
"Maafin Ara lagi" ucap Ara dengan sedikit menundukkan tubuh nya tanpa menyadari Nathan yang tersenyum kepada nya.
"Sini kamu" ucap Nathan saat tidak dapat menggapai wanita nya tersebut.
"Enggak" jawab Ara dan melangkahkan kaki nya kembali untuk ke dekat anak nya yang tengah terbaring tidur di atas ranjang.
"Hey kakak bilang ke sini, Udah mati laptop nya" ucap Nathan saat melihat istri nya yang malah semakin menjauh dari nya.
"Enggak" jawab Ara dan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang di samping anak nya yang tengah tertidur. Nathan mengikuti nya dan membuang nafas panjang saat melihat istri nya yang sudah berada tepat di samping anak nya yang sudah tertidur.
"Jam berapa sekarang sampe Yuna udah tidur?" tanya Nathan yang ikut membaringkan tubuh nya di samping anak nya di sebrang wanita nya membuat Ara langsung menoleh ke jam dinding yang ada di kamar tersebut.
"Belum sore" jawab Ara dengan kembali menatap lelaki nya tersebut.
"Oh" balas Nathan dan langsung merangkul bahu wanita nya tersebut dan menenggelamkan wajah nya di punggung anak nya untuk berlindung.
"Tidur siang" ucap Nathan dengan wajah yang masih berada di punggung anak nya dan tangan yang berpindah ke pinggang wanita nya tersebut.
"Kak lepasin jangan gini" ucap Ara dengan sedikit tidak nyaman dengan tangan suami nya yang berada di pinggang nya.
"Kenapa? Kakak gak macem macem kok" ucap Nathan dengan nada sangat rendah dengan mengangkat sedikit kepala nya menatap wanita nya.
"Iya tapi...."
"Kak" teriak Ara saat tangan kekar itu mengusap pinggul nya dengan tangan yang sudah berada di dalam baju nya.
"Hey jangan teriak nanti Yuna bangun" ucap Nathan dengan senyum menggoda wanita nya hingga membuat Ara malah kesal.
"Kakak...."
"Sayang" balas Nathan kembali saat istri nya nampak geram dan menghentikan tangan nya yang mengusap pinggang wanita nya itu.
"****" umpat Ara dan mengeluarkan tangan suami nya dari baju nya dengan wajah kesal menatap suami nya tersebut.
"Awas aja berani macem macem" ucap Ara dengan melototkan mata nya menatap suami nya tersebut dan memeluk anak nya yang tidur menghadap ke arah nya.
__ADS_1
Nathan bertambah tersenyum menatap wanita nya yang tengah kesal terhadap nya itu. Lelaki itu memeluk erat istri dan anak nya dalam satu pelukan saja kedua wanita yang di cintai nya saat ini sudah berada di pelukan nya. "Nambah anak lagi juga gapapa" bisik Nathan dengan senyum nya bahagia nya.
"Beneran mau anak lagi?" tanya Ara dengan mengangkat sedikit kepala nya menatap suami nya.
"Em" Nathan langsung menganggukkan kepala nya dengan senyum yang mengembang namun wajah nya masih saja berada di punggung anak nya sehingga kaki nya yang panjang menjeluntai di bawah.
"Usaha ya" balas Ara dengan senyum nya.
"Yaudah ayo usaha sekarang" jawab Nathan yang langsung bangkit melihat istri nya tersebut.
"Enggak boleh" jawab Ara pula yang kembali meletakkan kepala nya di atas bantal.
"Tadi mau usaha tapi gak mau" ucap Nathan dengan wajah sedikit kesal dan kembali membaringkan kepala nya.
"Udah kakak kalo mau tidur jangan ngomong lagi, Tidur aja" ucap Ara saat mendengar suara menyedihkan suami nya.
"Gak jadi tidur, Gak selera" jawab Nathan yang langsung duduk di atas ranjang tersebut dan menatap ke arah anak dan istri nya.
"Dih emang makan pake seleraan segala?" tanya Ara dengan wajah bingung namun sedikit kesal tapi tidak kesal.
"Ara juga gak selera tidur kalo gitu" ucap Ara yang juga ikut duduk dari baring nya.
"Mama, Papa kok ribut banget?" tanya Yuna yang bangun dari tidur nya akibat pertikaian ibu dan ayah nya.
"Eh kok bangun sayang?" tanya Ara dengan kembali sedikit membaringkan tubuh nya dengan di tahan oleh siku nya.
"Mama sama papa ribut banget makanya Yuna ke bangun" jawab Yuna akan pertanyaan tersebut.
"Yaudah balik tidur lagi, Mama temenin kamu tidur nya" ucap Ara yang kembali membaringkan tubuh nya dan memegang bahu anak nya membaringkan nya perlahan di samping nya sendiri.
Yuna membaringkan tubuh nya dengan menelentang dan mata menatap ke sembarangan sedangkan Ara mata nya sudah terpejam dan tangan nya berada di perut anak nya tersebut. "Yuna gak mau tidur lagi?" tanya Nathan saat melihat mata anak nya masih belum terpejam.
Ara membuka kembali mata nya. "Iya pa, Udah bangun susah buat tidur lagi" jawab Yuna.
"Kalo gak mau tidur lagi mau main?" tanya Ara. Yuna langsung menoleh ke arah ibu nya.
__ADS_1
"Ma......"
Tok..tok..tok
Suara pintu menghentikan ucapan Yuna hingga membuat Ara menoleh ke belakang begitupun dengan Nathan yang menoleh ke depan. "Biar Ara yang buka" ucap Ara saat melihat suami nya hendak turun dari ranjang.
Ara langsung turun dari ranjang itu dan berjalan menuju ke pintu. "Sini sayang" Nathan langsung menggendong putri nya tersebut dan meletakkan nya di atas pangkuan nya.
"Yuna nanti kalo mau punya adik, Adik cewek atau cowok?" tanya Nathan.
"Eh Okta" ucap Ara saat melihat Oktalah yang datang bersamaan dengan Inggit.
"Iya ma ini Okta, Yuna mana? Kenapa pulang tadi gak ngajak Okta lagi" ucap Okta dengan berusaha melihat ke dalam mencari Yuna.
"Yuna ada di dalam sayang" jawab Ara.
"Kamu hari ini tinggal sama mama sayang?" tanya Inggit dengan mengusap dagu anak nya tersebut.
"Tapi Yuna gimana?" tanya Okta.
"Yunakan tidur sama papa Nathan sama mama Ara" jawab Inggit.
"Kalo Okta mau tidur di sini lagi juga gapapa sama Yuna" ucap Ara saat melihat Okta yang sedikit tidak mau menerima ajakan dari Inggit.
"Emang boleh?" tanya Okta dengan menatap Ara dan Inggit secara bergantian. Ara menatap ke Inggit begitupun dengan Inggit yang juga menatap ke arah nya.
"Okta kan udah dua minggu tidur di sini, Gak kangen sama mama Inggit sama papa Yuda?" tanya Inggit yang sangat berharap agar Okta ikut bersama nya dan tidur bersama nya satu atau dua minggu ini.
"Kangen, Tapi Okta gak ada temen di rumah mama Inggit sama papa Yuda" jawab Okta akan pertanyaan dari Inggit.
"Mama Inggit sama papa Yuda kan ada jadi temen Okta nanti atau....."
"Yuna ikut sama kita pulang ke rumah" potong Okta dengan cepat saat Inggit mengatakan atau.
"Eh?" Ara langsung terkejut saat mendengar potongan dari Okta.
__ADS_1
"Boleh kan ma? Yuna juga gak pernah tidur di rumah mama Inggit" ucap Okta dengan sedikit memohon menggelayut di celana Ara berharap Ara akan mengizinkan Yuna pergi ke rumah Inggit bersama dengan nya.