The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 15


__ADS_3

"Sekali lagi kalian berbicara yang tidak baik tentang istri ku akan saya habisi kalian, Jika bukan kalian kemungkinan usaha usaha suami kalian, Meski saya tidak tau kalian dari keluarga apa. Tapi saya tegaskan sekali lagi jaga ucapan kalian jangan sampai ucapan kalian menyakiti hati istri dan juga anakku jika masih ingin hidup tenang" ucap Nathan dengan wajah datar nya nada datar tapi penuh dengan ancaman.


"Sayang tunggu" teriak Nathan dan langsung menyusul anak dan istri nya.


Nathan berdiri di samping istri nya dan itu membuat Ara menoleh ke arah suami nya. Tanpa mengeluarkan suara apapun dia langsung mengalihkan pandang nya dari suami nya. "Kita ke mana dulu?" tanya Ara yang tidak mengetahui kemana akan pergi.


"Ke sini' Nathan menggenggam tangan anak nya.


"Kak lepasin, Yuna ketinggalan di belakang" ucap Ara dan melepaskan tangan lelaki itu. Nathan langsung menoleh ks belakang dan benar saja Yuna tertinggal gara gara dia menarik tangan istri nya tadi.


Ara langsung membalikkan tubuh nya dan berjalan ke arah anak nya. "Ayo sayang, Kita ikut papa kamu dulu abis itu baru bisa masuk ke kelas belajar ya" Ara menggendong anak nya tapi dengan segera Nathan mengambil alih anak nya yang cukup berat itu.


"Aku aja yang gendong, Ayo" Nathan menggendong Yuna dan menggenggam tangan Ara dan setelah itu melangkahkan kaki nya berlalu dari sana. Nathan yang tau di mana letak ruang kepala sekolah langsung masuk ke dalam nya tanpa izin dan ketukan.


"Kakak ini lancang sekali masuk" Ara menghentikan langkah kaki nya saat tidak mendengar orang mempersilahkan nya masuk ke dalam ruangan. Nathan menoleh ke arah nya dengan tatapan bingung.


"Aku udah buat janji kok sama kepala sekolah nya" jawab Nathan.


"Ya, Tetep aja gak sopan masuk sembarangan" jawab Ara.


Ckleek


"Loh pak Nathan" sapa pak kepala sekolah saat melihat Nathan tengah menggendong anak nya yang tengah mengenakan seragam sekolah.


Nathan dan juga Ara menoleh ke arah suara begitupun dengan Yuna. "Pak" sapa balik Nathan dengan senyum nya.

__ADS_1


"Pak" Ara ikut menyapa dengan tersenyum lebar.


"Ini anak bapak yang akan sekolah di sini?" tanya bapak kepala sekolah itu kepada Nathan.


"Ah iya pak" jawab Nathan dengan senyum nya.


"Formulir waktu itu sudah di isi dengan lengkap dan seragam sekolah nya juga sudah di ambil, Jadi anak bapak bisa langsung masuk sekolah hari ini" jelas pak kepala sekolah dengan tersenyum.


"Seluruh nya juga sudah di lunasi hingga enam tahun kedepan bukan pak?" tanya Nathan. Ara hanya diam dan memperhatikan dan juga mendengar nya saja.


"Ah iya pak, Ini bukti pelunasan spp selama enam tahun untuk.... Yuna dan juga Oktariani" bapak kepala sekolah itu menjeda saat melihat nama yang tertera di sana. Nathan menerima nya dengan senang hati.


"Mari saya antar Yuna ke kelas nya" ucap pak kepala sekolah menawarkan diri nya. Nathan tersenyum dan mengangguk mengiyakan nya dan setelah itu dia menurunkan anak nya.


"Ayo Yuna"ajak pak kepala. Yuna mengangguk mengiyakan nya dan mengikuti pak kepala dari belakang begitupun dengan Ara dan Nathan yang mengikuti mereka dari belakang.


"Em?" Ara nampak memasang wajah bingung nya.


"Yuna ini kelas kamu nak" pak kepala sekolah berhenti dan membuat Ara dan Nathan ikut berhenti dan menatap ke depan dan mereka menghentikan langkah kaki mereka tepat di depan kelas anak nya.


"Terima kasih pak" Nathan tersenyum lebar saat mengucapkan terima kasih kepada pk kepala.


"Sama sama pak, Kalau begitu saya permisi" pamit kepala. Nathan mengangguk mengiyakan nya dan kepala pun berlalu dari sana.


"Papa, Mama, Okta di mana?" tanya Yuna yang mencari Okta sedari tadi. Ara dan Nathan baru sadar akan ketidak hadiran Okta di sekolah itu padahal seluruh nya sudah di biayai oleh Nathan.

__ADS_1


"Oh iya ya sayang, Papa dan mama juga gak liat Okta dari tadi" jawab Nathan. Ara menatap ke dalam mencari apa ada Okta atau tidak.


"Itu Okta sayang" ucap Ara yang mendapati Okta di dalam yang di lindungi oleh tubuh dua orang siapa lagi jika bukan Yuda dan istri nya. Yuna dan juga Nathan menoleh ke dalam dan benar saja di dalam sudah ada Okta.


"Oh iya, Yuna masuk dulu ma, Pa" Yuna menyalami kedua orang tua nya dan setelah itu langsung masuk ke dalam kelas.


"Okta" sapa Yuna saat sudah sampai di dekat Okta. Yuda, Istri dan juga Okta menoleh ke arah Yuna.


"Kamu udah nyampe?" tanya Yuda dan menggendong Yuna dan mendudukkan tubuh Yuna di atas kursi di samping Okta.


"Sayang wajah kamu pucat" ucap Nathan yang sadar akan wajah wanita nya yang nampak pucat.


"Huh, Huh" Ara menarik nafas sesak dan memegang perut nya yang sedikit sakit.


"Kenapa? Kau...."


"Aku hanya perlu duduk" potong Ara yang tau apa yang ingin di tanyakan suami nya.


"Yaudah ayo duduk sini" Nathan membantu istri nya untuk duduk. Ara tidak menjawab nya dan mengikuti lelaki nya tersebut dan duduk di atas kursi yang ada di depan.


"Kita pulang aja kalo kamu sakit" ucap Nathan.


"Di hari pertama Yuna sekolah gak mungkin aku gak nemenin dia" jawab Ara.


"Tapi kamu sakit" ucap Nathan.

__ADS_1


"Bukankah dia selebgram yang terkena masalah dan menghilang dari publik beberapa tahun lalu?"


__ADS_2