The Perfect Husband

The Perfect Husband
Episode 23


__ADS_3

"Syukurlah jika begitu, Saya doakan anda selalu bahagia bersama keluarga kecil anda saat ini" ucap ibu ibu itu dengan tersenyum tulus mendoakan Ara dan keluarga.


"Amin, Terima kasih" jawab Ara dengan membalas senyum mereka.


Nathan tersenyum saat mendengar seluruh orang sudah berdamai dengan istri nya, Tidak ada lagi hujatan yang menghampiri istri nya, Hal di hawatir kan nya hilang sekejap saat mendengarkan ucapan demi ucapan yang kekuar dari mulut ibu ibu tadi. "Syukurlah tuhan, Usaha ku terbayar" ucap Nathan dengan senyum bahagia nya.


Satu masalah di hidup nya kembali tuntas membuat nya bisa bernafas lega untuk tidak menghawatirkan istri nya lagi jika sendiri begitupun dengan anak anak nya yang juga di hawatirkan nya akan mendapatkan perlakuan buruk dari orang yang membenci keluarga nya. "Masalah kantor? kayak nya baik baik aja sampe sekarang" guman Nathan dengan tersenyum merasa seluruh masalah di hidup nya menghilang satu persatu.


Terdengar nyanyian sangat kencang dari kelas Yuna dan Okta membuat Ara tersenyum sedangkan Nathan mengantuk akibat tidak melakukan apapun. "Ah ngantuk banget" ucap Nathan dan menurunkan tempat duduk mobil agar dia bisa tidur.


Dia mengunci pintu mobil nya dan perlahan mata nya terpejam dengan sendiri akibat mengantuk.


Jam sepuluh tepat akhir nya jam kelas Yuna dan Okta berakhir. Banyak orang tua murid di depan kelas itu menunggu anak masing masing begitupun dengan Ara yang juga menunggu anak anak nya. "Mama" teriak Yuna dan Okta bersamaan dan langsung memeluk ibu nya dengan senyum bahagia membuat Ara ikut tersenyum.


Ara berjongkok di hadapan kedua biadadari kecil nya tersebut. "Udah selesai kelas nya?" tanya Ara kepada kedua anak nya.


"Udah" jawab kedua nya secara bersamaan.


"Yaudah ayo sekarang waktu nya kita pulang" ajak Ara dan berdiri dari duduk nya.


"Yey pulang, Ketemu sama kakek sama nenek" ucap Yuna dengan girang nya.


"Main sama kakek sama nenek" sambung Okta pula yang juga girang saat mengatakan hal tersebut.


"Yaudah ayo kita pulang" ajak Ara dan melangkahkan kaki nya perlahan bersamaan dengan anak nya menuju ke gerbang untuk mencari taxi.


"Mama bukan nya itu mobil papa?" tanya Yuna yang hapal mobil ayah nya. Ara dan juga Okta langsung menoleh ke arah parkiran yang terletak mobil Nathan.


"Eh iya mobil papa kalian" jawab Ara saat sadar jika itu memang mobil suami nya.


"Ayo ke sana, Papa pasti nungguin kita" ajak Okta dan menarik tangan ibu nya. Ara tidak menjawab nya ataupun menolak nya, Dia hanya mengikuti kemauan kedua buah hati nya dan berjalan ke arah mobil suami nya.


"Bener papa kan ma?" tanya Okta dengan menarik tangan ibu nya. Nana menatap ke dalam mobil dan benar saja itu memang suami nya dan terlihat suami nya tidur di mobil.

__ADS_1


"Iya sayang" jawab Ara. Ara melepaskan tangan Okta dan juga Yuna yang menggenggam tangan nya dan mendekat ke kaca mobil.


Tok..tok..tok


"Kak" panggil Ara dengan mengetuk kaca mobil untuk membangunkan suami nya. Nathan yang mendengar hal tersebut membuka pelan mata nya dan menatap ke luar jendela.


"Ara" ucap nya dan membuka pintu mobil dan terlihat istri dan anak anak nya sudah berada di hadapan nya.


"Udah pulang kalian sayang?" tanya Nathan dengan mata yang nampak memerah kepada anak anak nya.


"Iya pa" jawab kedua nya secara bersamaan. Yuna mencium wajah ayah nya akibat sudah terbiasa setiap pulang sekolah mencium wajah ayah dan ibu nya begitupun dengan Okta yang juga sama seperti Yuna.


"Em" ucap Nathan dengan mencium kembali kedua anak nya secara bergantian.


"Mau di cium juga?" tanya Nathan menggoda istri nya yang berdiri di hadapan nya. Yuna dan Okta nampak tertawa tersembunyi saat melihat ayah nya yang menggoda ibu nya hingga tawa mereka terdengar oleh kedua orang tua nya.


"Kalian ngetawain apa hem?" tanya Ara dan membungkukkan sedikit tubuh nya dan menatap kedua anak nya secara bergantian.


"Papa cium mama supaya dia diam dan gak banyak ngomong, Hihihi" ucap Yuna dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Kami tidak melihat ma, Pa" teriak kedua nya secara bersamaan dengan mengenakan penutup mata untuk tidur milik mereka dan menyandarkan kepala mereka ke sandaran mobil.


"Siapa yang nagajarin kalian berani gitu hem?" tanya Ara dengan wajah kesal nya padahal tidak.


Kedua anak nya tidak menjawab nya hingga hal tersebut membuat Nathan yang sedari tadi tersenyum gemas akan kedua anak nya sekarang menjadi gemas akan istri nya yang memarahi anak nya. Nathan memegang leher istri nya dan menarik leher itu dan langsung mencium bibir wanita nya. Dia ******* dalam bibir wanita nya, Menikmati setiap ciuman yang di cium nya sedangkan Ara berusaha melepaskan bibir nya dari bibir suami nya karna mereka sekarang masih berada di tempat umum.


"Em" Ara kembali memberontak sedangkan anak anak nya sama sekali tidak memperdulikan kedua orang tua nya dan bersandar ke tubuh satu sama lain di belakang.


Nathan nampak menelan apa yang di nikmati oleh nya sangat terlihat jika tenggorokan nya seperti orang sedang minum air. Ara yang mendapatkan kelembutan itu akhir nya menyerah dan membalas ******* tersebut dengan mata yang terpejam menikmati hal tersebut.


Titttt


Klakson mobil di belakang mobil mereka menyadarkan kedua nya akan kenikmatan yang baru saja mereka nikmati, Ara sontak langsung berdiri seperti semula.

__ADS_1


Brakk


Kepala Ara terbentur ke atas mobil. "Ah" ucap Ara dengan memegang kepala nya yang tidak terlalu sakit karna tangan Nathan yang menahan kepala istri nya tersebut. Wajah Nathan nampak memerah akibat kesakitan di bagian tangan nya hingga Ara yang merasakan ada lapisan daging saat kepala nya terbentur tadi memegang benda itu dan ternyata tangan suami nya.


"A-ah tangan kakak" ucap Ara yang kaget saat melihat tangan suami nya yang memerah itu.


Tittttt


"Mohon cepatlah kami buru buru" teriak pemilik mobil di belakang kepada Ara.


"Masuk nanti di marahin lagi" ucap Nathan kepada istri nya.


"Tapi tangan kakak?" tanya Ara dengan memegang tangan suami nya yang memerah itu.


"Nona bisakah cepat?" teriak orang itu lagi yang mulai kesal terhadap Ara dan juga Nathan yang mobil mereka tidak bergerak gerak.


"Iya" jawab Ara dan menjauh dari sana dan berjalan ke tempat yang sepi agar tidak ada yang mendekat lagi.


"Loh kok malah pergi?" ucap Nathan saat melihat istri nya yang sudah pergi menjauh. Saat mendengar protes lagi dari belakang Nathan langsung melajukan mobil dengan kecepatan rendah mendekat ke istri nya yang sedang berdiri nampak menunggu nya.


Saat sampai di dekat istri nya dia langsung turun dari mobil dan mendekat ke pintu sebelah kemudi. "Silahkan masuk ratu ku" ucap Nathan dengan membuka pintu mobil untuk istri nya. Ara tersenyum senang saat medengar ucapan suami nya dan masuk ke dalam mobil.


Nathan kembali menutup pintu mobil istri nya dan berjalan ke arah kemudi.


Nathan masuk ke dalam mobil dan menatap istri nya yang nampak masih tersenyum malu. Nathan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya untuk cepat sampai memerlukan ke pokusan ke kemudi agar tidak terjadi apa apa.


Sesampai di rumah mereka langsung turun begitupun dengan Yuna dan juga Okta. "Nenek, Kakek kita pulang" teriak Yuna dan Okta bersamaan saat berada di dalam rumah.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2