The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 19


__ADS_3

"Tapi dia waktu ketemu juga jarang ngelakuin nya, Waktu di rumah cuma beberapa hari lalu" guman Ara yang emosi nya kembali mereda saat mengingat perlakuan suami nya.


"Ah tapi tetep aja, Omongan nya tadi kayak aku ini pemuas nafsu dia" sambung nya dengan kesal akan suami nya.


"Sayang maaf, Tapi aku ada urusan sekarang, Kamu gapapa aku tinggal sebentar?" tanya Nathan kepada istri nya yang sedang marah itu. Ara belum menjawab dan menatap tajam suami nya, Dia ingat jika dia juga memiliki urusan hari ini.


"Ara juga punya urusan hari ini" jawab Ara.


"Mau kemana?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah istri nya.


"Ketemu temen, Kakak mau anterin Ara ke sana?" tanya Ara yang berharap agar suami nya menolak tawaran nya.


"Boleh, Yaudah siap siap" jawab Nathan yang menerima dengan senang hari dan juga untuk memastikan jika istri nya benar benar pergi ke rumah teman nya.


"Shit kenapa malah setuju" guman Ara dengan wajah kesal akan suami nya yang menyetujui tawaran nya.


Nathan berdiri dari duduk nya dan mengenakan jas milik nya yang tergantung di samping ranjang. "Kenapa masih bengong? Gak jadi?" tanya Nathan akan istri nya yang malah diam di tempat.


"Iya bentar" jawab Ara dan berdiri dari duduk nya, Dia berjalan ke arah rak sepatu dan mengenakan sepatu nya.


"Udah ayo" ajak Ara yang sudah siap.


"Gak ganti baju?" tanya Nathan. Ara langsung menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak mengganti baju nya dan hanya menggunakan baju yang di pakai nya tadi. Nathan berjalan keluar di ikuti oleh Ara dari belakang dan mereka turun menggunakan lift. Saat lift terbuka kedua nya langsung keluar dari lift dan berjalan ke arah pintu.


"Okta sama Yuna mana? Kok gak keliatan?" tanya Ara saat tidak menemukan anak anak nya di bawah saat sampai di bawah.


"Mereka masih sama bunda kali, Ayo nanti telat" ajak Nathan dan menarik tangan istri nya dan berlalu dari sana. Mobil yang sudah sedari tadi berada di halaman rumah membuat Nathan langsung masuk ke dalam nya begitupun dengan istri nya, Nathan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke tujuan istri nya terlebih dahulu.


Nita nampak senang saat anak dan menantu nya pergi bersama, Dia tau aps tujuan Nathan untuk pergi tapi dia tidak tau tujuan Ara.

__ADS_1


Nathan menghentikan mobil tepat di halaman cafe. "Beneran di sini sayang?" tanya Nathan saat turun dari mobil menatap cafe yang di hentikan nya.


"Iya beneran, Kakak udah sana berangkat kata nya ada urusan" ucap Ara dan mendorong tubuh suami nya agar pergi cepat.


"Tapi ini beneran? Kamu gak mau kakak tungguin sampe temen kamu dateng?" tanya Nathan memastikan jika istri nya baik baik saja sendiri.


"Gak usah, Kaka punya urusan lain, Udah sana nanti telat" jawab Ara yang kembali mendorong suami nya untuk berlalu dari sana.


"Yaudah nanti kalo ada apa apa hubungin kakak" ucap Nathan. Ara langsung menganggukkan kepala nya mengiyakan ucapan suami nya, Nathan langsung masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke tujuan nya pula.


Ara yang melihat mobil suami nya sudah jauh langsung menghentikan taxi yang melintas di hadapan nya. Dia memberikan alamt rumah Fikri kepada sopir dan sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Sheyla. "Gimana nanti kalo Sheyla masih marah ya sama aku?" guman Ara dengan menggenggam tali tas nya takut di tolak seperti lalu saat berkunjung ke rumah Sheyla.


"Yaudah ayo yakin Ara, Yakin" ucap nya mencoba menenangkan diri nya sendiri. Saat sampai dia membayar taxi dan langsung turun dari taxi tersebut.


"Huh" Ara membuang nafas panjang mencoba tenang saat dia sudah berada tepat di hadapan rumah Fikri.


"Semua nya sudah siap?" tanya Nathan yang baru saja sampai kepada Vino.


"Semua nya sudah siap" jawab Vino.


"Huh" Nathan menarik nafas panjang mencoba tenang nanti saat di berikan banyak pertanyaan oleh banyak nya orang. "Harus bisa" ucap Nathan dan berjalan ke tempat acara koperesipers (maaf author kaga tau nama nya yang jelas acara dengan banyak nya wartawan untuk mengklarifikasikan masalah yang terjadi).


"Itu pak Nathan" ucap salah satu wartawan saat melihat Nathan keluar.


Ckrekkk, Ckreek


Jepretan kamera mulai terdengar dan Nathan langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi. Penjaga membenarkan mic hingga tepat berada di dekat Nathan.


"Selamat siang, Selamat berjumpa, Sudah lama bukan tidak berjumpa" ucap Nathan yang masih bisa ramah dan tersenyum lebar menatap ke banyak nya kamera secara bersamaan.

__ADS_1


"Itu papa nek?" tanya Yuna saat melihat Nathan di televisi.


"Iya sayang, Kamu main dulu ya sama Okta" jawab Nita.


"Tidak perlu banyak basa basi, Hari ini saya sengaja mengumpulkan banyak wartawan untuk menyampaikan hal yang sangat penting"


"Dia tidak boleh tau makanya tidak hadir" guman Vino saat mendengar ucapan Nathan.


"Hal di lakukan nya di masa lalu memang salah, Mabuk di temat umum di kala status nya yang menjadi publik figur tapi kalian tidak berhak menghakimi nya, Kesalahan itu bukan terjadi karna kehendak nya juga, Dia juga tidak menyakiti orang lain, Dia hanya mencoba untuk menenangkan diri nya dengan mabuk, Sebenar nya saya membuat acara seperti ini bukanlah untuk minta maaf ataupun yang lain nya tapi tujuan saya membuat acara ini agar kalian tidak lagi menghujani nya dengan kata kata murahan kalian itu, Jika pun itu nanti terjadi lagi, Saya tidak akan melepaskan kalian, Saya tidak akan membiarkan kalian tenang hidup dengan menyakiti orang lain biarpun itu hanya dari kata kata tapi ucapan kalian cukup menyakitkan untuk istri saya. Jika kalian membenci terserah kalian, Tidak menjadi masalah untuk siapapun tapi pendamlah benci kalian itu dan jangan sampai mengeluarkan kata kata yang tidak baik, Jika kalian meminta nya atau bertanya di mana istri saya, Saya tidak akan memberitahukan kalian, Bukan dia yang tidak mau meminta maaf kepada publik tapi saya yang takut kalian memberikan ucapan yang tidak bagus hingga kembali menyakiti nya dan mengganggu mental nya" jelas Nathan.


"Hah? Ara pernah terkena penyakit mental?" Wartawan bertanya tanya saat mendengar penjelasan dari Nathan begitupun dengan penonton yanh sedang menonton.


"Memiliki banyak masalah bisa menyebabkan depresi jadi kalian jangan sesekali membuat masalah kepada siapapun, Kalian kadang hanya menuntut banyak publik figur untuk menjadi padahal publik figur menjadi banyak pikiran karna kalian juga, Kalian selalu menuntut nya dan menghujani nya dengan kata kata yang tidak pantas, Jadi mulai sekarang bijaklah dalam bermedia sosial. Sekian terima kasih" jelas Nathan menyampaikan apa yang harus di sampaikan nya.


"Pak apa ibu Ara memiliki penyakit mental?"


"Apa ibu Ara takut untuk menyampaikan klarifikasi nya?"


"Banyak yang memerlukan ibu Ara langsung untuk menyampaikan hal ini bukan bapak"


"Seharus nya ibu Ara yang secara langsung berbicara seperti ini dan seharus nya ibu Ara meminta maaf kepada publik"


Banyak pertanyaan yang di abaikan oleh Nathan, Nathan langsung ke belakang dan langsung berlalu dari sana. "Setidak nya aku cukup tenang" guman Nathan.


Ting tong


Ara memencet bel dan satpam yang bertugas langsung keluar. "Mencari siapa nona?" tanya satpam saat melihat Ara.


"Mencari Sheyla, Apa dia ada?" tanya Ara yang berharap jawaban baik.

__ADS_1


__ADS_2