
"Nathan?, Ara kenapa emangnya nak? Dia sakit?." tanya Nur yang seketika langsung hawatir dan bangkit dari tidurnya tersebut.
"Sayang kenapa?." tanya Mamat yang terbangun akibat gelombang kasur yang sangat terasa ditubuhnya.
"Enggak bi, Ara gak sakit cuma......" Nathan menoleh kearah istrinya tersebut namun tidak dengan Ara yang tubuhnya masih membelakangi suaminya.
"Ara lagi hamil bi, Dia bilang......"
"Hah? Ara hamil?." terik bi Nur sehingga membuat Nathan menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Hah? Ara hamil?." tanya Mamat yang berada disebelahnya namun Nur tidak menjawab dan masih memasng wajah senangnya.
"I-iya bi, Dia kebangun jam segini dan mau makan masakan bibi, Dia gak mau Nathan yang masakin atau orang lain, Dia cuma mau masakan bibi." jelas Nathan secara singkat dengan wajah sedikit tidak enak.
"Ah iya iya sayang bibi pulang sekarang, Tunggu bibi ya." Nur yang senang langsung bangkit dari tidurnya dan bergegas mencuci muka.
"Ayo kita pulang." ajak Nur saat suaminya masih menatap bingung kearahnya yang mengganti baju.
"Pulang kemana?." tanya Mamat.
"Indonesia, Cepat." Nur langsung keluar dari kamar tersebut.
"Bentar ya sayang ini bibi otw pulang, Nungguin paman bentar, Bilang sama Ara sabar ya." ucap bi Nur dengan wajah senangnya.
"I-iya bi, Makasih sebelumnya." balas Nathan yang masih sedikit tidak enak.
"Iya gapapa sayang, Bilang sama Ara bibi sekarang dalam perjalanan pulang." balas Nur dengan senang dan langsung mematikan ponselnya.
Nathan menoleh kepad istrinya namun istrinya sama sekali tidak menoleh kepadanya. "Mau makan makanan yang lain sebelum bibi datang sayang?." tanya Nathan dengan mengusap kepala wanita itu. Ara langsung menggelengkan kepalanya menandakan jika dia tidak mau.
"Kamu kan kelaparan, Nanti kamu kenapa kenapa kalo gak makan dan......"
"Nanti kalo aku gak kuat makan makanan bibi gimana? Aku belum laper banget sekarang, Jadi gabakal terjadi apa apa kok, Kakak tenang aja ya." potong Ara dengan tersenyum tulus sebb dia benar belum lapar dan hanya mau makanan bi Nur bukan makanan lainnya.
"Beneran?." tanya Nathn yang tidak mempercayainya.
__ADS_1
"Iya beneran." jawab Ara dengan tersenyum manis menatap suaminya tersebut.
"Yaudah kalo laper nanti bilang." ucap Nathan dengan membalas senyuman tersebut. Ara menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan suaminya.
"Masih mau tidur?." tanya Nathan dengan mengusap lembut kepala istrinya dengan posisinya yabg sedikit menyender.
"Enggak, Mau nunggu bibi dateng." jawab Ara dengan wajah senang.
"Yaudah." Nathan tidak berbicara banyak tentang itu dengan tangan yang terus memainkan rambut wanitanya dan mata yang membelalak entah kemana.
Sudah Hampir tiga puluh menit mereka menunggu dan hal tersebut membuat Ara mengantuk begitupun dengan Nathan. "Makasih loh kak udah beraniin buat nelpon bibi nyuruh dia pulang." mata yang sayu langsung terpejam dengan diperhatikan oleh suaminya.
Ara langsung memeluk perut suaminya tersebut dan kembali tertidur. "Aku bakal lakuin apapun supaya kamu seneng." balas Nathan dengan tersenyum lebar dan ikut memejamkan matanya.
Ckleekkk
Pintu ruangan terbuka. Alamat rumah sakit yang diketahui oleh Mamat dari Nathan yang mengirimkan pesan membuat mereka hanya tinggal menanyakan ruangan tempat Ara dirawat. "Mereka tidur." bisik Mamat agar istrinya tidak langsung menyambar.
Nathan bisa mendengar suara pintu terbuka dan langkah kaki yang mendekat kearahnya membuat lelaki itu langsung terbangun. "Bibi, Paman." ucap Nathan yang mencoba melepaskan tangannya namun dia ingat jika istrinya berbaring dilengannya.
Bi Nur langsung menggelengkan kepala nya menandakan dia tidak mengharuskan Nathan bangun dari rebahan nya. "Yaudah kalian tidur aja dulu, Bibi sama paman duduk disana." ucap Mamat dengan senyumnya kepada Nathan.
"Gapapa, Udah tugas paman." jawab Mamat dengan senyumnya dan mengistirahatkan dirinya begitupun dengan Nur.
Besoknya Ara terbangun terbung terlebih dahulu dan mengusapkan kepalanya kedada suaminya tersebut sehingga membuat Nathan yang merasakan ada yang menyentuhnya ikut terbangun. "Bibi udah pulang kak?." tanya Ara dengab mata menatap suaminya.
"Bibi disini sayang." jawab Nur dengan senyumnya sebab sedari tadi sudah bangun begitupun dengan Mamat.
Ara membalikkan tubuhnya dengan Nathan yang duduk terlebih dahulu. "Pelan pelan." ucapnya saat Ara hendak duduk dengan memposisikan bantal untuk istrinya bersandar.
"Bibi baru dateng?." tanya Ara.
"Tadi pagi bibi sama paman sampe, Ini bibi udah masakin makanan buat kamu." ucap Nur dengan tersenyum lebar dengan tangan yang menyodorkan makanan yang ia masak kepada Ara.
Ara menatap kepada suaminya dan Nathan melemparkan senyuman kepadanya sehingga Ara langsung mengambil makanan tersebut. "Bibi sama paman udah makan kan?." tanya Ara.
__ADS_1
"Udah, Tenang aja, Bibi sama paman udah makan duluan." jawab Mamat dengan senyumnya.
"Kakak ayo makan bareng." ajak Ara akan suaminya.
"Kamu makan sendiri aja, Kakak bantu suapin." jawab Nathan dengan senyumnya dengan tubuh yang sudah duduk dihadapan istrinya tersebut.
Nathan menyuapin wanitanya makanan yang dimasak oleh bi Nur dengan Bi Nur dan Mamat yang tersenyum melihat mereka. "Bibi sama paman pasti belum istirahat kan waktu sampe sini?, Bibi sama paman pulang aja dulu kerumah nanti Ara main kerumah." ucap Ara.
"Gapapa." balas Nur.
"Mama." teriakan kembali terdengar oleh mereka yang ada didalam ruangan tersebut sehingga membuat semuanya menoleh kearah teriakan tersebut.
"Nenek, Kakek." Yuna mengalihkan pandangnya kepada bi Nur dan juga Mamat.
"Eh cucu kakek." Mamat langsung menggendong cucunya tersebut dengan Okta yang masih berada digendongan Andre sebab masih tidur namun dipaksa kerumah sakit oleh Yuna.
"Kakek kapan pulang kesini? Kok gak ngasih tau Yuna." ucap Yuna yang malah tidak memperdulikan ibunya lagi melainkan beralih kepada kakeknya yang baru sampai.
"Iya, Kalian kapan dateng kesini? Kok gak ngabarin?" tanya Nita dengan Okta yang diambil alih oleh Nur.
"Yuna, Yuna." panggil Ara akan anaknya.
"Mending kamu ajak kakek sama nenek pulang, Kakek sama nenek gak istirahat dari sampe sini tadi." ucap Ara.
"Ngusir ayah sama bunda pulang?." tanya Andre.
"Bukan ayah sama bunda, Tapi bibi sama paman." jawab Ara.
Setelah beberapa hari berada dirumah sakit akhirnya dokter mengizinkan Ara untuk pulang dengan kepulangan mereka menaiki mobil pribadi yang disupir oleh Nathan sendiri sebab keduanya tidak ingin menyusahkan siapapun sebab sudah hampir setiap hari selama dirumah sakit keluarga mereka menjenguk. "Anak papa jangan sampe nyakitin mama ya." ucap Nathan dengan mengusap perut yang masih datar tersebut saat berada dikemacetan.
Ara tidak memperdulikannya dan matanya membelalak keluar mobil dengan mengigit bibir bawah. Nathan mendongakkan kepalanya."Ngeliat apa kamu?." tanya Nathan yang ikut melihat keluar jendela mobil.
"Makan itu kayaknya enak kak." ucap Ara dengan menunjuk kearah makanan yang ada disebrang jalan. Nathan menoleh kesana dan terlihat banyak sekali kerumunan orang disana.
"Makanan apa itu sayang?." tanya Nathan yang tidak dapat melihat makanan tersebut.
__ADS_1
"Keliatannya kayak empek empek." jawab Ara.
"Kamu lagi hamil loh mau makan itu." ucap Nathan dengan tatapan tajamnya.