
"Lepasin apaan?" tanya Ara dengan wajah bingung nya. Nathan tidak menjawab nya dan kembali berdiri dari duduk nya dan menuju ke kursi sofa yang ada di kamar dan mendudukkan tubuh nya di sana.
Nathan menatap tajam ke arah wanita nya tersebut dan setelah itu melototkan mata nya menatap wanita itu. "Dih" ucap Ara saat melihat suami nya yang melotot menatap nya.
Nathan tidak memperdulikan wanita nya tersebut dan membuka laptop nya dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum ia kerjakan. "Mama" panggil Yuna.
"Em, Iya sayang" jawab Ara yang masih mengusap kepala anak itu.
"Yuna mau minta sesuatu boleh?" tanya Yuna dengan menengadahkan kepala nya.
Tok..tok..tok
"Masuk" teriak Nathan saat mendengar ketukan pintu dari luar. Pelayan yang berada di luar langsung membuka pintu kamar tersebut dengan membawakan nampan yang berisikan gelas.
"Ini tuan kopi nya" ucap pelayan dan meletakkan secangkir kopi itu di samping Nathan.
"Terima kasih" balas Nathan dengan wajah datar dan mata yang terus saja melihat laptop nya. Pelayan langsung berpamitan untuk kembali keluar kembali ke pekerjaan nya dengan di anggukkan pertama iya oleh Nathan.
"Mama" panggil Yuna kembali saat ibu nya terus saja berfokus kepada ayah nya.
"Iya sayang ada apa?" tanya Ara dengan kembali mengusap dan memperhatikan anak nya.
Nathan meminum kopi yang di bawakan oleh pelayan tadi perlahan. "Mama kapan mau ngasih adek buat Yuna?"
Uhukkkk
Nathan.yang sedang minum langsung tersedak saat mendengar pertanyaan dari anak nya sehingga membuat Ara dan juga Yuna menoleh ke arah nya. "Papa baik baik aja?" tanya Yuna yang masih berada di pangkuan ibu nya.
"Iya" jawab Nathan dan menarik beberapa tisyu di hadapan nya dan membersihkan sudut bibir nya dan layar laptop yang juga kotor.
"Yuna ngapain nanya gitu?" tanya Ara dengan nada rendah nya.
"Yuna mau adik makanya nanya gitu" jawab Yuna dengan wajah menggemaskan nya menatap ibu nya.
__ADS_1
"Siapa yang ajarin kamu minta adik sama mama?" tanya Nathan yang masih duduk di kursi.
"Nenek, Dia bilang suruh Yuna buat minta adek sama mama sama papa" jawab Yuna jujur.
"Cih bunda" umpat lelaki itu dan kembali berpokus ke pekerjaan nya.
"Yuna jangan mikirin itu ya, Nanti kalo udah di kasih sama tuhan Yuna bakal punya adik kok, Yuna yang sabar aja ya sayang" ucap Ara dengan mengusap kepala anak nya dengan tersenyum lebar menatap nya.
"Kapan tuhan mau ngasih adek sama Yuna?" tanya Yuna.
"Mama juga gak tau, Udah jangan bahas itu lagi" jawab Ara yang langsung menenggelamkan kepala anak nya di dada nya dan mengusap kepala itu dengan lembut sedangkan Nathan dia yang mendengar ucapan wanita nya memperhatikan dengan seksama wanita itu.
"Bunda dia udah ngajarin hal aneh aneh sama Yuna sama Okta" guman Nathan saat mengingat satu permintaan yang sama dari kedua anak nya namun memiliki berbagai sambungan yang sepatut nya belum di bolehkan kedua anak nya mengetahui hal tersebut.
"Tapi permintaan mereka ada bagus nya juga, Waktu Ara hamil Yunakan aku gak nemenin dia jadi waktu hamil kedua aku sepatutnya ngerawat dia sampai anak kami lahir jadi gapapa kalo dia hamil lagi" guman Nathan dengan bibir yang membentuk senyuman memikirkan bagaimana nanti dia akan mengurus wanita nya jika melahirkan.
"Jadi kalo pengen anak harus berusaha dengan baik, Jadi berusaha Nathan berusaha" ucap nya dengan masih saja tersenyum memberikan semangat kepada diri nya sendiri.
Nathan langsung mengangkat kepala nya dan terlihat wanita nya saat ini sudah berada di hadapan nya. "Yuna...." ucapan lelaki itu terhenti saat melihat Yuna yang sudah terlelap di atas ranjang.
"Ara nanya tadi, Kakak ngeliat apa?" tanya Ara dengan mengintip isi laptop suami nya namun isi nya hanyalah file pekerjaan.
"Gak ada" jawab Ara dan kembali berdiri seperti semula dan membalikkan tubuh nya untuk kembali ke ranjang.
"Mau kemana kamu?" tanya Nathan dengan menarik tangan wanita nya tersebut hingga mengurungkan niat wanita itu untuk kembali melangkah.
"Istirahat sama Yuna" jawab Ara dengan berusaha melepaskan tangan nya yang di genggam lelaki nya namun Nathan tidak mau melepaskan nya.
"Kak lepasin" ucap Ara dengan wajah sedikit kesal karna tangan nya yang tidak di lepaskan.
"Kamu mau kabur?" tanya Nathan.
"Kabur? Buat apa kabur? Emangnya Ara buronan?" tanya balik Ara dengan wajah bingung nya.
__ADS_1
Brakk
"Iya" jawab Nathan dengan menarik tangan istri nya hingga berada di pangkuan nya.
"Ah **** sakit" umpat Ara dengan memegang pinggang nya.
"Beneran sakit?" tanya Nathan dengan tangan yang memegang pinggang kecil itu dan menaikkan baju wanita itu hingga tangan nya bisa menyentuh kulit pinggang wanita nya.
"Yang mana sakit?" tanya Nathan dengan hidung yang mengusap ke sela sela bagian dada wanita nya dan tangan yang terus mengusap pinggang itu.
"Ah, Kak" ucap Ara yang sangat tidak nyaman akan sentuhan tangan kekar itu. Nathan tersenyum saat mendengar sedikit ******* itu dan tangan nya terus saja naik mengusap bagian punggung wanita nya.
"Kak, Ara masih datang bulan" teriak Ara saat suami nya hendak membuka kancing bra nya.
"**** aku lupa" umpat Nathan dan mengurungkan niat nya dan merapikan kembali baju wanita nya yang berantakan akibat ulah nya.
"Maaf" ucap Nathan dengan memegang kepala wanita nya dan langsung mencium pucuk kepala itu.
"Ara yang seharus nya minta maaf" jawab.Ara dan melingkarkan tangan nya di leher suami nya tersebut dengan dagu yang berada di bahu lelaki itu.
"Ara juga pengen usaha buat hamil, Tapi Arakan masih datang bulan" bisik wanita itu dengan menghirup dalan aroma tubuh suami nya yang tidak akan di miliki oleh orang lain.
"Hah" suara terdengar jelas membuat Nathan langsung membulatkan mata nya dan langsung menatap ke laptop nya begitupun dengan Ara.
"Ah memalukan sekali" ucap Ara dan langsung turun dari pangkuan suami nya tersebut saat laptop milik suami nya yang masih terhubung ke meating yang baru saja di mulai.
"Maaf pak" ucap Vino yang menyambungkan koneksi antara Nathan dan juga karyawan lain dengan sudah di setujui oleh Nathan dan langsung mematikan nya saat melihat Nathan yang menatap tajam ke arah nya.
Nathan langsung menutup laptop nya tersebut dan menatap datar ke arah istri nya namun dia langsung melebarkan senyuman nya saat melihat wanita nya yang masih menatap nya.
"Maafin Ara lagi" ucap Ara dengan sedikit menundukkan tubuh nya tanpa menyadari Nathan yang tersenyum kepada nya.
"Sini kamu" ucap Nathan saat tidak dapat menggapai wanita nya tersebut.
__ADS_1