
"Beneran?" tanya Nathan dan mengusap dahi wanita nya tersebut yang terhalang oleh rambut poni nya.
"Jangan ganggu" ketus Ara saat suami nya hendak menyibak poni nya. Nathan menatap tajam ke arah wanita nya tersebut dan nampak Ara sedang merapikan kembali poni nya.
Mata lelaki itu terhenti saat melihat bekas luka yang ada di dahi istri nya tersebut. "Bekas luka di dahi kamu gak bisa hilang?" tanya Nathan dengan menatap tajam wanita nya tersebut. Dia ingat apa yang menyebabkan dahi istri nya itu terluka.
Ara terdiam saat mendengar pertanyaan tersebut. Hal yang sudah cukup lama dia lupakan kembali lagi teringat oleh nya, Bayangan kekasih nya yang berlumuran darah kembali menghantui pikiran nya. Mata wanita itu terpejam, Nafa nya naik turun dengan cepat dengan tangan yang menggenggam sprei yang di duduki nya saat ini. Nathan bisa mendengar nafas yang naik turun dengan cepat itu. "Sayang kamu kenapa?" tanya Nathan dan memegang tangan istri nya yang nampak panik itu.
Ara tidak menjawab nya dan masih saja nampak ketakutan. Nathan mulai hawatir akan wanita nya yang nampak tidak tenang itu, Di genggam nya tangan kecil yang menggenggam sprei tersebut dan langsung di dekap nya tubuh mungil itu. "Tenang sayang, Tenang" ucap Nathan dengan mengusap kepala istri nya mencoba menenangkan wanita itu.
"A-ara takut" ucap Ara dengan gelagapan dan tubuh yang gemetaran.
"Gak usah takut ya, Ada kakak kok, Gak bakal terjadi apa apa" jawab Nathan yang terus saja mencoba menenangkan wanita tersebut dengan memberikan apa yang biasa nya membuat istri nya tersebut tenang.
"Ara ayo tenang, Tenang itu udah lalu" guman Ara yang mencoba menenangkan diri nya sendiri, Mencoba kembali seperti semula, Menenangkan perasaan nya dengan perkataan hati nya.
"Tapi kak Dewa...."
"Ah dada ku sakit sekali" ucap Ara yang memikirkan kekasih nya yang sudah tiada itu.
"Ara tenang ra, Kamu udah punya Nathan, Ayo bisa lupain Dewa yok bisa yok" guman Ara kembali dan menarik nafas panjang mencoba menenangkan diri nya.
Ara mendongakkan kepala nya, Wajah sedih sangat terlihat di wajah suami nya. "Udah sayang ya gak usah takut lagi" ucap Nathan dan memeluk erat tubuh itu meskipun hati nya sedikit sakit saat istri nya yang masih saja mengingat almarhum Dewa yang sudah lama meninggal itu.
Ara tidak menjawab nya, Tidak bisa di pungkiri jika dia masih saja menyimpan nama Dewa di hati nya. "Mungkin jika tidak karna kehilangan Dewa dia tidak akan menjadi istri ku" guman Nathan yang merasa sangat sakit hati akan istri nya yang masih terus menerus mengingat Dewa.
"Maafin Ara kak" guman Ara dan memeluk erat tubuh suami nya.
__ADS_1
"Huh, Tuhan aku tidak apa apa" guman Nathan dan membuang nafas panjang dengan memejamkan mata nya mencoba agar baik baik saja di hadapan istri nya yang sedang tidak baik baik saja itu.
"Istirahat ya, Gak usah banyak pikiran lagi" ucap Nathan kepada istri nya. Ara menganggukkan kepala nya mengiyakan ucapan suami nya. Nathan membaringkan perlahan tubuh nya yang masih di peluk oleh istri nya itu.
"Selamat malam" bisik Nathan dengan mencium dahi wanita nya tersebut. Ara tidak menjawab nya dan memejamkan perlahan mata nya.
Beberapa menit Nathan mencoba memejamkan mata nya untuk ikut tidur bersama istri nya tapi dia tidak bisa, Dia tidak bisa tidur dengan pikiran yang terus saja kemana mana. Nathan memilih berdiri dari duduk nya dan melepaskan perlahan tangan yang memeluk tubuh nya itu. "Dewa sangat berarti ya untuk mu hingga waktu beberapa tahun ini tidak bisa membuat mu melupakan nya?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah istri nya yang sedang tertidur di hadapan nya.
"Cukup berharga, Tapi kau lebih berharga" guman Ara yang belum tidur karna dia juga tidak bisa tidur.
Nathan mencium dahi wanita nya. "Semoga kamu ketemu sama Dewa di mimpi supaya gak sedih kayak gini lagi" ucap Nathan dengan tersenyum menatap istri nya. Dia berdiri dari duduk nya dan langsung berlalu dari sana.
Ara membuka mata nya dan menatap kepergian suami nya yang menjauh dari nya. "Maafin Ara kak" ucap Ara dengan wajah sedih nya saat mendengar ucapan demi ucapan dari mulut suami nya yang di dengarkan nya tadi.
"Nathan? Belum tidur nak?" tanya Andre yang baru saja keliar kamar dan melihat Nathan turun dari tangga.
"Belum yah" jawab Nathan dengan nada malas dan berjalan ke dapur, Dia mengambil minuman dan menuangkan nya ke dalam gelas yang ada di hadapan nya.
"Enggak, Nathan haus makanya ke bawah" jawab Nathan dengan tersenyum mencoba menutupkan kesedihan nya.
"Tuhan bantu aku untuk pokus ke suami ku dan melupakan kak Dewa, Aku mohon" ucap Ara yang nampak memohon kepada yang maha kuasa yang mampu membolak balikkan perasaan.
"Beneran Nathan? Kamu jangan bohong sama ayah" ucap Andre yang tidak percaya akan jawaban anak nya.
"Beneran yah, Nathan gapapa" jawab Nathan.
"Nathan ke atas lagi" pamit Nathan dan kembali menaiki anak tangga dan kembali ke kamar nya.
__ADS_1
"Gimana ngebujuk kak Nathan? Dia pasti kecewa banget" ucap Ara. Nathan membuka pintu kamar nya tersebut dan langsung melihat istri nya yang tengah duduk di atas ranjang. Ara juga menoleh ke arah suami nya tersebut dan terlihat lelaki itu menatap nya.
"Eh kok bangun?" tanya Nathan dengan senyum nya berusaha baik baik saja seakan tidak terjadi apa apa.
"Kakak gak ada tadi makanya ke bangun" jawab Ara dengan senyum nya pula menatap suami nya. Nathan berjalan mendekat ke arah istri nya tersebut dan kembali naik ke atas ranjang.
"Tidur lagi, Udah malam" ucap Nathan dan membaringkan tubuh nya dengan tubuh yang di balik nya membelakangi istri nya.
Ara menatap lekat punggung suami nya yang membelakangi nya tersebut. "Kak...."
"Tidur udah malem" ucap Nathan dan memejamkan mata nya saat mendengar sedikit suara istri nya dia langsung memotong nya.
"I-iya" jawab Ara dan kembali membaringkan tubuh nya. Ara menatap ke suami nya yang masih saja berbalik tubuh dari nya dan masih membelakangi nya.
"Harus berani minta maaf" guman Ara dan mendekat ke arah suami nya. Dia langsung memeluk tubuh kekar suami nya tersebut.
"Kak maafin Ara" bisik Ara dengan nada pelan dan menenggelamkan wajah nya di punggung suami nya. Nathan hanya diam dan mendengar ucapan istri nya saja.
"Ara gak maksud tadi buat kakak kecewa sama Ara yang masih belum seratus persen ngelupain kak Dewa, Tapi Ara sayang sama kakak lebih dari apapun, M-masalah perasaan Ara sama almarhum kak Dewa, Ara emang masih belum bisa ngelupain dia, Dia udah nemenin Ara beberapa tahun waktu Ara lagi down jadi susah buat Ara ngelupain dia sampe seratus persen, Ara beneran minta maaf kak" jelas Ara dan menundukkan kepala nya merasa bersalah kepada suami nya.
Nathan masih belum menjawab nya. Ara yang tidak mendengar ucapan suami nya mengangkat sedikit tubuh nya dan menatap wajah suami nya. Nathan yang merasa istri nya bergerak langsung memejamkan mata nya berpura pura tidur. "Ternyata udah tidur" ucap Ara dengan wajah kecewa nya saat melihat mata suami nya terpejam.
.
.
.
__ADS_1
.
.