
"Sakit kak." rengeknya. Dokter membuka selimut yang dikenakan Ara dan benar saja air ketuban sudah keluar sehingga membuat dokter panik dan meminta dokter lain menyiapkan ruang lahiran.
"Istri saya kenapa?." teriak Nathan dengan wajah paniknya.
"Nona akan segera melahirkan." jawab dokter dengan panik juga.
"Hah." Nathan nampak kaget namun teriakan dan jeritan istrinya yang kesakitan lebih membuatnya kaget sehingga membuat dirinya kembali menatap istrinya dan mencoba menenangkan istrinya tersebut.
"Sayang tenang ya." dalam keadaan panik dia hanya bisa mengatakan hal tersebut sebab dia sama sekali tidak menyangka jika istrinya akan melahir hari ini sebab di perkirakan istrinya akan melahirkan minggu depan.
"Bibi sakit." rengek Ara kembali dengan tangan yang benar benar menggenggam erat tangan suaminya.
Para perawat masuk dan Nathan langsung memindahkan istrinya keatas ranjang yang baru saja datang dengan Ara yang sama sekali tidak ingin melepaskan tangan suaminya. "Kak sakitt." Ara terus saja merengek kesakitan.
"Iya sayang, Sabar." jawab Nathan dan perawat langsung membawa Ara keruangan melahirkan dengan Nathan yang terus berada disampingnya.
"Tuan......"
"Sakit." melihat Ara yang tidak ingin melepaskan Nathan dokter membiarkan Nathan berdempetan dan mulai melakukan tugasnya dengan membimbing Ara untuk mengeluarkan bayi dari rahimnya.
Sedangkan Nathan, Dia saat ini tengah dalam keadaan sangat panik dengan air mata yang perlahan menetes saat melihat istrinya kesakitan sebab ini pertama kalinya baginya melihat orang melahirkan ditambah lagi orang itu adalah orang yang ia cintai.
"Ara, Ara gimana keadaannya." ucap Nita yang sudah sampai bersama Nur, Andre dan juga Mamat, Sedangkan Yuna dan Okta belum diberitahu begitupun dengan Sheyla.
"Nona masih didalam nyonya." jawab perawat yang menunggu diluar.
"Sayang." Nathan menatap lekat wajah kesakitan itu dengan Ara yang sudah berkeringat.
"Aaahhh." teriak wanita itu.
Oeeekkkk
__ADS_1
Oeekkkk
"Hah, Cucuku." ucap yang menunggu diluar dengan wajah bahagia saat mendengar tangisan bayi.
Wajah yang panik seketika tersenyum senang saking senangnya Nathan hingga dia menangis saat mendengar suara dari bayinya yang baru saja ada didunia. Nathan mencium dahi istrinya tersebut dengan mata yang terpejam namun terus mengeluarkan air. Cukup lama dia mencium dahi istrinya hingga akhirnya dia menatap wajah yang balik menatapnya dengan senyum yang ceria.
Namun mata istrinya perlahan tertutup sehingga membuat senyuman diwajah Nathan langsung pudar. "Sayang." Nathan memegang dan mengusap wajah istrinya namun mata istrinya tak terbuka kembali.
"Cucuku." ucap Nita saat cucunya dibawa keluar untuk dimandikan.
"Ara." panggilnya kembali sehingga membuat dokter langsung mendekat.
"Tuan, Anda boleh keluar terlebih dahulu." ucap dokter.
"Tapi istri saya......"
"Kami akan memeriksa Nona dan akan memberitahu keadaannya, Namun anda harus keluar terlebih dahulu." potong dokter yang tau jika Nathan panik. Nathan tidak menjawab dan masih menatap lekat istrinya yang sama sekali tidak membuka mata.
Nathan berjalan mundur dengan mata yang terus tertuju kepada istrinya sehingga dia sampai diluar. "Nak, Gimana Ara?." tanya Andre dengan senyum senangnya namun Nathan tidak menjawab, Pikirannya hanya kepada istrinya sampai suster menutup pintu dan ikut berdiri diluar. Nathan langsung berpindah kedekat jendela dan berusaha melihat istrinya namun dia tidak bisa melihatnya.
"Ara dia kuat, Dia pasti bakal baik baik aja." ucap Nathan. Nita menyusulnya.
"Nak." Nita memegang tangan anaknya sehingga Nathan menatap lekat wajah ibunya tersebut.
"Ara bakal baik baik aja bunda." mata itu kembali mengeluarkan air matanya sebab dia benar benar hawatir dan tidak ingin kehilangan istrinya.
"Dia selalu bilang bakal baik baik aja." ucap Nathan kembali dengan memeluk erat ibunya tersebut.
"M-maksud kamu a-apa nat?." tanya Sheyla yang baru saja sampai. Nathan tidak memperdulikannya sebab dia masih memikirkan istrinya meskipun saat ini dia sudah menangis hawatir.
Ckleeekkk
__ADS_1
Pintu terbuka dan dokterpun keluar sehingga semuanya menghampiri dokter. "Gimana keadaan istri saya?." tanya Nathan dengan mata yang basah akibat baru saja sudah menangis.
"Nona hanya kelelahan, Makanya dia dia pingsan saat sudah melahirkan." jawab dokter dengan senyumnya.
"Dia benersn gapapa kan?." tanya Sheyla yang juga ikut panik.
"Iya, Nona sudah sadar, Namun jika ingin menjenguk tunggu nona dipindahkan keruang rawat." jawab dokter dengan senyumnya.
"Bayi sudah selesai dimandikan dok." ucap suster dengan membawa bayi yang sudah bersih.
"Jenis kelamin bayi sesuai dengan yang saya katakan, Yakni laki laki, Selamat tuan." ucap dokter dengan senyumnya. Nathan hanya tersenyum dan langsung mengambil putranya tersebut.
Ara keluar dengan masih berbaring diatas ranjang dan semuanya menatap kepadanya yang saat ini menggunakan oksigen sebagai alat bantu pernafasannya. Nathan mendekat. "Ganteng sama kayak papanya." ucap Nathan dengan senyum menggoda istrinya.
"Kan dia cowok makanya mirip kamu." balas Ara, Nathan hanya tersenyum senang sebab istrinya benar benar baik baik saja sehingga mereka berpindah keruangan yang sudah disiapkan.
Nathan mengadzani putranya tersebut sehingga membuat Ara tersenyum dengan air mata gembiranya.
Setelah semuanya berjalan lancar dan semuanya berkumpul disana termasuk Erina, Andita, Azlan dan juga Vino yang mendarat dengan anak anak mereka. Semuanya bercanda gurau memperebutkan bayi yang baru saja lahir begitupun dengan Sheyla.
"Makasih ya sayang." Nathan mencium dahi istrinya begitu dalam dengan hanya dibalas senyum bahagia dari Ara.
.
.
.
**TAMAT.
TERIMA KASIH**
__ADS_1