
"Untung aja kak Nathan tidur kalo enggak...."
Ckleek
"Sayang kamu lagi ngapain?" tanya Nathan dan hal tersebut membuat Ara langsung memejamkan mata nya prustasi akibat hal yang di harapkan nya tidak sesuai dengan kenyataan nya.
"Eh kakak nanya loh, Kamu lagi ngapain?" tanya Nathan dan berjalan mendekat ke arah istri nya yang masih berada di dalam bath up.
Ara sedikit menyembunyikan tubuh nya menggunakan busa sabun yang ada di dalam bath up tersebut agar Nathan tidak bisa melihat tubuh nya. "Ara lagi mandi, Kakak ngapain masuk?" tanya Ara dengan menatap kesal akan suami nya yang mengganggu waktu santai nya.
"Kakak gak nemuin kamu di ruang ganti makanya kakak masuk ke sini waktu denger suara air" jawab Nathan dan melepaskan seluruh pakaian nya pula dan masuk ke dalam bath up yang sama dengan istri nya.
"Kakak mau ngapain?" teriak Ara saat suami nya masuk ke dalam bath up.
"Tidur, Jelas aja ikut berendam" jawab Nathan dengan kesal nya dan menarik tangan istri nya.
"Kamu udah gak datang bulan kan?" tanya Nathan dengan mencium bahu istri nya yang licin itu.
"Baru aja mandi, Kakak jangan macem macem entar makin lama Ara mandi wajib nya" jawab Ara yang tau maksud suami nya.
"Yaudah kakak lepasin sekarang, Inget gak apa mau Yuna sama Okta?" tanya Nathan.
"Iya" jawab Ara yang sangat ingat akan hal tersebut.
"Tuh bocah bedua mana?" tanya Ara kepada suami nya dan memundurkan tubuh nya.
"Eh mau kemana?" tanya Nathan dan menahan tubuh istri nya agar tetap bersama nya dan menempel dengan nya.
"Mereka masih tidur, Udah di pindahin ke ranjang tadi" jawab Nathan dan meletakkan dagu nya di bahu istri nya dan memejamkan mata nya.
"Kakak masih ngantuk?" tanya Ara kepada suami nya.
"Iya" jawab Nathan dengan nada pelan dan memeluk erat tubuh kecil itu.
"Yaudah udahin cepet mandi nya, Istirahat lagi" jawab Ara dan langsung berlalu dari sana dengan mengenakan baju handuk nya.
"Kamu itu masih penuh sama busa udah make handuk" ucap Nathan. Ara tidak memperdulikan nya dan menutup tirai pembatas dan mengunci nya hingga ke bawah. Dia dengan segera langsung mencuci bersih tubuh nya dan setelah itu mengeringkan tubuh nya dan kembali mengenakan baju handuk nya tadi.
"Percuma saja, Aku juga bisa melihat nya" ucap Nathan.yang sangat jelas bisa melihat istri nya meskipun tirai sudah di tutup rapat.
__ADS_1
"Cepetan udahan mandi nya, Makan abis itu balik istirahat" ucap Ara yang kembali membuka tirai dan langsung berlalu dari kamar mandi.
Ara keluar dari kamar mandi, Saat dia keliar dia melihat kedua anak nya sudah bangun dan memakan makanan yang di bawa nya tadi. "Baru bangun udah makan?" tanya Ara saat melihat mereka berdua yang nampak lahap makan.
"Kami tadi nyium bau makanan makanya bangun langsung laper" jawab Okta yang kembali melahap makanan nya yang belum habis sedangkan makanan Yuna sudah habis.
Ara tersenyum saat mendengar jawaban anak nya dan mendudukkan tubuh nya di samping Okta. "Gimana enak?" tanya Ara dengan mengusap kepala anak nya secara bergantian.
"Em, Enak banget" jawab Yuna dan Okta bersamaan.
"Ma spageti nya punya siapa?" tanya Yuna dengan meneguk liur nya saat melihat spageti di hadapan nya.
"Kan papa tadi yang mau, Punya Yuna mie goreng" jawab Ara.
"Kalian makan duluan tanpa papa?" tanya Nathan saat keluar dari kamar mandi dan melihat makanan Yuna sudah habis sedangkan Okta baru saja habis.
Nathan mendudukkan tubuh nya di atas kursi di samping Yuna dan mengambil makanan nya dan nampak Yuna mengikuti spageti itu. "Yuna mau?" tanya Nathan saat melihat anak nya yang melihat makanan nya.
"Iya" jawab Yuna.
"Papa makan apa kalo Yuna mau?" tanya Nathan.
"Makasih pa" ucap Yuna dengan girang nya dan sudah merasa kenyang.
"Hem, Okta mau?" tanya Nathan.
"Enggak pa, Okta udah kenyang" jawab Okta dan meminum minuman nya saat sudah selesai makan.
"Kamu mau?" tanya Nathan pula kepada istri nya. Ara menggelengkan kepala nya dengan tersenyum lebar menatap suami nya. Nathan tidak lagi menawar siapapun dan memakan makanan nya.
Tok..tok..tok
"Yuna, Okta nenek sama kakek udah pulang" teriak Nita dari luar dengan mengetuk pintu kamar Ara dan Nathan.
"Kakek sama nenek udah pulang" ucap Yuna dan Okta bersamaan dan langsung berdiri dari duduk mereka. Ara ikut berdiri dan membuka pintu kamar tersebut dengan tubuh yang masih berbalut baju handuk dan handuk baisa yang melilit di kepala nya hingga dia mengintip terlebih dahulu dan tidak ada ayah mertua nya.
"Nenek" ucap Yuna dan Okta dan langsung memeluk Nita.
"Sayang" balas Nita dan langsung memeluk kedua cucu nya tersebut.
__ADS_1
"Nenek dari mana aja? Kami nungguin nenek loh" ucap Okta.
"Nenek tadi ada urusan di luar makanya pergi sebentar sama kakek" jawab Nita dan berdiri dari duduk nya.
"Ayo kita ke bawah, Pasti kakek udah nungguin kita" ajak Yuna.
"Ayo" ajak Okta pula.
"Ma, Pa kami tidur sama nenek sama kakek ya" ucap Yuna dan Okta tanpa basa basi terlebih dahulu.
"Ne..."
"Iya gapapa, Sering sering ya tidur sama nenek sama kakek" jawab Nathan yang memotong ucapan istri nya hingga hal tersebut membuat Nita tersenyum.
"Ayo sayang kita turun, Kakek udah nungguin di bawah" ajak Nita. Mereka masuk ke dalam lift dan lift membawa mereka ke bawah.
"Kamu kok ngizinin mereka tidur sama bunda sama ayah?" tanya Ara dengan wajah kesal nya kepada suami nya.
Nathan menutup pintu kamar nya dan berjalan masuk kembali ke dalam. "Mereka yang mau, Tidak mungkin kan kita melarang?" tanya Nathan dan melanjutkan makan nya.
"Sini lanjutin makan kamu" ucap Nathan dan menggeserkan tubuh nya agar istri nya kembali duduk dan makan bersama nya. Ara tidak menjawab nya dan mengambil makanan nya dan melahap nya akibat lapar karna sedari siang belum makan.
Setelat selesai makan Nathan membereskan bekas makan anak anak nya, istri nya dan juga dia dan meletakkan nya di atas roling dan meletakkan roling di luar kamar nya. Ara memilih menuju ke ruang ganti dan mengenakan pakaian santai nya dengan celana pendek. Ara kembali keluar dan melihat suami nya tengah duduk di atas ranjang. "Sini sayang" ucap Nathan dan melipat kaki yang menelentang tadi.
Ara tidak menjawab nya dan mendudukkan tubuh nya di hadapan suami nya. "Gimana tadi di sekolah Yuna? Ada yang ngatain kamu lagi?" tanya Nathan padahal dia sudah tau apa istri nya di ganggu atau tidak.
"Gak ada, Berjalan normal" jawab Ara akan pertanyaan suami nya tersebut.
"Beneran?" tanya Nathan dan mengusap dahi wanita nya tersebut yang terhalang oleh rambut poni nya.
"Jangan ganggu" ketus Ara saat suami nya hendak menyibak poni nya. Nathan menatap tajam ke arah wanita nya tersebut dan nampak Ara sedang merapikan kembali poni nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.