The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 47


__ADS_3

"Ngapain cari dia? Mau ngehasut dia supaya dia ngasih apa yang kalian mau?, langsung bilang ke saya." balas Nathan.


"Dia adakan disini? Boleh tolong panggil dia keluar?." tanya Sheyla dengan wajah sumringah berharap jika Nathan akan memanggilkan Ara untuknya.


"Kenapa saya harus mengikuti ucapan anda?." balas Nathan dengan wajah datar.


"Aku gak nyuruh kamu ngikutin ucapan aku, Aku cuma mau ketemu sama Ara." jawab Sheyla yang sangat berharap jika Nathan membawa Ara keluar.


"Jika saya tidak mau bagaimana?." tanya Nathan dengan wajah datarnya.


"Lo keras kepala banget sih, Sheyla cuma mau ketemu sama adiknya bukan....."


"Dia istri saya, Kewajiban saya adalah menjaganya dari mereka yang ingin menyakitinya." potong Nathan dengan melototkan matanya.


"Tapi aku gak bakal nyakitin dia." balas Sheyla.


"Kakak kok gak ngizinin kak Sheyla masuk." tanya Ara dengan wajah hawatirnya.


"Sayang." Andre memegang bahu menantunya tersebut berharap jika menantunya akan menjauh dari jendela.


"Ayah." balas Ara dengan wajah hawatirnya.


"Duduk dekat bunda ya sayang." Andre mencoba membujuknya berharap agar menantunya tidak menyaksikan perdebatan yang terjadi diluar.


"Ara boleh keluar yah?." tanya Ara yang malah mengalihkan pembicaraan.


"Jangan ya sayang, Bunda temenin kamu istirahat aja diatas, Ayo." ajak Nita dengan memegang lengan wanita itu.


"Enggak bunda, Ara mau ketemu kak Sheyla bentar." balas Ara.


"Nanti Nathan bakal bawa dia kedalem, Kita......."


"Keliatannya kakak gak bakal bawa kak Sheyla masuk ma." potong Ara yang kembali menatap keluar.


"Aku mohon Nat, Sebentar aja, Aku mau ketemu sama Ara." Sheyla memohon dengan mencoba meraih tangan Nathan, Namun Nathan langsung memundurkan tubuhnya dan menatap tajam pasangan suami istri tersebut.

__ADS_1


"Periksa mereka berdua, Jika mereka membawa benda berbahaya segera lapor polisi." perintah Nathan kepada penjaga dengan dia yang memperhatikan penjaga memeriksa Sheyla dan juga Fikri.


"Baik tuan." penjaga yang ada diluar gerbang mencoba memeriksa Fikri namun Fikri mengelak.


"Apa apaan lo nyuruh........"


"Silahkan." potong Sheyla akan suaminya yang ingin membantah dan membentang kedua tangannya. Bathan tidak merespon dan hanya memperhatikan dengan tatapan tajamnya saat penjaga yang sudah mulai memeriksa Sheyla begitupun dengan Fikri.


Saat penjaga sudah selesai memeriksa Sheyla penjaga tersebut beralih memeriksa Fikri namun setelah selesai keduanya penjaga tidak menemukan barang mencurigakan ataupun berbahaya yang ada ditubuh keduanya. "Tidak ada barang yang berbahaya tuan." ucap penjaga.


"Bawakan tiga penjaga kemari, Bukakan gerbang." perintah Nathan dengan kaki yang perlahan melangkah kembali menuju kerumah.


"Kenapa Nathan malah ngebiarin mereka masuk." Andre nampak tidak senang akan keputusan anaknya yang mengizinkan Sheyla dan juga Fikri untuk masuk dan langsung keluar dari rumah tersebut dan diikuti oleh Ara.


"Mau kemana nak." Nita menghentikan Ara yang hendak mengikuti Andre.


"Itu kak Sheyla datang bunda." jawab Ara dengan senyumnya. Sheyla dan Fikri masuk dengan beberapa penjaga yang mengikuti keduanya dari belakang.


"Ngapain kamu izinin mereka masuk." ketus Andre dengan wajah tidak senangnya saat melihat Sheyla dan Fikri masuk.


"Jangan lari." teriak Nathan dengan hawatirnya akan istrinya yang berlari kencang menujunya.


"Ara." Sheyla tersenyum lebar saat melihat adik yang begitu ia rindukan saat ini.


"Ara jangan lari." teriak Nathan kembali sehingga membuat Ara berhenti berlari dan berjalan cepat namun hal tersebut tidak menyurutkan kesenangannya akan kedatangan Sheyla.


Saat sudah berada didepan Nathan wanita itu langsung meraih tubuh kakak perempuan dengan Nathan yang mencoba mencegah namun tidak bisa. "Kakak kemana aja selama ini." wanita itu memeluk erat kakaknya begitupun dengan Sheyla yang membalas pelukan tersebut dengan cukup erat.


"Jangan kenceng kenceng." Nathan mencoba melonggarkan pelukan kakak adik itu.


"Kak Nathan, Gak usah ganggu." ketus Ara dengan wajah kesalnya.


"Kamu lagi hamil sekarang, Harus inget itu." balas Nathan dengan melototkan matanya sehingga membuat Sheyla melepaskan pelukannya, Wajah wanita itu nampak senang saat melepaskan pelukan adiknya itu.


"Kamu lagi hamil?." tanya Sheyla dengan wajah senangnya.

__ADS_1


"Em." Ara menganggukkan kepalanya dengan wajah senangnya.


"Hah, Gua bakal punya keponakan." Sheyla langsung mengusap perut datar adiknya tersebut.


"Lepasin, Gak usah gitu." ketus Ara dengan menyingkirkan tangan Sheyla dari perutnya sehingga membuat Sheyla kebingungan, Ara mendekati bibirnya ketelinga Sheyla.


"Malu bego, Banya orang." bisik Ara yang terdengar jelas ditelinga Nathan, Nathan tersenyum saat mendengar ucapan istrinya sehingga Ara sadar akan suaminya yang tersenyum saat mendengar ucapannya.


"Dih apaan senyum senyum, Nguping ya kakak." ketus Ara dengan menggeser Sheyla menjauh dari Nathan.


"Gak nguping, Cuma kedengeran." jawab Nathan dengan wajah datarnya.


"Nat....."


"Nathan ngebiarin mereka itu tandanya udah dipikirin mateng mateng dan mereka bener bener gak bakal ngebayain Ara." potong Nita dengan memegang tangan suaminya yang hendak menganggu kesenangan yang tengah terjadi. Andre terdiam saat mendengar ucapan istrinya tersebut.


"Ayo masuk kedalam aja, Udah mau malem." ajak Nita dengan senyumnya.


"Ayo kak masuk." Ara menggandeng tangan kakak perempuannya tersebut, Namun Sheyla nampak ragu dan menatap kearah suaminya.


"Udah diizinin, Mereka udah percaya sama kita." ucap Fikri dengan senyumnya sambil tangan mengusap kepala wanitanya tersebut.


"Ayo." ajak Ara kembali sedangkan Nathan hanya diam dengan wajah datarnya dan penjaga yang selalu waspada dibelakang.


Sheyla tersenyum dan menerima ajakan Ara dan Nita dan berjalan masuk kedalam rumah, Fikri mengikuti istrinya namun suara Nathan menghentikannya. "Lo berhenti."ucap Nathan dengan wajah datarnya sehingga membuat Fikri menoleh kearahnya.


"Ikut gue dulu." Nathan melangkahkan kakinya menjauh dari halaman depan rumah dan menuju kehalaman samping dengan dua penjaga baru yang mengikuti mereka.


"Gue udah ngizinin lo sama istri lo masuk ke halaman rumah bukan berarti gue sepenuhnya percaya sama kalian." ucap Nathan tanpa ekspresi apapun.


"Gue tau, Dengan kejadian di masa lalu gak bakal mudah ngebuat lo percaya lagi sama pihak keluarga Sheyla, Gua tau kalo lo hawatir nanti kalo kami bakal nyakitin Ara lagi, Gue ngerti kehawatiran lo, Gua awalnya juga gak mau dan gak ngizinin Sheyla ketemu sama Ara sebab kejadian lalu, Mustahil buat kalian gak ngintai dia karna ulah orang tua dia, Tapi dia bener bener down beberapa tahun ini, Dia beneran mau ketemu Ara sampai dia gak peduliin sekitar dia makanya gua dengan berat hati kesini, Mohon kayak tadi sama lo buat nemuin dia sama Ara." jelas Fikri dengan senyumnya.


Fikri mengerti akan kehawatiran Nathan dengan masa lalu yang memang tidak baik untuk Ara, Dia akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan keluarga Wijaya akan kepercayaan dan kesempatan kedia yang sudah diberikan kepada Sheyla dan keluarganya.


"Gak tau beneran atau enggak semua yang keluar dari nulut lo, Yang jelas gue gak akan luluh sama omongan lo." guman Nathan saat menatap lelaki tersebut.

__ADS_1


"Yaudah ayo masuk." ajak Nathan dengan penjaga yang tau bahwa Nathan akan memperketat penjagaan dan mengikuti mereka masuk kedalam.


__ADS_2