The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 31


__ADS_3

"Nah ginikan enak jawaban nya sama dan gak bikin bingung" ucap Nita yang kembali melahap makanan nya begitu pula dengan yang lain nya.


"Ke makam buat apa ma, pa?" tanya Yuna menatap kedua orang tua nya. Ara dan Nathan kembali menatap satu sama lain, Sedikit bingung ingin menjawab apa dan jikapun menjawab jujur tidak tau ingin menjelaskan nya dari mana.


Nathan membuang nafas panjang. "Ke makam Dewa sekaligus ke makam kakek sama nenek kalian" jawab Nathan dengan jujur. Nita langsung menatap anak dan menantu nya tersebut.


"Nenek sama kakek?" tanya Yuna yang nampak bingung.


"Iya sayang, Orang tua mama" jawab Ara dengan senyum nya saat melihat anak nya yang nampak bingung.


"Dewa siapa?" tanya Okta dengan wajah bingung nya.


"Paman kalian" jawab Nathan pula dengan senyum nya menatap anak nya hingga membuat Ara menatap nya dengan tatapan cukup aneh tapi dengan segera dia melebarkan senyuman nya.


Andre dan Nita menatap wajah kedua anak nya secara bergantian, Senyuman yang nampak terpaksa di wajah kedua nya terlihat sangat jelas, Ada sesuatu yang di sembunyikan oleh kedua nya dari mereka. "Udah udah cepet abisin makanan nya, Udah malem loh" ucap Andre yang mengalihkan ucapan mereka dan kepokusan mereka.


"Makan lagi sayang" ucap Ara menatap kedua anak nya.


"Tolong jangan bahas ini lagi ya" guman Ara dengan masih tersenyum menatap kedua anak nya.


Setelah selesai makan mereka mengobrol sebentar di ruang keluarga dengan tertawa bersama saat melihat tingkah kedua anak kecil yang tengah bercanda gurau bersama nenek, kakek dan kedua orang tua nya hingga pada akhir nya kedua anak kecil itu kelelahan dan duduk di pangkuan kedua orang tua nya.


"Capek?" tanya Ara dengan mengusap keringat yang ada di dahi Okta sedangkan Yuna berada di pangkuan Nathan.


"Iya ma" jawab Okta dan langsung memeluk ibu nya tersebut.

__ADS_1


"Malam ini mau tidur berdua aja atau sama nenek sama kakek?" tanya Nita yang masih saja mau tidur bersama kedua cucu nya dan akan selama nya seperti itu.


"Mau tidur sama mama sama papa" jawab Okta dan memperat kembali pelukan nya terhadap Ara. Rasa sayng yang di miliki Okta kepada Ara hampir sama seperti rasa sayang yang di miliki oleh nya kepada almarhum ibu nya tapi sayang nya anak kecil itu sangat ceria dan bisa menutupi apa yang ada di hati nya dari siapapun. Tidak pernah nampak menangis mengadu akan merindukan ibu nya ataupun iri terhadap Yuna yang masih memiliki kedua orang tua yang lengkap. Memiliki waktu seminggu untuk menginap di rumah ayah angkat nya dan seminggu lagi di rumah ayah asli nya membuat Okta tidak memiliki banyak waktu untuk bersama dengan Ara.


Di tambah lagi Nita dan Andre yang selalu saja mengajak tidur bersama begitupun dengan Yuna yang kadang hanya ingin tidur berdua bersama nya membuat nya sangat jarang dekat dengan Ara. "Gapapa kan kalo Okta tidur sama mama?" tanya Okta dengan menatap lekat wajah ibu nya tersebut dengan mata tulus nya tersebut dia bisa membuat hati Ara yang sangat tidak menyukai almarhum ibu nya dahulu menjadi sangat menyayangi nya.


"Jelas aja boleh, Siapa yang gak boleh kamu tidur sama mama?" tanya balik Ara dengan memeluk anak nya tersebut dan mengusap kepala nya sedangkan Nathan hanya tersenyum menatap istri nya yang bisa menerima Okta dengan sangat baik.


Sedangkan Yuna? Dia sudah tertidur nyenyak di pelukan Nathan. "Yaudah udah malam, Tidur sana" ucap Andre dengan mengusap kepala Okta.


Okta turun dari pangkuan Ara dan mencium kakek dan nenek nya secara bergantian dengan di balas ciuman kembali oleh Andre dan Nita. "Yuna" panggil Okta yang tidak melihat Yuna mengikuti nya.


"Dia udah tidur" bisik Nathan kepada anak nya dengan tersenyum.


"Yaudah sana istirahat, Yuna udah tidur tuh" ucap Nita pula.


"Selamat malam bunda, Ayah" ucap Ara dengan senyum nya.


"Malam" jawab Nita dan Andre bersamaan dengan membalas senyuman dari menantu nya tersebut. Ara langsung menyusul suami nya untuk menuju ke kamar mereka dengan menggendong anak satu satu.


Okta memeluk erat tubuh ibu nya dengan tangan yang melingkar di leher ibu nya tersebut. Ara perlahan membuka pintu kamar mereka dan masuk ke dalam di ikuti oleh Nathan dari belakang. Nathan membaringkan perlahan Yuna di atas ranjang sedangkan Okta nampak tidak mau melepaskan tangan yang melingkar di leher ibu nya tersebut. "Okta sayang" panggil Nathan saat melihat istri nya yanh sedikit kesusahan untuk membaringkan nya.


"Em" jawab Okta dengan mempererat tangan nya di leher Ara.


"Baring ayo di samping Yuna" ucap Nathan.

__ADS_1


Okta memundurkan tubuh nya tanpa melepaskan tangan nya yang masih saja melingkar di leher ibu nya tersebut. "Okta mau tidur meluk mama gapapa?" tanya Okta dengan menatatap lekat wajah Ara.


"Jelas aja gapapa" jawab Ara. Ara mengatur bantal untuk nya bersandar dan setelah itu mendudukkan tubuh nya di samping Yuna yang sudah tertidur itu.


"Yuk tidur" ucap Ara dan mengusap kepala anak nya tersebut. Okta tidak menjawab nya dan kembali menenggelamkan wajah nya di leher ibu nya tersebut.


Nathan menatap istri nya yang sedang memanjakan Okta. Wajah yang cukup kelelahan sangat terlihat oleh nya saat menatap istri nya. "Sayang kalo capek baring aja" ucap Nathan akan istri nya yang nampak juga cukup mengantuk.


"Shut" balas Ara dengan menatap datar ke arah suami nya agar suami nya tersebut diam. Nathan tidak menjawab nya dan memposisikan tubuh nya untuk berbaring di sebelah Yuna. Mata lelaki itu menatap istri yang nampak mulai memejamkan mata dengan tubuh yang masih duduk dan bersandar di sandaran sofa dan Okta yang juga masih berada di pelukan nya.


"Sayang Okta nya tidur sama aku aja, Kamu istirahat bagus bagus" ucap Nathan dengan menatap lekat mata yang sudah terpejam itu.


"Kakak gak denger tadi Yuna mau tidur meluk aku? Kakak tidur, Besok kakak harus kerja" jawab Ara dengan mengusap kepala Okta yang berada di pelukan nya dengan mata yang masih saja terpejam.


Nathan tidak menjawab nya dan memperhatikan istri nya yang nampak terus saja mengusap kepala Okta dengan mata yang terus pula terpejam. Hingga akhir nya penantian Nathan yang menantikan istri nya berhenti mengusap kepala Okta yang menandakan istri nya tidur pun hancur seketika akibat sudah sangat mengantuk dan tertidur lebih dulu dari istri nya.


Ara membuka mata nya saat tidak mendengar lagi suara suami nya. Senyum terlukis indah di wajah nya saa melihat suami nya yang sudah tertidur nyenyak dengan wajah yang menatap nya. "Selamat malam" bisik Ara tanpa mencium pucuk kepala anak dan suami nya akibat takut Okta terbangun.


Keesokan pagi nya.


Ara terbangun terlebih dahulu dari tidur nya. Dia masih mendapati Okya yang berbaring di pelukan nya dan Yuna yang memeluk kaki nya sebagai guling. "Gimana gue mau pergi kayak gini?" guman Ara saat melihat anak anak nya memeluk nya begitupun dengan Nathan yang juga ikut memeluk nya saat dia kebingungan lepas dari anak anak nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2