
***
ANDO :
Aku udah nunggu di depan gerbang rumah kamu.
Setelah mendapatkan pesan singkat itu, sambil menjinjing sepasang hing heels, Aku berjalan mengendap-endap
melewati ruang tamu. berhubung ini sabtu malam, waktunya Aku dan Ando menghabiskan waktu bersama, berpacaran seperti anak muda lainnya.
entah apa yang membuat hatiku sudah sangat yakin memilih Ando untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius lagi. padahal kami baru pacaran selama tiga bulan.
"Anne , kamu mau kemana?"
suara berat namun tegas dari seorang pria langsung menghentikan langkah ku. Aku menggigit bibir seiring dengan jantung yang berdetak cepat, perlahan tapi pasti Aku mulai membalikan badan dan bertemu pandang dengan Papa yang tengah duduk di sofa, tatapan beliau sungguh tidak bersahabat.
"Kok diam? Papa tanya, kamu mau kemana?" tanya Papa lagi, sekedar berbasa-basi hanya untuk memancing jawabanku. sejenak, Papa melepas kaca mata nya , lalu membersihkan lensanya dan memakainya kembali.
" Anne ada janji sama temen, Pa," balasku berbohong seolah melupakan peraturan baru dari Papa yang melarangku untuk keluar malam hari sejak negara skripshit itu menyerang.
You know, saat ini Aku masih mengabdi menjadi mahasiswi abadi di salah satu universitas swasta tempatku
menutut ilmu. Honestly, di saat umurku telah menginjak dua puluh empat tahun.ralat, hampir dua puluh lima tahun,
bahkan Aku sudah tidak peduli lagi dengan skripsi yang selalu manghantui hidupku selama hampir enam tahun kuliah.bagiku, masih menyandang status sebagai mahasiswa itu berarti akan terhindar dari yang namanya pengangguran yang kini sudah padat merayap di indonesia. jadi untuk saat ini Aku terbebas dari yang namanya pengangguran.
"Kamu lupa dengan peraturan baru kita, Anne? Papa tidak akan mengizinkan kamu keluar malam, sampai kamu wisuda nanti.". apa ini? bahkan aku saja tidak taku kapan bisa menyelesaikan skripsi, meskipun hidupku sudah
dihantui oleh drop out. Aku tidak peduli. sungguh tidak peduli. Aku sudah lelah berada di kampus dan duduk di
antara adik -adik junior.
"ayolah,Pa .Anne nggak bisa terus-terusan mengurung diri di kamar tiap malam. Aku bisa stres! Papa juga nggak mau kan , liat anaknya jadi stres?"
__ADS_1
Papa menggeleng pelan ."Anne,Anne, ternyata kamu lebih stres karena tidak bisa keluar malam dari pada tidak kelar kuliah? sebenarnya, pemikiran kamu ada di mana sih, Nak?"
Aku mulai naik pitam. emosiku memang sering pasang-surut. 'Oh, Papa mau bilang kalo Anne ini nggak punya pemikiran dan bodoh.makannya Anne nggak selesai-selesai kuliah,gitu?"
"Papa tidak pernak berkata kalau anak Papa bodoh," ujar Papa dengan wajah polos sambil mengangkat bahu.
"Ah sudah lah Pa , Anne lelah setiap hari harus berdebat dengan pembahasan yang sama.intinya, malam ini Anne ingin refreshing otak dulu sama teman-teman.dan Papa harus ngizinin Anne untuk pergi !! intonasiku terdengar tinggi dan menekan.
"Maaf An, untuk kali ini Papa tegaskan. kamu tidak boleh keluar dari rumah!" suara Papa tidak kalah kerasnya, sama sekali bukan Papa yang biasanya dan berhasil membuat bulu tanganku meremang karna ketakutan.
" Oh iya , Anne. Papa ingin menanyakan satu hal penting kepada kamu,"lanjut Papa lagi.
"Hm" gumamku malas. hilang sudah mood ku hari ini." " kenapa Kamu tidak mempersilahkan Arsen untuk masuk ke dalam rumah kita, An?" seketika dahiku berkerut, berusaha mengingat nama Arsen yang begitu familier.
ARSEN,ARSEN,ARSEN,ARSEN
Oh si Mas-mas yang tadi pagi kerumah itu, ya?
"Pa, Anne nggak kenal sama dia, dan Anne nggak mau ambil resiko untuk masukin orang asing ke rumah."
"Idih! emangnya dia penting banget harus di ingat-ingat." Aku mengerucutkan bibir sebal. Aku ini tipe orang yang tidak suka membahas orang yang tidak kukenal.
"Hm....." Papa menggaruk dagunya." ya sudahlah kalau kamu tidak ingat, nanti kamu juga kenal sama Arsen,karena besok dia akan datang kerumah kita.jadi tolong bersikap baiklah dengan dia,mengerti?" sekarang kembali masuk kedalam kamar kamu.
"Tapi, Pa, izinin Anne pergi malam ini dengan teman-teman ku, dong." ".Papa tidak mengizinkan kamu untuk pergi. sekarang kamu masuk kedalam kamar." wajahku memelas mataku sudah berkaca-kaca. "Pa...."
"Anakku, Anne gabriella agathaa, Papa bilang masuk kekamar kamu, SE-KA-RANG!"
dengan berderai air mata, Aku berlari menuju kamar dan membanting pintu, Aku langsung melempar tubuh ke atas ranjang, Aku menangis sesenggukan.tak lama waktu berselang, ponselku berdering nyaring.
Ando.
"Kamu dimana An?Aku udah nunggu di depan gerbang rumah kamu dari tadi."
__ADS_1
"Papa nggak ngizinin Aku keluar,By," balasku masih terisak.
"Terus gimana? Apa kita batalin aja rencana malam ini?". kutatap layar ponsel jengkel.pake inisiatif kek, kamu kan bisa datang kerumah terus minta izin sama Papa untuk bawa Aku pergi.dasar cowok pengecut!
"Nggak! Aku mau tetep pergi dengan kamu malam ini!" Aku mulai keras kepala.
Ando mendesah panjang. "Tapi gimana caranya.Anne? Aku nggak berani menghadapi Papa kamu. Papa kamu tuh mantan anggota TNI, Aku takut."
memang benar. Papa memiliki gestur tubuh yang tinggi dan tegap.wajahnya begitu tegang, kumisnya tebal. Papa adalah seorang yang memiliki peranan penting di Indonesia, mengabdi untuk Negara hingga mampu bertaruh dengan nyawa, yakni sebagai anggota tentara nasional Indonesia.
semua orang yang melihat Papa, pasti akan langsung lari terbirit-birit akibat kumis tebalnya. meskipun sikap Papa keras, tubuh Papa sekuat baja, tetap saja hatinya selembut hello kitty. tapi sepertinya, pengecualian untuk malam ini.
"Pokoknya, kamu tetap tunggu didepan, oke? Aku tahu gimana caranya agar bisa keluar dari rumah ini. see you soon,Baby mwah.". sambungan terputus secara sepihak.
Tergesa-gesa, Aku mulai mencari kain panjang yang sudah di simpulkan hingga bermeter-meter dari dalam lemari
selembar kain yang selalu kupakai setiap kali ingin kabur dari rumah.setelah mengikat kainnya dibalkon,lantas Aku pun segera turun seperti tarzan, tanpa menimbulkan suara gaduh.
Kakiku berhasil berpijak pada tanah. kemudian dengan cara mengendap-endap Aku lari keluar dari pintu gerbang rumahku. "Cepat jalan!". pintaku setelah berhasil masuik kedalam mobil Ando dan duduk di jok kursi penumpang dengan nafas terengah-engah. Ando tersenyum senang. "Siap Tuan Putri"
Dentuman lagu Black Eyed Peas mulai terdengar kencang dari stereo mobil Ando. mobilnya pun melesat jauh meninggalkan rumah dengan kecepatan tinggi.
kami bersorak girang, tertawa lepas dan berteriak bebas. inilah malam kebebasanku tanpa omelan dari papa,
tugas kuliah,dan pemilihan kolot akan wisuda.
***
bonus pic**
C. Ando graha bramastaa
__ADS_1
bersambung.