
Nathan yang awalnya memasang wajah datar seketika tersenyum senang, Sikap kekanak anakan istrinya kembali, Sikap yang cukup lama hilang dari seorang Ara Rianti saat ini kembali, Istrinya kembali seperti semula dengan Nita yang mengerti akan senyum bahagia anak lelakinya tersebut.
"Enak?." tanya Nathan sambil tangannya mengusap kuah yang menempel disudut bibir istrinya.
"Em, Kakak mau?." tanya Ara sambil menyodorkan bekas gigitannya kepada Nathan, Dengan senang hati Nathan langsung melahap makanan yang disuapi istrinya tersebut sedangkan Andre dan Nita tersenyum senang sebab keluarganya sudah kembali seperti semula.
Baru beberapa makanan yang dimakan Ara nampak meletakkan kembali mangkok yang berisikan kuah cuka tersebut. "Kenapa?, Gak enak?." tanya Nathan dengan menelan makanan yang ada dimulutnya.
"Udah kenyang." jawab Ara. Nathan menoleh kearah empek empek dan terlihat makanan tersebut masih cukup banyak.
"Separuh aja belum abis." guman Nathan namun dia langsung tersenyum menatap istrinya.
"Kamu separuh aja gak kamu makan." ucap Nathan dengan senyum tertekannya sebab merasa usaha dan keringatnya mengantri tadi tidak dihargai.
Ara menoleh kepada empek empek tersebut dan benar saja makanan tersebut masih cukup banyak. "Tapi Ara udah kenyang." ucap Ara dengan wajah kekenyangannya.
"Yaudah sayang kalo udah kenyang, Bunda yang abisin boleh?." tanya Nita yang kekurangan.
"Boleh banget bun, Cuma kuah ny jangan." jawab Ara dengan senyumnya sambil menyodorkan empek empek namun memundurkan kuah cuka nya. Nita tersenyum dan menerima dengan senang hati dan melahap empek empek tersebut.
"Hah, Hah." satpam terlihat ngos ngosan dengan masuk tiba tiba hingga mengagetkan Nita dan yang lainnya.
"Ada apa?." tanya Nathan dengan wajah datarnya.
"Maaf tuan, Diluar ada yang mencari nona Ara dan...."
__ADS_1
"Siapa?." tanya Nathan yang langsung berdiri dan berjalan mendekat kearah penjaga dengan wajah datarnya.
"Siapa pak yang nyari saya?." tanya Ara dengan mendekat kearah suaminya.
"Siapa yang nyuruh kamu kesini?, Duduk lagi." tegas Nathan. Ara terdiam, Dia tidak mengikuti ucapan suaminya namun juga tidak melanjutkan langkah kakinya.
"Dia wanita yang kemarin kemari tuan." jawab penjaga.
Uhukkkk..
Ara langsung menoleh kepada Andre yang tiba tiba terbatuk. "Ayah." Nita langsung mendekat dan mengusap punggung suaminya namun Ara dengan sigap mengambil minum didapur.
"Ini yah." ucapnya sambil menyodorkan minum kepada mertuanya.
"Gapapa, Bibi balik kerja aja." potong Ara yang masih memperhatikan suaminya yang saat ini sudah berada dijendela.
"Sheyla sama Fikri?." guman Nathan. Ara yang sadar akan suaminya yang sedang lengah langsung mendekat dan melihat siapa orang yang mencarinya.
"Kak Sheyla." wajah wanita yang awalnya penasaran dan datar seketika langsung berubah senang saat dirinya mengetahui bahwa yang mengunjunginya adalah kakaknya. Nathan yang kaget langsung menoleh kewanitanya tersebut dengan Ara yang hendak berlari keluar namun dengan sigap tangan Nathan menangkap tangan kecil wanita tersebut.
"Mau kemana kamu?." tanya Nathan dengan wajah datarnya.
"Kakak gak liat itu ada kak Sheyla didepan, Dia nyari aku." ucap Ara dengan wajah kesalnya saat ditahan.
"Kamu gak boleh kemana mana." balas Nathan dengan wajah datar dan sedikit hawatir.
__ADS_1
"Dih apaan gak boleh kemana mana, Orang itu ada kak Sheyla didepan masa iya........"
"Aku bilang kamu gak boleh kemana mana." potong Nathan dengan tegas namun dengan nada suara yang rendah. Ara terdiam, Dia tau jika suaminya tersebut marah, Namun saat ini dia tidak memarahinya kembali dan hanya diam tanpa mengeluarkan ekspresi.
"Duduk disana dekat bunda, Jangan kemana mana." perintah Nathan dengan melepaskan tangan wanita itu dan langsung keluar dari rumah tersebut.
"Saya permisi." pamit penjaga yang memberi informasi tadi dan mengikuti Nathan keluar. Ara tidak mengikuti ucapan suaminya dan malah memperhatikan gerak gerik suaminya dari jendela.
"Sayang, Nathan tadi nyuruh kamu kedekat bunda, Ayo kita duduk dekat bunda." ajak Andre yang sedikit takut.
"Tapi yah, Ara mau liat kakak, Apa dia ngijinin kak Sheyla masuk apa enggak." jawab Ara.
"Itu urusan Nathan, Ayo kita duduk dulu." balas Andre namun Ara masih saja tidak mau.
"Apa yang anda lakukan kemari?, Apakah ingin meminta uang?." tanya Nathan dengan wajah datar dan sombongnya.
"Saya tidak membutuhkan uang anda." balas Fikri dengan wajah kesalnya.
"Oh benarkah? Lalu kenapa kemari jika bukan karna kehabisan uang?." tanya Nathan kembali dengan wajah tidak sukanya.
"Ara dimana?." tanya Sheyla yang sama sekali tidak memperdulikan ucapan menyakitkan yang keluar dari mulut Nathan.
"Ngapain cari dia? Mau ngehasut dia supaya dia ngasih apa yang kalian mau?, langsung bilang ke saya." balas Nathan.
"Dia adakan disini? Boleh tolong panggil dia keluar?." tanya Sheyla dengan wajah sumringah berharap jika Nathan akan memanggilkan Ara untuknya.
__ADS_1