
Nathan masuk ke dalam mobil dan menatap istri nya yang nampak masih tersenyum malu. Nathan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya untuk cepat sampai memerlukan ke pokusan ke kemudi agar tidak terjadi apa apa.
Sesampai di rumah mereka langsung turun begitupun dengan Yuna dan juga Okta. "Nenek, Kakek kita pulang" teriak Yuna dan Okta bersamaan saat berada di dalam rumah.
"Nona kecil, Nyonya dan tuan besar sedang keluar" ucap pelayan kepada Yuna dan juga Okta.
"Yah kitakan mau main sama nenek sama kakek" jawab kedua nya dengan wajah sedih di tinggalkan oleh nenek dan kakek nya.
"Main sama papa sama mama aja ayo di atas" ajak Ara.
"Gimana Okta mau?" tanya Yuna.
"Gak ada nenek sama kakek jadi kita gangguin mama sama Papa aja, Ayo" ajak Okta dan menaiki lift untuk menuju ke kamar kedua orang tua nya begitu pula dengan Nathan dan juga Ara yang ikut dari belakang.
"Hey gak usah lari gitu" teriak Ara saat anak anak nya berlari keluar lift saat lift terbuka dan masuk ke dalam kamar nya dan juga suami nya.
"Udah gak usah di marahin" ucap Nathan dan merangkul pinggang istri nya dan membawa nya ikut masuk ke kamar untuk bermain.
"Ganti baju dulu, Sini" ucap Ara dengan sudah menyiapkan baju kedua anak nya.
Nathan yang sudah selesai mengganti baju nya mendudukkan tubuh nya di samping istri nya dan mengambil pakaian Yuna untuk membantu istri nya mengurus anak nya sedangkan Ara tidak mengganti baju nya. "Sini" Ara menggendong Okta ke atas tapi di tegah oleh Nathan.
"Biar papa yang gendong ya kan?" tanya Nathan dan meletakkan kedua anak nya di hadapan nya dan juga istri nya. Okta berada di hadapan Ara dan Yuna di hadapan Nathan.
Ara tidak menjawab nya begitupun dengan kedua anak nya, Ara melepaskan pakaian Okta dan setelah itu mengenakan nya dengan pakaian baru begitupun dengan Nathan. "Udah bisa main" teriak Yuna dan meloncat di atas ranjang tersebut hingga membuat Okta langsung ikut hingga loncatan mereka bisa membuat Ara dan Nathan ikut bergerak.
"Awas jatuh" ucap Ara yang takut mereka terjatuh.
"Kamu terlalu hawatir, Gak usah hawatir jatuh pun mereka gak nangis"
Brukk
"Aaa, Mama" teriak Yuna yng terjatuh tapi dia tidak menangis.
"Eh" Ara langsung turun dari ranjang tapi tidak dengan Nathan yang duduk santai dan tidak yakin akan anak nya yanh kesakitan karna sudah ada karpet lembut dan tebal di bawah.
"Tuh kan udah mama bilang hati hati, Jatuhkan jadi nya" ucao Ara dan menggendong anak nya itu kembali naik ke atas.
"Pa, Papa gak mau gitu romantis romantisan sama mama kayak di film film?" tanya Okta kepada ayah nya saat Ara sibuk menenangkan Yuna yang berpura pura menangis.
__ADS_1
"Hah?" tanya Nathan saat mendengar pertanyaan anak nya.
"Kayak di film film papa ngajakin mama makan malam yang tempat nya itu di kelilingin lilin cantik terus papa pasangin cincin ke tangan mama" jawab Okta.
Nathan terdiam dan menatap tajam anak nya. "Kamu tau dari mana adegan film film kayak gitu?" tanya Nathan dengan melototkan mata nya menatap anak nya.
"Dari nenek" jawab Okta dengan santai nya.
"Udah ya sayang jangan nangis, Gak sakit kok, Shut, Shut" Ara menenangkan anak nya dan mendudukkan tubuh nya di samping suami nya.
"Pantesan betah sama bunda, Di kasih cuci mata" guman Nathan dengan menatap tajam ke arah Okta.
"Mama udah lepasin Yuna" ucap Yuna yang membuat Ara langsung kebingungan.
"Kamu kan tadi nangis jadi mama tenangin" ucap Ara.
"Yuna gak nangis mama, Udah yuk Ok kita lanjutin main" jawab Yuna dan turun dari ranjang dan mengambil box mainan yang ada di dalam kamar ayah dan ibu nya.
"Hah? Aneh banget sih" ucap Ara dengan wajah kebingungan bercampur kesal menatap anak nya.
Ara mengalihkan pandang nya ke samping. "Ah, Astaga kakak" teriak Ara saat terkejut melihat Nathan yang wajah nya berada sangat dekat dengan nya.
"Aneh sama kayak mereka" ketus Ara saat suami nya yang malah tertawa.
"Tapi emang beneran aneh loh mereka, Masa Okta bilang gini sama aku tadi, Ehem 'Papa gak mau gitu romantis romantisan sama mama kayak di film film' gitu" ucap Nathan dengan meniru Okta berbicara kepada nya tadi.
"Abis itu?" tanya Ara.
"Abis itu 'Kayak di film film papa ngajakin mama makan malam yang tempat nya itu di kelilingin lilin cantik terus papa pasangin cincin ke tangan mama' nah gitu, Aneh gak sih? Mereka yang masih kecil udah tau gituan?" tanya Nathan yang kembali menirukan anak nya berbicara.
"Pasti kakak yang ngajarin gitu" ucap Ara dengan melototkan mata nya menatap suami nya dan malah menuduh suami nya.
"Ih enggak, Bunda yang ajarin kata mereka" jawab Nathan.
"Eh tapi bunda gak salah sih ngajarin gitu supaya mereka bilang sama kita, Toh kita emang gak pernah ngelakuin hal hal romantis kayak gitu kan?'" tanya Nathan dengan tersenyum menatap istri nya.
"Gak perlu yang gituan" jawab Ara akan pertanyaan suami nya dan membuang pandang nya dari suami nya.
"Perlu banget itu, Perlu" ucap Nathan menegaskan jika hal tersebut perlu bagi nya.
__ADS_1
"Gak perlu" balas Ara.
"Perlu" jawab Nathan yang tidak mai mengalah.
Muahhh
Ara mencium pipi lelaki nya. "Itu gak perlu kakak" jawab Ara yang nampak sedikit malu setelah mencium wajah suami nya. Nathan menatap me istri nya saat mood nya sedang naik untuk berdebat istri nya malah meruntuhkan mood nya tersebut dengan hanya sebuah ciuman. Wajah wanita itu nampak memerah malu akibat sudah mencium suami nya sendiri tadi hingga hal tersebut membuat Nathan memiliki ide untuk menggoda istri nya.
"Kita udah bertahun tahun ngebina rumah tangga kita, Kok kamu masih malu gitu?" tanya Nathan menggoda istri nya berharap anak anak nya ikut berbunyi dan membantu nya menggoda ibu mereka.
"Dih siapa yang malu" jawab Ara dan membuang pandang nya dari suami nya dan mengangkat kepala nya.
"Sayang mama kalian masih malu malu sama papa, Padahal udah punya kalian tapi mama kalian masih aja malu malu mau cium papa duluan" Nathan mengadu kepada kedua anak nya.
"Mama jangan malu malu sama papa, Papa aja suka malu maluin masa mama malu malu depan papa" jawan Yuna saat mendengar ucapan Nathan.
"Apaan sih" ucap Ara dengan kesal kepada suami nya yang memancing anak nya ikut berbicara.
"Sayang mama marahin papa, Padahal papa cuma mau ngelakuin yang kalian minta, Heee" teriak Nathan kepada anak anak nya dengan menirukan anak kecil menangis.
"Mulai" ucap Yuna kepada Okta. Okta menganggukkan kepala nya dan kedua nya berdiri dari duduk mereka dan langsung menuju ke ranjang.
"Mau naik" ucap kedua nya yang masih belum sampai untuk naik ke ranjang sendiri. Ara menaikkan kedua anak nya itu ke atas ranjang.
Yuna dan Okta langsung memeluk tubuh ayah nya. "Papa, Mama emang jahat, Mama gak mau nurutin kemauan kita, Hiksss" ucap Okta yang menyusul drama dari ayah nya.
"Iya pa, Mama jahat pa, Jahat" sambung Yuna pula yang sudah cocok menjadi pemeran sinetron suara hati anak.
"Dih" Ara nampak geli saat melihat drama yang di mainkan anak anak dan juga suami nya tersebut dan hanya memperhatikan nya dahulu.
"Mama jahat, Mama jahat, Heh" ucap Nathan yang kembali berdrama dan memeluk kedua anak nya.
.
.
.
.
__ADS_1