The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 11


__ADS_3

"Nanti papa sama mama makan beneran ya?" ucap Yuna.


"Iya" jawab Nathan dengan senyuman nya. Andre membawa kedua cucu nya untuk turun ke bawah begitupun dengan Nita yang juga ikut ke bawah bersama suami dan kedua anak nya.


"Sayang bangunlah" ucap Nathan dengan mengusap kepala wanita berharap wanita nya bangun.


"Bawakan makanan ke atas" perintah Nathan melalui telpon dan kembali meletakkan telpon di tempat nya.


Nathan mengambil minyak telon milik anak nya dan membuka baju istri nya bagian perut dan setelah itu menuangkan beberapa tetes minyak telpon di atas nya. "Sayang ayo bangun" Nathan kembali mencoba membangunkan wanita nya dengan mengusap kepala nya.


"Kenapa belum bangun juga?" tanya Nathan saat tidak melihat reaksi istri nya. Nathan menuangkan kembali minyak telon ke tangan nya dan mengusap nya setelah itu memberikan wanita nya untuk mencium nya.


"Sayang ayo bangun" Nathan mengusap tangan nya dan berusaha membuat istri nya bangun dengan mencium minyak telon yang ia gosok di tangan nya. Mata istri nya perlahan terbuka akibat mencium bau minyak telon tadi dan itu membuat Nathan tersenyum gembira.


"Syukurlah kamu udah bangun" ucap Nathan saat melihat mata wanita nya terbuka sempurna. Nathan langsung berdiri dari duduk nya dan masuk ke dalam kamar mandi, Dia membersihkan tangan nya yang bekas minyak telon dengan bersih dan setelah itu kembali keluar dari kamar mandi dan kembali mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya.


"Kak perutku sakit" ucap Ara dengan wajah kesakitan dan tangan yang memegang perut.


"Iya aku tau, Ayo duduk dulu makan abis itu minum obat" ucap Nathan dan membantu wanita nya untuk duduk. Ara nampak kesusahan untuk duduk karna perut yang sakit membuat nya kesusahan. Nathan mendudukkan tubuh istri nya dengan pelan nampak jika tubuh wanita itu lemah.


"Tuan" panggil bibi. Nathan membalikkan tubuh nya tapi tidak dengan Ara yang bersandar di kepala ranjang.


"Bawa ke sini bi" ucap Nathan. Bibi mengiyakan nya dan masuk ke dalam kamar dan memberikan makanan kepada Nathan. Nathan menerima nya dan meletakkan mampan dan juga air di samping ranjang sedang makanan di tangan nya.


"Terima kasih bi, Bibi boleh kembali ke bawah" ucap Nathan.

__ADS_1


"Saya permisi tuan" pamit bibi. Nathan tidak menjawab nya dan menyiapkan makanan ke dalam sendok untuk istri nya.


"Kamu mau makan ini?" tanya Nathan. Ara menatap makanan itu nampak jika dia tidak mau makan makanan itu.


"Iya" jawab nya berbohong agar tidak merepotkan lelaki nya. Nathan menyodorkan sendok yang berisi makanan itu dan Ara menerima nya dengan berat hati dan melahap makanan itu.


Nathan kembali menyendokkan makanan untuk wanita nya dan dia memperbanyak sayuran di dalam nya. "Berikan aku dikit aja sayuran nya" ucap Ara saat melihat banyak nya sayuran hijau di atas sendok yang hendak di sodorkan lelaki nya.


"Baik" Nathan mengurangi sayuran dan memperbanyak potongan ikan di atas sendok itu. Ara langsung melahap nya tanpa di sodorkan oleh suami nya dan itu membuat Nathan kebingungan.


"Aneh sekali" guman nya menatap bingung ke arah wanita nya. Bagaimana tidak dia kebingungan dia tidak pernah mengatasi wanita yang sedang datang bulan.


tok..tok..tok


"Ada apa bi?" tanya Nathan.


"Ini nyonya membuat kan kue untuk nona" jawab bibi dengan membawakan kue keju. Ara tidak menjawab nya dan hanya menatap datar dengan wajah pucat nya akibat masih sedikit kesakitan makanya dia hanya diam.


"Bawakan ke sini" ucap Nathan. Bibi mengangguk mengiyakan nya dan masuk ke dalam kamar dan meletakkan nya di samping ranjang di mana tempat minuman milik Ara tadi.


"Saya permisix pamit bibi dengan sopan nya kepada Nathan. Nathan tidak menjawab nya, Dia hanya diam dan kembali menyuapi wanita nya.


Sudah suapan ke lima Ara sudah tidak sanggup lagi untuk makan dan ikan sudah tersisa tulang saja oleh nya. "Aku udah kenyang kak" ucap Ara saat Nathan hendak menyuapi nya kembali. Nathan yang sedang menatap nya beralih menatap ke piring yang di pegang oleh nya dan terlihat lauk nya sudah habis dan tinggal sayuran dan juga nasi putih saja di dalam nya.


"Pantas saja sudah kenyang, Makanan nya sudah habis" ucap Nathan dan menurunkan tangan nya yang memegang sendok. Nathan meletakkan piring yang masih cukup banyak nasi dan sayuran di dalam nya di samping ranjang dan mengambil gelas yang berisikan minuman.

__ADS_1


"Minum" Nathan membimbing wanita nya untuk minum.


"Aku bisa minum sendiri" ucap Ara dan mengambil alih gelas yang di pegang oleh suami nya. Nathan tidak menjawab nya dan membiarkan wanita nya untuk minum sendiri tanpa bimbingan.


Nathan mengalihkan mata nya dan melihat kue yang di bawakan oleh bibi tadi."Aku minta satu" ucap Nathan dan mengambil satu potong kue keju yang ada di piring di samping ranjang itu.


"Em, Ngapain di makan?" tanya Ara saat melihat suami nya melahap kue untuk nya yang di buatkan oleh Nita.


Nathan menghentikan mulut nya yang sedang mengunyah itu dan menatap ke arah istri nya yang nampak marah kepada nya. "Aku minta satu, Itu juga masih banyak" jawab Nathan akan pertanyaan itu dan kembali mengunyah makanan yang ada di mulut nya.


"Tapikan bunda bikin nya buat aku bukan buat kamu" ucap Ara dengan wajah kesal nya akibat makanan nya di makan.


"Siapa bilang?" tanya Nathan.


"Bibi tadi bilang gini 'Nyonya membuatkan kue ini untuk nona'" Ara menirukan cara bicara bibi tadi hingga membuat Nathan kebingungan. Ara nampak menatap tajam ke arah nya dengan wajah datar nya membuat Nathan mengurungkan niat nya untuk melahap makanan yang baru saja berada di bibir nya.


"Yaudah ini ambil, Gak usah liat gitu juga" ketus Nathan dengan memberikan makanan yang sudah di gigit itu.


"Udah bekas baru mau ngasih" ucap Ara dengan mengambil makanan itu. Ara menggerakkan sedikit tubuh nya ke samping dan mengambil makanan, Belum juga sampai perut nya kembali sakit.


"Ah" Ara kembali duduk seperti semula, Salah satu tangan nya memegang perut nya dan itu membuat Nathan kembali hawatir akan wanita nya. Nathan membalikkan tubuh nya dan berdiri dari duduk nya. Kedua tangan nya memegang lengan wanita nya dan kembali membantu istri nya untuk duduk seperti semula.


"Udah tau sakit perut masih aja mau gerak" ucap Nathan dan kembali mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya tapi tubuh nya membelakangi wanita nya.


Tangan lelaki itu mengambil obat yang di berikan oleh dokter tadi dan membuka nya dan setelah itu kembali mengambilkan air yang tersisa tidak terlalu banyak di gelas.

__ADS_1


__ADS_2