The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 13


__ADS_3

Nathan merasa itu kesempatan untuk nya, Di bukanya sedikit perut wanita nya dan di pijat nya pelan perut itu. Dengan sangat hati hati dan pelan dia memijat perut datar nan kecil itu hingga Ara nampak tenang. Nathan menarik nafas lega akan istri nya yang nampak sedikit tenang meskipun belum sepenuh nya tenang dan masih nampak raut wajah kesakitan.


Ara perlahan memejamkan mata nya akibat sudah tidak terlalu sakit perut nya karna di pijat sedikit sedikit dan pelan pelan oleh lelaki nya. Nathan menatap ke sembarang arah dengan tangan yang masih memijat pelan perut itu. Ara yang merasa jika dia sudah sangat mengantuk langsung memegang tangan lelaki nya dan memindahkan nya dari perut nya.


Di peluk nya tubuh kekar itu dengan tubuh yang sudah menhhadap lelaki nya. "Terima kasih" bisik wanita itu dan langsung memejamkan mata nya tertidur. Nathan membalas pelukan wanita nya dengan pelukan hangat dan nyaman dia mulai memejamkan mata nya.


"Aku juga berterima kasih sudah menemaniku selalu" guman nya dan langsung tertidur nyenyak dengan memeluk wanita nya akibat kelelahan.


Keesokan pagi nya.


Ara dan Nathan nampak belum bangun dan tidak ada tanda tanda bangun dari kedua nya. Mata yang masih sama sama terpejam dan tubuh yang masih mendekap tubuh satu sama lain, Meskipun matahari masuk tanpa izin tapi itu tidak membuat kedua nya bangun.


"Papa, Mama" Yuna masuk ke dalam kamar kedua orang tua nya dan itu membuat Nathan langsung bangkit dari tidur nya. Nathan langsung duduk dari baring nya dengan hati hati supaya tidak membangunkan istri nya.


"Sayang pelankan suara mu, Nanti mama bangun" ucap Nathan dengan nada rendah.


"Mama dan papa gak mau bangun temenin Yuna ke sekolah?" tanya Yuna.


"Mama sakit sayang, Nanti waktu mama sembuh papa sama mam bakal temenin kamu ya, Hari ini di temenin nenek sama kakek aja gapapa kan sayang?" tanya Nathan dengan nada rendah nya agar tidak membangunkan istri nya. Ara mengerjapkan pelan mata nya saat mendengar suara suami dan juga anak nya dan menatap lekat kedua nya.


"Kalian lagi ngomong apa?" tanya Ara dengan nada rendah dan nampak wajah pucat nya.


"Yuna hari ini mau ke sekolah hari pertama, Mama kemarin janji mau temenin Yuna tapi mama belum bangun" jawab Yuna akan pertanyaan itu.


"Sayang papa kan sudah bilang tadi, Mama masih sakit dan papa harus nemenin mama, Kamu ke sekolah nya bareng nenek sama kakek aja" ucap Nathan yang mencoba membujuk anak nya.


"Sebentar ya sayang, Mama mandi abis itu baru kita pergi" ucap Ara yang sudah duduk dan beranjak berdiri dari duduk nya.


"Yuna, Sayang" teriak Nita dan masuk ke dalam kamar anak nya. Ketiga orang itu menatap ke arah nya dengan Ara yang masih duduk.


"Ayo nenek temani ke sekolah baru sama kakek" ucap Nita.


"Tapi nek mama udah janji mau anterin Yuna" jawab Yuna.

__ADS_1


"Tapi sayang mama kamu masih sakit, Kamu gak kasian sama mama?" tanya Nita.


"Bunda gapapa, Biar Ara sama kak Nathan aja yang nemenin Yuna ke sekolah baru nya" jawab Ara dengan tersenyum lebar.


"Tapi nak kamu masih sakit" ucap Nita.


"Ara udah gapapa" jawab Ara.


"Kamu beneran masih sakit, Wajah kamu aja pucat" ucap Nathan.


"Mama akan mandi sebentar, Duduk di sini minta papa mengikat rambut kamu" ucap Ara dan langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Ah masih sedikit sakit" ucap Ara dan memaksakan diri untuk bergerak dan menemani anak nya untuk ke sekolah pada hari pertama.


"Yaudah bunda ke bawah, Nanti kalo Ara gak kuat jangan paksain" ucap Nita. Nathan mengangguk mengiyakan nya dan Nita langsung berlalu dari sana.


"Sini papa sisir abis itu ikat rambut kamu" ucap Nathan dan mengambil sisir dan ikat rambut karet untuk anak nya. Yuna mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang lebar dan setelah itu dia langsung mendudukkan tubuh nya di atas kaki ayah nya dengan membelakangi ayah nya.


Nathan yang sudah lihai mengikat rambut akibat istri nya selalu meminta untuk di ikatkan rambut sudah biasa di tambah saat di bandung dialah yang selalu mengikat rambut anak nya.


Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Ara dengan menggunakan baju handuk nya, Dia mendekat ke arah anak dan suami nya. "Sebentar mama akan mengenakan pakaian terlebih dahulu" ucap Ara dengan senyum nya.


"Em" Yuna tersenyum lebar dan mengangguk mengiyakan nya. Ara kembali melanjutkan langkah kaki nya masuk ke dalam ruang ganti, Nathan menatap wanita nya nampak wanita itu lemah dalam berjalan nya. Dia kembali pokus akan ikatan rambut anak nya.


"Sudah" ucap Nathan dengan rambut anak nya yang di ikat kuda.


"Lihat sendiri" ucap Nathan dan memberikan kaca kepada anak nya. Yuna dengan senang hati menerima nya dan menatap lekat wajah nya sendiri.


"Bagus?" tanya Nathan.


"Iya" jawab Yuna dengan suara menggemaskan nya.


"Kamu suka?" tanya nya kembali.

__ADS_1


"Suka banget" jawab Yuna dengan tersenyum lebar menatap ayah nya.


"Menggemaskan sekali anakku" ucap nya dan mencium wajah anak nya.


"Ah tuhan sakit sekali" guman Ara dengan mencengkram perut nya yang terasa sangat sakit.


"Aku harus kuat, Aku gak mungkin ngebiarin Yuna ke sekolah di hari pertama tanpa aku dan juga kak Nathan" ucap nya dan kembali mempersiapkan diri.


"Kamu tunggu di sini, Papa akan mandi" ucap Nathan dan menurunkan anak nya dan mendudukkan nya di atas ranjang. Yuna tidak menjawab nya dan hanya menatap kepergian ayah nya yang malah masuk ke dalam ruang ganti.


"Sayang kamu yakin kuat?" tanya Nathan dan itu membuat Ara yang sedang duduk di depan meja rias menoleh ke arah nya.


"Iya, Kamu belum juga siap?" tanya Ara.


"Aku mau mastiin kamu beneran kuat apa enggak, Kalo emang kamu gak kuat biar ayah sama bunda aja yang nemenin Yuna ke sekolah, Kamu istirahat di rumah aku nemenin kamu" jawab Nathan dan berjalan mendekat ke arah wanita nya. Tatapan hawatir yang di keluarkan di wajah nya dan itu sangat jelas terlihat di mata Ara yang sedari tadi memperhatikan dari kaca.


"Aku gapapa kak, Nanti mau kalo Yuna sama kayak aku yang kurang kasih sayang cuma karna aku sakit dikit? Enggakkan?" tanya Ara yang malah membandingkan kehidupan anak nya dengan kehidupan masa lalu nya. Nathan terdiam dia tidak terlalu memperdulikan ucapan wanita nya dan masih menatap lekat wanita itu.


"Udah sana kamu mandi, Abis itu siap siap aku ke bawah duluan sama Yuna" ucap Ara dan berdiri dari duduk nya. Meskipun di tutupi oleh sedikit polesan make up wajah itu tidak menghilangkan pucat dan masih nampak jika di perhatikan dengan baik.


"Kak udah sana mandi" ucap Ara yang menyadarkan lelaki nya yang sedang menatap lekat wajah nya.


"Iya" Nathan ikut keluar dari ruang ganti bersamaan dengan Ara dan itu membuat Yuna langsung berdiri dari duduk nya tadi.


"Mama udah siap?" tanya Yuna.


"Iya, Ayo kita ke bawah duluan" ajak Ara dan menggendong anak nya.


"Yuna kamu jalan aja gak usah di gendong ya sayang, Mama masih belum sembuh" ucap Nathan.


Ara langsung menatap tajam ke arah lelaki itu. "Kamu mandi aja, Aku udah gapapa" jawab Ara dan langsung berlalu dari sana dengan masih menggendong anak nya.


"Mama kalo mama gak kuat Yuna bisa jalan" ucap Yuna.

__ADS_1


"Enggak mama kuat kok, Ayo" Ara masuk ke dalam lift dan lift membawa mereka turun ke bawah, Saat lift terbuka kedua nya langsung keluar dengan Yuna yang masih berada di gendongan Ara sang ibu.


__ADS_2