The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 20


__ADS_3

Ting tong


Ara memencet bel dan satpam yang bertugas langsung keluar. "Mencari siapa nona?" tanya satpam saat melihat Ara.


"Mencari Sheyla, Apa dia ada?" tanya Ara yang berharap jawaban baik.


"Sebentar" ucap penjaga dan langsung menelpon ke rumah.


"Halo nyonya, Di depan ada yang mencari nona Sheyla" ucap penjaga tersebut.


Ibu Fikri langsung membuka tirai kamar nya dan terlihat Ara yang datang berkunjung, Wanita yang hampir saja membuat menantu nya gila datang ke rumah nya membuat nya kesal. Dia membenci Ara yang sudah menghancurkan hidup menantu nya hingga membuat menantu nya tidak bisa menemani pertumbuhan cucu nya.


"Suruh dia pergi, Jangan biarkan dia masuk" jawab ibu fikri dan langsung memutuskan telpon.


Penjaga keluar dari tempat dan kembali ke dekat Ara. "Gimana? Sheyla ada?" tanya Ara kembali dengan tersenyum lebar menatap penjaga.


"Maaf nona Sheyla tidak ada" jawab penjaga.


"Dia masih marah dengan aku?" guman Ara saat mendengar jawaban penjaga.


"Baiklah terima kasih" ucap Ara dan langsung membalikkan tubuh nya. Kaki nya melangkah menjauh dari rumah tersebut, Hari yang sudah hampir gelap membuat Ara langsung menghentikan taxi yang melintas di hadapan nya.


Drittt


Ponsel Ara berbunyi menandakan ada yang menghubungi nya, Ara langsung mengambil ponsel nya yang berada di dalam tas nya tersebut dan terlihat nama suami nya di layar ponsel nya.


"Halo kak" ucap Ara saat telpon sudah di angkat.


"Kamu di mana? Kakak cariin kamu di cafe kamu turun tadi tapi kamu nya gak ada" ucap Nathan yang sekarang berada di tempat turun nya istri nya tadi.


"Ara dalam perjalanan pulang" jawab Ara.

__ADS_1


"Oh udah pulang, Pantesan gak ada" ucap Nathan.


"Yaudah Ara matiin telpon nya" ucap Ara dan langsung mematikan telpon tanpa persetujuan suami nya.


"Eh kok di matiin?" guman Nathan saat telpon sudah terputus. Nathan tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut dan masuk ke dalam mobil nya, Dia langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya.


Ara dan Nathan sampai bersamaan di rumah dengan menaiki kendaraan yang berbeda. "Kok gak bilang sama kakak kalo udah pulang?" tanya Nathan dengan merangkul bahu istri nya.


"Kakak gak nanya" jawab Ara. Nathan tidak menjawab nya dan hanya tersenyum karna memang salah nya yang tidak bertanya terlebih dahulu, Kedua nya masuk ke dalam rumah dan mata Ara langsung tertuju kepada jam dinding yang ada di ruang utama.


"Udah jam delapan, Kamu mau makan apa, Kita makan dulu" ucap Nathan.


"Kakak ke atas duluan aja biar Ara yang siapin makanan" jawab Ara dan langsung berlalu ke dapur tanpa memerlukan jawaban suami nya.


"Aneh" guman Nathan dan menaiki lift menuju ke kamar nya sedangkan Yuna dan Okta sudah tertidur di kamar mereka kata Nita yang memberitahu lewat pesan singkat.


Nathan memilih untuk membersihkan tubuh nya sedangkan Ara menyiapkan makanan untuk nya dan juga suami nya di dapur. Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian nya Nathan langsung turun dan menemui istri nya di dapur.


"Aku mau ketemu sama dia, Mau ngomong tapi dia..."


"Ara astaga" teriak Nathan dan langsung mematikan kompor yang berasap. Ara langsung sadar akan lamunan nya dan menatap suami nya.


"Kamu mau bakar rumah?" tanya Nathan dengan wajah datar nya menatap istri nya. Ara menatap ke arah masakan nya dan masakan nya nampak gosong.


"Maaf" jawab Ara dengan nada rendah dan mendekat ke arah kompor untuk membereskan nya.


Nathan kembali di buat bingung oleh wanita itu dan hanya memperhatikan nya. "Udah gak usah masak lagi, Ini udah cukup" ucap Nathan dengan wajah datar nya saat istri nya hendak kembali memasak.


"Em baik" jawab Ara dengan nada lemah dan rendah, Dia melepaskan celemek yang di kenakan nya dan langsung berlalu dari sana tanpa memperdulikan suami nya. Pikiran nya terus saja di hantui rasa bersalah kepada Sheyla membuat nya mengacuhkan suami nya hari ini.


"Efek datang bulan kali" ucap Nathan dan membawa makanan yang ada ke atas.

__ADS_1


"Ah tuhan, Boleh gak sih ngeluh capek?" guman Ara dengan menatap bayangan nya di kaca kamar mandi.


"Sayang ayo makan" teriak Nathan dengan membawa makanan yang di masak istri nya tadi.


"Ara di kamar mandi" teriak balik Ara.


"Cepetan mandi nya, Makan" ucap Nathan.


"Iya" jawab Ara dan langsung mandi. Selesai mandi dia langsung keluar dengan menggunakan pakaian yang lengkap.


"Sini makan" ucap Nathan dengan menggeserkan sedikit tubuh nya agar istri nya bisa duduk di sebelah nya. Ara mengiyakan nya dan mendudukkan tubuh nya tepat di samping suami nya.


Ara menyalakan televisi sedangkan Nathan sudah memulai makan nya. Acara yang di ulang oleh televisi tentang Nathan yang mengadakan komprensipers tadi membuat Ara langsung memperhatikan nya dan mendengar ucapan demi ucapan.


Nathan yang baru sadar akan itu suara nya langsung menoleh ke arah televisi, Mata nya membulat saat melihat tayangan tersebut, Niat hati ingin menyembunyikan masalah itu dari istri nya tapi sekarang istri nya malah menonton bersama nya. Ara menatap tajam ke arah suami nya. "Udah matiin gak ada gunanya nonton ini" ucap Nathan dan langsung mematikan televisi itu hingga membuat Ara kembali menatap tajam ke arah nya.


"Kakak ngapain ngomong gitu ke publik?" tnya Ara dengan wajah datar nya.


"Kakak gak mau orang terus terusan ngomongin masa lalu kamu" jawab Nathan.


"Tapi kakak gak boleh ngomong gitu, Dengan kakak ngomong gitu nanti bakal pengaruhin perusahaan kakak, Usaha kakak, Ara gapapa kok di omongin ini lah itulah gapapa asal jangan nanti masalah Ara jadi pengaruh buat usaha kakak" balas Ara yang tidak suka akan pembelaan suami nya.


"Gapapa kalo pengaruhin usaha kakak, Itu usaha kakak yang ngebangun sendiri jikapun jatuh gapapa yang penting gak ada lagi yang gangguin kamu atau ngomong jelek tentang kamu" jawab Nathan.


Ara terdiam, Pikiran nya sat ini entah kemana, Masalah yang di harapkan nya selesai saat bersama suami nya kembali nyata nya belum seratus persen selesai. "Ara gak tau lagi mau ngomong apa" ucap Ara dan memilih melahap dengan cepat makanan nya.


"Jikapun memang mereka gak suka sikap ataupun kamu setidak nya mereka gak ngehujat kamu" ucap Nathan.


"Biarin mereka ngeluarin pendapat mereka, Mereka lagi ngoreksi kita, Itu hak mereka" jawab Ara. Nathan menatap tajam wanita nya nampak ada yang berbeda dan ada sedikit keanehan di wanita nya.


"Kamu baik baik aja kan?" tanya Nathan dengan menyingkirkan rambut yang menghalangi mata nya menatap wajah cantik istri nya.

__ADS_1


__ADS_2