa mengerti akan Ara yang tidak bisa menolak begitupun dengan Andre yang hanya memikir jika menantu nya sakit sedangkan Nathan dia sudah biasa memanjakan wanita nya apa lagi keadaan wanita nya sedang tidak baik baik saja.


Setelah selesai menyiapkan makanan untuk istri nya dia kembali ke tempat awal nya dan mendudukkan tubuh nya kembali di samping wanita nya. "Makanlah" Nathan menyodorkan makanan yang sudah di siapkan oleh nya.


"Terima kasih" jawab Ara dan mengambil makanan itu. Nathan menyiapkan makanan pula untuk nya dengan mata yang memantau istri nya. Ara nampak lahap makan makanan yang ia berikan tadi dan membuat lelaki itu tersenyum senang akan wanita nya yang makan dengan lahap.


Setelah semua nya selesai makan bibi membereskan bekas makan mereka dan semua nya pergi dari dapur dan menuju ke ruang tengah. "Bunda kami pergi" ucap Ara dan bersalaman dengan kedua mertua nya.


"Hati hati ya sayang" jawab Nita dengan mengusap kepala menantu nya begitupun dengan Andre.


"Salam dulu sayang sama nenek sama kakek" ucap Ara kepada anak nya. Yuna mengiyakan nya dan menyalami nenek dan kakek nya yang di balas ciuman di pipi yang menggemaskan itu oleh nenek dan kakek nya sedangkan Nathan dia sudah berada di dalam mobil.


"Sayang ayo" teriak Nathan dari dalam mobil. Ara mengangguk mengiyakan nya tanpa mengeluarkan suara apapun dan berjalan ke arah mobil dan masuk ke dalam nya.


Nathan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah baru anak nya. "Kak" panggil Ara dan itu membuat Nathan menoleh ke arah nya.


"Em" jawab Nathan. Ara diam belum mengeluarkan suara lagi.


"Em, Gak jadi" jawab Ara dengan senyum dan nada keraguan nya. Dahi Nathan mengerut saat diri nya di buat penasaran oleh istri nya tapi tidak mungkin dia bertanya sekarang karna sekarang dia sedang mengemudi.


"Mungkin ada Yuna makanya dia gak lanjutin ucapan nya" guman Nathan dan menghentikan mobil tepat di parkiran sekolah baru anak nya. Yuna nampak tersenyum lebar menatap sekolah nya yang sangat cantik, Besar dan juga luas.


"Wah" Yuna nampak kagum akanq sekolah nya yang mewah sangat berbeda dengan sekolah nya sewaktu di bandung.


"Ayo turun" ajak Ara dan menggendong anak nya dan turun dari mobil bersama. Nathan ikut turun dari mobil dan mendekat ke arah wanita dan juga anak nya saat sudah menghidupkan keamanan mobil.


"Aku aja yang gendong" ucap Nathan dengan mengambil alih tubuh anak nya tapi Yuna tidak mau.


"Yuna mau jalan aja pa, Ma" ucap Yuna dan langsung turun dari pelukan Ara. Ara tidak menjawab nya, Yuna mulai melangkah kan kaki nya melewati lorong kelas dengan di ikuti oleh kedua orang tua nya dari belakang.


"Tampan sekali Nathan dari dekat"

__ADS_1


"Iya dia sangat tampan"


"Istri nya juga cantik"


"Tapi istri nya terlalu sederhana"


"Iya tidak cocok dengan Nathan yang memiliki reputasi yang tinggi dan banyak nya penggemar"


"Tapi bukannya istri nya itu juga terkenal?"


"Entahlah aku juga gak tau, Tapi aku gak kenal sama istri nya"


"Mereka berdua juga jarang mengabdikan momen bersma bukan?"


"Aku saja baru melihat istri nya, Aku selalu lewat di depan kantor nya tapi tidak pernah melihat wanita itu"


"Kampungan sekali gaya wanita itu"


"Iya tidak pantas menemani Nathan yang kaya dan tampan"


"Anak yang di hadapan mereka itu siapa? Apa anak pungut?"


Banyak lagi ucapan yang menyinggung perasaan Ara. Nathan menghentikan langkah kaki nya dan menggenggam tangan wanita nya dan setelah itu dia langsung membalikkan tubuh nya. "Apa yang kalian katakan tadi?" tanya lelaki itu dengan wajah datar nya dan tangan menggenggam erat tangan wanita nya tanpa ingat akan anak nya yang sudah terlebih dahulu berjalan.


"Kami tidak mengatakan apa apa" jawab salah satu ibu ibu akan pertanyaan Nathan. Rahang lelaki itu nampak mengeras, Ara langsung menarik tangan lelaki itu dan langsung menggelengkan kepala nya.


"Yuna udah duluan, Ayo kita susul" ucap Ara dan melepaskan tangan yang di tarik nya hanya untuk memberitahu ucapan nya tadi.


Ara langsung melangkahkan kaki dengan cepat dan menyusul anak nya. "Sayang kau ini berjalan duluan gak liat mama di belakang?" tanya Ara dengan menggapai tangan anak nya.


"Sekali lagi kalian berbicara yang tidak baik tentang istri ku akan saya habisi kalian, Jika bukan kalian kemungkinan usaha usaha suami kalian, Meski saya tidak tau kalian dari keluarga apa. Tapi saya tegaskan sekali lagi jaga ucapan kalian jangan sampai ucapan kalian menyakiti hati istri dan juga anakku jika masih ingin hidup tenang" ucap Nathan dengan wajah datar nya nada datar tapi penuh dengan ancaman.

__ADS_1


"Sayang tunggu" teriak Nathan dan langsung menyusul anak dan istri nya.


__ADS_2