The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 42


__ADS_3

"Katanya takut sempit, Kalo takut sempit tidur aja dibawah." jawabnya kesal.


"Enggak, Enggak sempit, Sini ngadep belakang." ucap Nathan dengan nada rendah sambil mencium bahu istrinya tersebut.


"Tadi katanya sempit, Udah sana turun kebawah, Tidur dibawah." kesalnya kembali yang berusaha mencoba menjauh dari sng suami.


"Nanti kakak turun beneran loh kalo gak ngadep sini." ucap Nathan dengan melepaskan tangannya.


"Adeknya mau papa dibawah atau sama kalian?" tanya Nathan sambil mengusap perut datar tersebut.


Ara tertegun diam saat mendapatkam usapan lembut dari tangan suaminya, Usapan saat hamil yang tidak pernah ia rasakan saat ini dapat ia rasakan sebab sang suami berada disisinya saat ini. "Adek mau papa tidur bareng kita ya?." balas Ara dengan mengusap tangan yang jauh lebih besar dibanding tangannya tersebut.


Nathan tersenyum tipis. "Yaudah kalo gitu suruh dong mamanya ngadep papa, Kalo enggak papa turun nih." goda Nathan, Seolah olah ia adalah anak yang diajak Natham berbicara, Akhirnya Ara pun membalikkan tubuhnya menatap suaminya.


"Udah." balasnya dengan manja membuat Nathan gemas akan istri yang sudah dinikahinya lima tahun lebih itu.


"Gak usah marah marah terus, Nanti adek bayi disini ikut marah loh." ucap Nathan.


"Kakak sih ngeselin, Tadi mau istirahat bareng disini eh waktu diijinin dokter malah gak mau." balas Ara dengan wajah kesalnya.


"Iya iya kakak salah." Nathan memberikan kecupan kepada istrinya tersebut.

__ADS_1


"Gak usah marah lagi, Udah mau malem, Udah ngantuk juga kan?." lelaki itu mengusap lembut rbut istrinya dengan Ara yang memeluk erat tubuh suaminya tersebut.


"Belum." balas Ara dengan menyembunyikan wajahnya.


"Harus inget loh kata dokter tadi harus banyak istirahat, Bumil gak boleh begadang, Jadi kamu harus tidur." ucap Nathn dengan mengusap kepala itu. Ara menggelengkan kepalanya menandakan dia belum ingin tidur.


"Kalo belum mau tidur mau ngapain?, Kamu laper?." tanya Nathan. Ara kembali menggelengkan kepalanya menndakan jika dia tidak lapar.


"Mau didongengin kayak Yuna sama Okta?." tanya Nathn kembali. Ara kembali menggelengkan kepalanya sebab tidak ingin mendengarkan dongeng.


"Jadi kamu mau apa?." tanya Nathan dengan mengusap lembut kepala itu.


"Udah nanyanya, Ara gak mau apa apa, Cuma mau kakak disini." balas Ara yang kembali mempererat pelukannya.


Tarikan nafas panjang terdengar jelas ditelinga Nathan sehingga lelki itu menundukkan sedikit kepalanya. "Dek?." wajah sedikit bingung sangat terlihat sehingga lelaki itu menyingkap rambut yang menutupi wajaah istrinya tersebut.


"Udah tidur?." ucapnya pelan saat melihat mata istrinya yang sudah terpejam.


"Ampuh juga ngomel dikit dia langsung tidurdari pada baca dongeng kayak Yuna sma Okta yang udah habis setengah cerita baru dia tidur." guman Nathan dengan tersenyum lebar melihat istri kecilnya tersebur.


"Kamu harus baik baik aja ya, Kakak gak bakal biarin kamu memderita dihamil kamu yang pertama disisi kakak." gumannya dan mencium pucuk kepala istrinya. Dia memeluk tubuh istrinya namun tidak terlalu erat sebab takut nanti janin didlam kandungan wanitanya itu tidak bisa bermafas dan diapun mulai memejamkan matanya menyusul sng istri ke alam mimpi.

__ADS_1


"Cucu cucu kakek udah pada tidur toh dari tadi." ucap Andre saat sadar akan kedua cucunya yang sudah tertidur akibat menunggu terlalu lama didalam mobil disebabkan oleh macet.


"Nenek rencanya mau ajak kalian main supaya gak nyari mama sama papa kalian atau supaya gak kepikiran adek kalian, Eh tapi kaliannya malah tidur." sambung Nita pula dengan mencubit pipi gemas tersebut.


"Yuna mirip yah sama Ara waktu kecil." ucap Andre dengan senyumnya ditambh lagi dengan kepribadian Yuna yang sangat mirip dengan ayah dan ibunya.


"Iya, Kepribadian dia juga sama kayak Nathan." balas Nita.


"Kalo Okta lebih mirip ke Ara, Biarpun gak sepenuhnya." jawab Andre. Nita tersenyum lebar dan terus menatap kedua cucunya tersebut.


"Biarpun dia baru ketemu sama Ara, Kekanak kanakannya mirip banget sama Ara, Beda sama Yuna yang lebih mirip ke Nathan, Tapi tulus sama perhatiannya mirip Ara." jelas Nita singkat.


"Iya bener banget, Okta sering banget ngambek gak jelas, Sama persis kayak Ara." balas Andre.


"Tuan, Nyonya kita sudah sampai." ucap sopir. Nita tersenyum mengiyakannya dan turun dari mobil dengan pintu yang dibukakan oleh penjaga.


"Kita tidur didalem ya sayang." Andre menggendong Yuna sedangkan Nita dia menggendong Okta.


Keduanya masuk kedalam rumah dan masuk kedalam kamar mereka dengan kedua cucu mereka yang ikut. "Tuan, Nyonya maaf menganggu wakyu istirahat kalian." seorang penjaga menghampiri Nita dan juga Andre. Namun yang menanggapi hanya Andre sebab Nita harus mengurus kedua cucunya.


"Ada apa?." tanya Andre.

__ADS_1


"Tadi siang ada seorang wanita kemari tuan dia mencari nona Ara." ucap penjaga tersebut.


"Kenapa dianyari Ara?." tanya Andre dengan wajah bingungnya.


__ADS_2