
"Ara beneran minta maaf, Ara belum bisa ngelupain kak Dewa bukan berarti Ara gak cinta sama kakak. Ara sayang sama kakak, Ara cinta sama kakak, Ara bertahan juga bukan karna udah punya anak aja, Ara beneran sayang sama kakak'' ucap Ara yang sangat memohon agar suami nya memaafkan nya.
Nathan terdiam, Dia menatap lekat istri nya yang sedang menunduk meminta maaf dengan tulus kepada nya. Air mata wanita itu langsung menetes saat tidak mendapatkan jawaban dari suami nya, Dia sedih saat suami nya kecewa terhadap nya. "Ara beneran minta maaf" ucap Ara kembali dengan nada rendah dan air mata yang terus saja menetes perlahan.
"Ara mohon maafin Ara kak" ucap Ara kembali yang terus saja meminta maaf.
"Dia beneran tulus minta maaf?" guman Nathan dan menatap ke makam Dewa. Ada satu keyakinan yang membuat nya langsung yakin jika istri nya tersebut tulus kepada nya entah apa itu dia tidak tau.
"Udah bangun, Gak usah gini hey, Kakak udah maafin kamu, Kaka juga gapapa" jawab Nathan. Ara yang senang akhir nya di maafkan langsung memeluk suami nya tersebut hingga Nathan tidak bisa menahan keseimbangan dan terjatuh di tanah
Kaki wanita itu melingkar di pinggang suami nya tersebut dengan tangan nya yang melingkar di leher dan wajah yang berada di leher suami nya. "Ara janji sama kakak gak bakal buat kakak kecewa lagi, Ara janji" ucap Ara dengan sangat tulus dari hati nya.
Tangan yang kotor akibat menahan tubuh nya agar tidak terbaring di tanah langsung menepuk pelan punggung istri nya. "Hem" jawab Nathan singkat.
Ara menghapus air mata nya. "Ara janji bakal lupain kak Dewa dan pokus ke kakak ke rumah tangga kita" ucap Ara kembali dan memeluk erat tubuh suami nya tersebut.
Nathan memejamkan mata nya. "Kamu mau kakak terus duduk gini?" tanya Nathan kepada istri nya yang tidak sadar akan diri nyanyang duduk dan atas tanah. Ara langsung memundurkan sedikit tubuh nya dan menatap suami nya dan setelah itu menatap ke bawah dan benar saja suami nya duduk di atas tanah.
"Ah, M-maaf" ucap Ara dan berdiri dari duduk nya di atas suami nya tersebut.
Nathan ikut berdiri dari duduk nya dan Ara kembali berjongkok. "Kotor" ucap Ara dan membersihkan celana suami nya yang terkena debu itu dengan menepuk pelan agar debu perlahan menghilang.
"Eh jangan, Biarin" ucap Nathan dan memegang kedua bahu istri nya dan mengangkat istri nya kembali berdiri seperti biasa.
"Celana kakak kotor" ucap Ara.
"Gapapa, Ayo pulang aja" ajak Nathan. Ara menganggukkan kepala nya dan Nathan menggenggam tangan wanita nya tersebut.
"Ma, Pa, Kak, Ara pamit" pamit Ara dengan nada rendah dan tersenyum menatap makam makam tersebut.
__ADS_1
"Astaga lupa" guman Nathan dan memukul kepala nya akibat lupa berpamitan dengan kedua mertua nya. Nathan berpamitan ke kedua mertua nya dan juga Dewa dan setelah itu Ara dan Nathan langsung pergi dari sana dengan menggenggam erat tangan satu sama lain.
"Gue lupa makasih sama Dewa" guman Nathan.
"Belum mau jalan?" tanya Ara dengan menatap suami nya yang masih termenung itu.
"Ah iya" jawab Nathan yang tersadar dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang kembali ke kediaman mereka yakni Adijaya.
Hanya memerlukan waktu beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah. Ara langsung turun dari mobil begitupun dengan Nathan yang juga ikut turun dan mengikuti istri nya. Kedua nya berjalan masuk ke dalam rumah dan saat masuk mereka melihat kedua anak nya bermain dengan nenek nya. "Kalian dari mana aja?" tanya Nita.
"Dari luar tadi bun" jawab Nathan dengan senyum nya sedangkan Ara hanya diam dan menatap kedua anak nya yang nampak asik bermain.
"Sayang kalian main sama nenek sama kakek gapapa kan? Mama sama papa mau ke atas" ucap Ara dengan memegang tangan suami nya dengan tersenyum lebar dan setelah itu menatap suami nya.
"Iya ma gapapa" jawab Okta sedangkan Yuna sedang menggambara bersama Andre.
Ara hanya membalas jawaban tersebut dengan senyum nya. "Ayo" ajak Ara dengan wajah datar nya menatap suami nya dan langsung menarik nya masuk ke dalam lift.
Tingg
Lift terbuka kedua nya langsung keluar dari lift, Ara kembali menarik tangan suami nya dan membawa nya masuk ke dalam kamar.
Di banting nya pintu kamar tersebut dan langsung mengunci nya. Ara melepaskan tangan suami nya dan membuang tas yang di kenakan nya tadi ke sembarang arah bersamaan dengan kunci kamar nya dan juga suami nya. Nathan nampak bingung akan wanita nya yang seketika berubah menjadi seperti ini. Menatap nya dengan tatapan tajam dan wajah datar dan berjalan mendekat ke arah nya.
Ara melepaskan jaket yang di kenakan nya tepat di hadapan suami nya dan membuang nya ke sembarang tempat. "K-kamu mau ngapain?" tanya Nathan yang sedikit takut akan kelakukan istri nya.
Brukkk
Ara tidak menjawab nya dan malah mendorong perlahan dan lembut tubuh suami nya hingga terduduk di atas ranjang. Ara melepaskan rok yang di kenakan nya pula tepat di hadapan suami nya hingga hal tersebut membuat Nathan membuang pandang nya. Senyum terlukis indah di wajah wanita yang nampak sedang menggoda suami nya tersebut.
__ADS_1
Ara naik ke atas paha suami nya dengan melingkarkan tangan nya di leher suami nya dan terus saja tersenyum dan menatap tajam wajah tampan lelaki yang sudah menjadi milik nya tersebut. "Kak" ucap Ara dengan centil nya dan membuka lapisan jaket yang melapisi tubuh suami nya dan membuang nya ke sembarang arah.
Nathan menatap ke jaket yang di buang oleh istri nya tersebut dan setelah itu kembali menatap ke arah istri nya. "Kamu mau apa?" tanya Nathan yang masih saja memasang wajah takut nya hingga hal tersebut membuat Ara senang.
"Aku tidak mau apa apa" jawab Ara dan mengusap leher suami nya yang sangat ingin di coba oleh nya.
"Ara" tegas Nathan dengan wajah yang mulai memerah menatap istri nya yang terus saja menatap nya.
"Kakak gak inget kemaren Yuna sama Okta bilang apa?" tanya Ara dengan mengigit bibir nya mencoba menggoda suami nya.
Nathan hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan istri nya tersebut. "Apa perlu Ara ingetin lagi?" tanya Ara dengan tangan yang liar menyentuh wajah, Telinga, Hidung dan leher Nathan.
"Astga dia membangunkan nya" guman Nathan dengan menelan liur nya saat milik nya yang sudah bangkit akibat beberapa sentuhan yang di berikan istri nya.
Ara menempelkan tubuh nya ke tubuh suami nya dan mendekatkan bibir nya ke telinga suami nya. "Yuna dan Okta mau adik, Apa kakak gak mau nambah anak?" tanya Ara dengan tersenyum dan mencium dalam bau yang keluar dari tubuh suami nya yang selalu di cium nya.
"Nathan istri lo ini lagi ngegoda lo, Nanti kalo lo langsung nyergap dia bakal di kira kalo lo mudah di goda, Sabar" guman Nathan dan memejamkan mata nya mencoba menahan apa yang seharus nya tidak di tahan.
Ara kembali memundurkan tubuh nya dan menatap wajah suami nya. "Kakak dengar Ara kan?" tanya Ara dengan tersenyum menatap suami nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.