The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 25


__ADS_3

"Dih" Ara nampak geli saat melihat drama yang di mainkan anak anak dan juga suami nya tersebut dan hanya memperhatikan nya dahulu.


"Mama jahat, Mama jahat, Heh" ucap Nathan yang kembali berdrama dan memeluk kedua anak nya.


"Hah?" Ara kembali di buat geli akan hal tersebut dan memundurkan sedikit tubuh nya, Tapi Yuna yang melihat ibu nya mundur pun langsung menarik tangan ibu nya dan mendekat.


"Mama, Yuna sama Okta mau mama sama papa makan malam romantis kayak di film film, Abis itu kita bakal dapet adek deh" ucap Yuna dengan wajah memelas.


"Hah?" teriak Ara dan Nathan bersamaan saat mendengar ucapan anak nya. Mereka kaget saat mendengar itu dari mana anak nya tau adegan yang tidak pantas di tonton di usia seumur mereka? Bagaimana bisa anak anak mereka lolos pengawasan seperti ini? Itu yang sedang mereka pikirkan.


"Apa yang kalian maksud hah?" ketus Nathan dan melototkan mata nya. Drama yang di peran kan nya sebagai peran utama langsung terhenti saat mendengar ucapan Yuna sang anak.


"Jawab papa, Apa yang kalian maksud tadi?" tanya Nathan kembali dan berdiri dari duduk nya. Ara tidak mau membela anak anak nya dan ikut berdiri di hadapan anak anak nya.


"Yuna jawab papa" tegas Nathan kembali.


"Pa kemarin kami tidak sengaja menonton bersama nenek, Saat orang segede mama sama papa lagi makan di malam hari di tengah tengah banyak nya lilin, Si cewe ngasih kayak pulpen gitu sama cowo nya abis itu cowo nya seneng bilang kalo bakal punya anak lagi, Nah kita juga mau adek makanya tadi Okta nyuruh papa bawa mama makan malam kayak yang Okta omongin tadi biar dapet adek" jelas Okta dengan tersenyum hangat menjelaskan hal tersebut, Berharap banyak bisa mendapatkan adik lagi.


"Iya pa, Ma gitu maksud nya" sambung Yuna pula yang lega saat mendengar penjelasan Okta yang bisa menyelamatkan nya.


Ara dan Nathan langsung bertatap tatapan saat mendengar penjelasan anak nya. Tawa yang sama sama di tahan kedua nya sangat terlihat akibat wajah kedua nya sama sama memerah menahan tawa yang hendak pecah itu.


"Mama, Papa kok malah tatap tatapan sih?" tanya Yuna saat ayah dan ibu nya malah saling tatap menatap.


"Ah enggak kok sayang, Ayo lanjutin main nya yuk" jawab Ara dan Nathan bersamaan dan mengambil maninan anak anak nya dan meletakkan nya di atas ranjang.


Mereka berempat bermain dengan puas di atas ranjang dengan mainan yang di pukul padahal mainan tersebut ada barbie dan harga diri barbie tersebut sudah jatuh saat berada di tangan Nathan yang malah menjadikan barbie tersebut sebagai petinju. "Kebahagiaan yang sempat hikang sekejam kembali aku temukan di keluarga kecil ini, Terima kasih tuhan sudah mengembalikan kebahagiaan ku" guman Ara dengan memejamkan mata nya akibat sangat bersyukur kepada yang maha kuasa yang sudah mengembalikan kebahagiaan yang tak kunjung muncul dari dahulu.


"Mama ambil makanan dulu di bawah ya, Kalian mau makan apa?" tanya Ara kepada anak anak dan suami nya.

__ADS_1


"Spageti" Nathan.


"Mie goreng" Yuna.


"Apa aja yang penting makanan ma" Okta.


"Yang penting ada ya?" tanya Ara dan langsung berlalu keluar dari kamar untuk menyiapkan makanan untuk anak anak dan suami nya.


Nathan dan anak anak nya kembali melanjutkan permainan mereka yang sempat terhenti tadi hingga beberapa menit. "Mama kalian kok lama banget ya?" tanya Nathan yang sedari tadi menunggu kedatangan istri nya.


"Iya pa, Yuna udah ngantuk ini" jawab Yuna dengan menguap sedangkan Okta sudah tepar dan tertidur di antara banyak nya mainan.


"Papa juga sayang, Yaudah ayo kita tidur aja" ucap Nathan dan membaringkan tubuh nya dan meletakkan kepala Okta di atas bahu nya sedangkan Yuna di suruh nya tidur di atas nya.


Ara di bawah nampak masih memasak, Menyiapkan spageti untuk suami nya membuat nya lama memasak karna dia membuat sendiri tidak membeli sedangkan makanan Okta sama dengan makanan nya yakni nasi, ayam goreng, sayur dan sedikit sambal menghiasi rasa makanan. "Nah udah selesai juga" ucap Ara dan meletakkan makanan makanan tersebut di atas nampan dan membawa nya ke atas.


"Ara pinjam itu bi" ucap Ara.


"Iya nona" jawab bibi dan memberikan roling tersebut. Ara meletakkan makanan dan minuman yang kesusahan dia bawa di atas roling tersebut dan menutup nya dengan tudung saji yang menutup satu satu makanan.


"Biar Ara sendiri aja" ucap Ara saat melihat bibi hendak mendorong roling tersebut.


"Baik nona" jawab bibi. Ara tidak menjawab nya lagi dan mendorong roling tersebut dan masuk ke dalam lift. Lift langsung membawa nya ke lantai yang di tuju dan saat lift terbuka dia langsung keluar dari lift tersebut dan kembali mendorong roling menuju ke kamar nya dan juga suami nya.


Ckleek


Ara membuka pintu kamar tapi dia tidak mendengar suara lagi dari dalam, Dia kembali mendorong roling hingga masuk ke dalam kamar. "Eh?" ucap Ara yang sedikit kaget saat melihat anak anak dan suami nya sudah tepar di karpet.


Ara melepaskan pegangan tangan nya dari roling tadi dan berjalan mendekat ke arah mereka untuk melihat benar benar tidur atau berpura pura tidur. "Pantesan gak ada suara lagi, Udah tidur" ucap Ara saat tau jika anak anak dan suami nya benar benar tertidur.

__ADS_1


Ara menatap sekeliling kamar yang sangat berantakan. "Berantakan banget" ucap Ara dan membuang nafas panjang, Dia langsung memulai membersihkan mainan anak nya dan kembali meletakkan nya di dalam keranjang mainan anak anak nya.


Dengan hati hati dia membereskan kamar tersebut, Merapikan sprei yang sudah tergulung akibat ulah anak anak dan suami nya yang tidak puas main di atas main di bawah hingga seluruh rapi dan kembali bersih seperti semula. "Akhir nya, Capek juga beres beres" ucap Ara dan menggerakkan tubuh nya hingga sedikit mengeluarkan bunyi.


"Makanan gimana?" tanya Ara yang ingat akan makanan yang di buat oleh nya tadi.


"Buat makan malam aja, Mubazir kalo di buat" jawab nya akan pertanyaan nya sendiri dan menepikan roling yang di atas nya ada makanan itu.


"Bersih bersih, Mandi wajib dulu" ucap Ara dan mengambil handuk nya di dalam ruang ganti dan setelah itu kembali keluar dan perlahan melangkahkan kaki melewati anak anak dan suami nya untuk menuju ke kamar mandi.


Ara menyiapkan air untuk nya mandi dan langsung melepaskan seluruh baju yang melekat di tubuh nya dan terlebih dahulu membaca niat untuk bersuci. Setelah selesai dia langsung masuk ke dalam bath up untuk berendam.


"Ah sudah lama sekali tidak berendam" ucap Ara dan memejamkan mata nya menikmati air hangat yang sangat nyaman itu.


"Untung aja kak Nathan tidur kalo enggak...."


Ckleek


"Sayang kamu lagi ngapain?" tanya Nathan dan hal tersebut membuat Ara langsung memejamkan mata nya prustasi akibat hal yang di harapkan nya tidak sesuai dengan kenyataan nya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2