
"Udah udah jangan nangis, Kita coba ke rumah Nathan ayo liat ada gak dia di sana sama ajak Fera" ajak Fikri.
"Aku udah liat kemarin tapi dia gak ada, Kemarin aku ke sana, Aku cek ke semua tempat yang dia kunjungi tapi aku gak nemu dia" jawab Sheyla.
"Hati nya sudah hancur di sakitkan oleh banyak orang" sambung nya kembali.
"Apa dia baik baik saja sekarang?" tanya Sheyla. Fikri menatap lekat wajah istri nya. Tatapan mata yang tulus sangat terlihat dari mata nya dan sangat terlihat jika wanita itu benar benar merindukan adik nya.
"Udah nyampe" ucap Ara dengan menatap kedua anak nya di belakang. Yuna dan juga Okta langsung menatap ke depan dan benar mereka sudah sampai. Mereka semua turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan Nathan yang mengikuti dari belakang.
"Mama aku main sama Okta gapapa?" tanya Yuna.
"Jelas gapapa dong, Sana main bareng" jawab Ara dengan tersenyum lebar menatap anak nya. Yuna tidak mengeluarkan suara nya lagi dan tersenyum lebar dan langsung berlalu dari sana menghampiri Okta.
"Sayang ayo istirahat, Kamu masih belum sembuh" ajak Nathan. Ara mengangguk mengiyakan nya dan berjalan menuju ke kamar dengan diikuti oleh Nathan.
Kedua nya masuk ke dalam kamar dengan Nathan yang menutup pintu kamar dan Ara yang langsung duduk di sudut ranjang. "Kamu kalo capek istirahat aja" ucap Nathan dengan melepaskan kemeja yang di kenakan nya tadi.
"Em" Ara melemah dan melepaskan sepatu dan tas nya dengan sepatu yang di samping ranjang dan tas di letakkan nya di atas lemari kecil di samping ranjang. Dia memposisikan tubuh nya untuk beristirahat dengan Nathan.yang sedari tadi memeperhatikan nya.
__ADS_1
Nathan berjalan mendekat dan mengambil benda yang di lepaskan oleh istri nya tadi dan meletakkan nya di tempat yang ada di dalam ruang ganti sekalian dia ingin memgambil baju santai nya dan celana nya. Setelah mengenakan pakaian santai dia kembali keluar, Dia langsung mendudukkan tubuh nya di belakang tubuh istri nya. "Kamu mau makan apa?" tanya Nathan dengan mengusap rambut wanita itu.
Ara yang mendengar suara tersebut langsung membalikkan tubuh nya. Di peluk nya paha lelaki nya tersebut dengan kepala yang di tenggelamkan nya di perut suami nya. "Aku gak mau apa apa, Kamu di sini ya" jawab Ara dengan nada rendah.
"Hah?" ucap Nathan yang kebingungan. "Tidak biasa nya kamu manja kayak gini" ucap Nathan yang kembali mengusap kepala istri nya.
Ara memukul pelan paha suami nya. "Gak usah banyak omong, Jangan tinggalin aku udah itu aja" jawab Ara yang kembali menenggelamkan kepala nya di perut suami nya.
"Iya iya, Aku gak bakal pergi, Lepasin bentar" ucap Nathan dengan mengangkat tangan istri nya. Ara tidak menjawab nya dan hanya melemahkan tubuh nya yang memang masih lemah. Nathan meletakkan satu tangan istri nya di pinggang nya dan ikut membaringkan tubuh nya di samping wanita nya.
Ara kembali memeluk erat dan manja suami nya. Tidak ingin suami nya pergi meninggalkan nya untuk saat ini dan selama nya. Nathan memegang kepala belakang istri nya dan memeluk erat tubuh mungil itu, Dia menghujani banyak siuman di kepala wanita nya dan membuat Ara bertambah nyaman dan mempererat pelukan nya. "Kak" panggil Ara dengan nada sangat rendah di tambah wajah nya masih terlindung di dada Nathan.
"Iya" jawab Nathan yang melonggarkan pelukan nya.
"Shit dia malah ingat" guman Nathan yang kesal.
"Gak mungkin kan aku bilang sama dia dalam kondisi dia yang lagi gak sehat gini? Nanti kalo dia tambah sakit gimana?" guman nya kembali yang sangat memperhatikan kesehatan istri nya.
"Kak jawab" ucap Ara dengan wajah kesal layak nya anak kecil yang meminta permen.
__ADS_1
Nathan tidak menjawab nya dan malah kembali menenggelamkan wajah wanita itu di dada bidang nya. "Nanti kalo kamu udah sembuh baru aku cerita, Sekarang kamu gak usah mikir aneh aneh dan pokus sama kesehatan kamu" ucap Nathan.
"Tapi..."
"Jangan ngebantah, Aku suami kamu" potong Nathan dengan tegas kepada istri nya hingga wanita itu menciut dan memilih diam.
"Em" Ara nampak merajuk dan melepaskan tangan nya dari pinggang suami nya.
"Udah istirahat, Kalo kamu udah sehat nanti aku janji bakal ceritain" ucap Nathan. Ara tidak menjawab nya dan mencoba untuk mengistirahatkan tubuh nya. Mata yang mulai terpejam akibat kelelelahan, Mau itu secara mental ataupun fisik yang memang lelah hari ini.
"Untuk pertama kali nya dia balik lagi ke jakarta dan keluar dari rumah setelah beberapa tahun tapi dia malah dapet perlakuan yang gak layak sama banyak orang, Orang nyalahin dia masalah masalalu nya tanpa orang tau gimana dia ngadepin nya. Mabuk waktu itu jalan untuk dia ngelupain dikit masalah hidup nya, Aku sama sekali gak masalah in itu, Aku juga ngerti dia, Aku baru dateng di hidup dia jadi aku gak ada hak buat marah sama dia."
"Istri ku, Kamu hebat banget bisa ngadepin semua nya sendiri, Di usia yang seharus nya kamu bahagia tapi malah menderita. Menyesal untukku datang terlalu lama buat nemuin kamu dan nikahin kamu, Biarpun waktu awal ketemu keadaan gak baik baik aja. you always haunt my mind (kamu selalu menghantui pikiranku), I will promise myself to take care of you (akan berjanji pada diriku untuk menjagamu) , Promise to make you happy (Berjanjilah untuk membuatmu bahagia), Promise it's always there for you (Janji itu selalu ada untukmu). Because I love you. My little wife (Karena aku mencintaimu. Istri kecilku)"
Hati yang sakit saat mengingat banyak orang yang mengungkit tentang keburukan istri nya. "Orang orang tidak tau bagaimana kamu berinteraksi dengan banyak orang, Orang orang cuma tau keburukan kamu, But that doesn't apply to me (Tapi itu gak berlaku buat aku)"
"Aku akan membahagiakan mu, Aku akan memberikan apa yang tidak pernah di berikan orang lain kepada mu, Kamu harus bahagia, Sudah cukup penderitaan yang kamu dapat selama ini, Kamu berhak buat bahagia dan aku adalah orang yang bakal jadi alasan kamu buat bahagia."
"Aku bakal habisi mereka yang berani nyakitin kamu, Kamu inget ya janji aku" bisik Nathan di telinga wanita nya yang sudah tertidur nyenyak.
__ADS_1
"Tidurlah dengan nyenyak itu akan sedikit mengurangi beban pikiran mi tentang dunia yang cukup kejam terhadap mereka yang selalu di sakiti" ucap nya yang mulai ikut mengantuk akibat mengomel sendiri.
"Aku juga akan ikut, Selamat siang bidadariku" bisik Nathan dan mencium dahi istri nya dan ikut tertidur bersama dengan tangan yang masih erat memeluk istri nya.