
"Kita berdua berusaha bikin melting (meleleh) satu sama lain. Dan yang paling banyak bikin melting, berarti dia yang menang."
"Oke! Siapa takut."
"Dan yang kalah, harus mengabulkan permintaan yang menang. Gimana?" Usul Abi.
Keyla mengangguk. "No problem."
Abi mengulurkan tangannya. "Deal?"
Keyla menjabatnya. "Deal!"
Srat! Abi menarik tangan Keyla, hingga nyaris tidak ada jarak antara keduanya. Bahkan Keyla dapat merasakan hangatnya nafas Abi yang berhembus mengenai wajahnya. Kembali, mereka bertatap mesra dalam kesunyian.
"1 - 0 !" Ucap Abi sambil tersenyum menang. Kemudian berlalu.
Keyla merengut. Belum apa-apa dia sudah kalah. Haha! Buru-buru ia mengikuti Abi.
Setelah Abi duduk di atas sepeda, Keyla juga langsung duduk di belakangnya. Kemudian dengan niat membuat Abi melting, Keyla melingkarkan tangannya ke pinggang Abi.
Abi seketika menunduk, menatap tangan Keyla.
"Satu sama!"
"Enggak dih. Gue gak melting."
l
"Oiyah? Kalau gitu.." Keyla berdiri dan beralih duduk di palang yang melintang di bagian depan.
"Duduk sini ah." Kemudian Keyla mengambil tangan Abi dan menggenggamnya. Tidak cukup sampai disana, ia juga menyandarkan kepalanya ke dada kiri Abi, lalu mendongak, menatap wajahnya.
"Satu sama yah? Plis."
"Dih maksa."
"Tapi loe melting kan? Lihat tuh pipinya merah kaya stoberi haha."
Abi langsung menutupi pipi dengan tangan kanannya. Huh! Si Ayang memang paling tidak mau kalah!
"Berapa jadi skornya?" Keyla meminta penjelasan.
Abi mendengus kesal. "Satu sama puas?"
Keyla tertawa girang.
***
Rumah Sakit AMC Bandung.
Orang tua Regy datang dan menyuruhnya pulang untuk bergantian menjaga Wulan. Rupanya itulah alasan Regy seharian tidak memberi Meisya kabar.
Tadi pagi, Wulan mengeluh sakit perut dan terus menangis kesakitan . Regy dan orangtuanya pun langsung membawa Gadis itu ke rumah sakit. Sayangnya Regy lupa membawa handphone saking kalap.
Setelah diperiksa Dokter, Wulan dinyatakan mengalami usus buntu dan diharuskan menjalani operasi saat itu juga.
Siangnya, Regy pun menyuruh Orangtuanya pulang untuk istirahat sejenak, dan biarkan dia yang menjaga Wulan.
Sesampainya di rumah, hal pertama yang Regy lakukan adalah mengecek handphonenya. 1 panggilan tak terjawab. Dari Icha- Ku.
Tanpa banyak cingcong, Regy langsung menelfon Meisya. Sayangnya tidak diangkat. Pemuda itu tidak menyerah dan mencobanya sekali lagi. Kali ini malah di reject!
Akhirnya Regy langsung menge-chatt Meisya.
(Sayang kenapa telfonnya malah di matiin?)
10 menit menunggu, Regy tetap tidak mendapat balasan. Meisya hanya membaca pesannya. Regy janji, jika setelah ini tidak juga mendapat balasan, ia akan menyerah.
(Duh Ya Allah.. Si Sayang teh Kenapa yah?)
__ADS_1
Tetap zonk!
Akhirnya Regy membuka Instagram. Berharap menemukan titik terang disana. Dan ketika melihat postingan Nadya, ia terbelalak. Apalagi saat melihat komentar yang memenuhi postingannya.
Darah Regy langsung mendidih. "Anying ieu jalma dua (Anying nih orang dua)."
Dengan emosi yang menggebu, Regy langsung mengetik komentar.
@Regy_AL : @Aditya_Rangga Eh Setan! Kapan gue meluk Nadya? Lu jangan fitnah bangsat.
5 menit kemudian Rangga membalas komentar Regy.
@Aditya_Rangga : Lu yang setan! Lu gak kasihan sama Nadya yang cinta mati sama loe? Tolol beud!
@Regy_AL : Ya terus gue musti gimana anjing? Mutusin Meisya demi Nadya, dan relain Meisya buat loe? Haha! Ngimpi!
@Aditya_Rangga : Anjin*! Monye*! Bab*!
@Regy_AL : Terus! Keluarin semua nama binatang!
@Aditya_Rangga : Sini lawan gue kalau berani! Jangan cuma berani di sosmed!
@Regy_AL : Oke! Siapa takut.
@Rizvan_Pratama : Haha lawak beud lu pada. Cuma gara-gara cewek sampai ngorbanin pertemanan.
@Aditya_Rangga : Ga Usah banyak bacot lu bang sat @Rizvan_Pratama Lu sama anjingnya sama si Regy.
Di kamarnya, Meisya juga membaca semua itu.
Dia geleng-geleng kepala. "Ckckckckk. Parah Anying."
***
Di tepi danau, tempat favorit mereka.
"Enak gak?" Tanya Keyla, harap-harap cemas. Namun ia sangat berharap makanan itu enak dan bisa diterima lidah Abi. Karena ia membuatnya dengan penuh cinta.
Abi sendiri tiba-tiba berhenti mengunyah. Menghela nafas panjang, lalu menggeleng pelan.
Keyla menunduk sedih. Padahal ia membuatnya dengan effort yang tinggi. Sayang sekali rasanya tidak enak.
Tapi Abi tidak serius. Karena selanjutnya, ia tersenyum dan menyentil pelan hidung Keyla.
"Tapi bo'ong! Haha. Enak Ayang. "
Keyla antusias. "Serius?"
"Serius! Gak percaya, sini gue suapin."
Keyla langsung menolak. "Nggak mau!"
"Kenapa?"
"Gue gak doyan."
"Kenapa sih? Sumpah ini enak banget."
"Gue gak doyan sama daun bawangnya!"
Aby cemberut dan akhirnya memakan sendiri martabak buatan Keyla. Hebatnya Keyla bisa membuat makanan seenak itu, meski dia sendiri tidak doyan makanan tersebut.
"Oiyah Bi, loe tahu gak kalau hari ini Divio menjalani operasi transplantasi kornea?"
Abi manggut-manggut sambil lahap makan.
"Operasinya berhasil gak yah?" Tanya Keyla, penasaran.
"Pasti berhasil lah. Kenapa juga harus gagal." Jawab Abi, yakin.
__ADS_1
Namun tak lama kemudian, ia dibuat shock oleh pesan yang ia terima dari Raya.
(Bi, operasi Divio gagal. Dia tetep gak bisa ngelihat)
"Nggak. Ini mustahil." Ucap Abi, begitu terpukul. Sepanjang pengetahuannya, operasi transplantasi kornea dipastikan berhasil 90%.
Keyla heran. "Kenapa?"
"Operasinya gagal. Divio tetep gak bisa ngelihat." Tutur Abi, pedih.
Keyla ikut terkejut sekaligus bersedih mendengarnya. Ia pun menyarankan Abi untuk menemui Divio.
"Loe harus lihat keadaannya, dan menghibur dia. Gih sana."
"Terus loe gimana?" Tanya Abi, khawatir dan tidak tega jika harus meninggalkan Keyla sendirian.
Namun Keyla berusaha meyakinkannya. "Gak papa gue bisa pulang sendiri."
"Beneran?"
Keyla tersenyum lembut. "Beneran Abi. Udah buruan sana nanti keburu maghrib."
Abi mengerti dan langsung berlari meninggalkan Keyla. Berniat mencegat taksi dan bergegas menuju rumah Sakit.
Keyla sendiri mendekati sepedanya, dan berniat pulang.
"Gak bisa Key. Gue gak sanggup ninggalin loe sendiri." Aby kembali dan berhasil membuat Keyla melting dengan sikap dan ucapannya.
Abi pun mengambil alih sepeda Keyla dan langsung menaikinya. "Ayo naik."
Keyla malah diam dan terus menatap Abi dengan tatapan kagum. Membuat Abi seketika menatapnya.
"Ayang! Ayo."
Keyla tersenyum dan akhirnya duduk di belakang Abi.
Sepanjang perjalanan..
"Abi."
"Hmm?
"Sekarang skornya 2-1 yah."
"Siapa yang 2?"
"Loe. Loe udah berhasil bikin gue melting dengan sikap loe barusan."
Mendengar ucapan Keyla, Abi yang sedang terpukul merasa sedikit terhibur. Si Ayang memang jago membuatnya semakin jatuh cinta. Abi pun tersenyum tanpa sepengetahuan Keyla.
**
Berbekal informasi dari Raya, Abi akhirnya tiba di depan Ruang perawatan Divio. Disaat yang sama, Mamah Divio keluar darisana.
Abi langsung memperkenalkan diri sebagai teman Divio dan meminta izin menemui pemuda itu. Mamah Divio tersenyum dan tentunya mengizinkan.
Begitu masuk, Abi mendapati Divio yang tampak tengah melamun dengan wajah seribu pikiran.
Pelan-pelan Abi pun mendekatinya, dan berdiri di samping Divio.
Abi menelan ludah getir. Baru saja ia membuka mulut, hendak mengatakan sesuatu. Tanpa diduga Divio berkata.
"Long Time no see Abi." Divio memutar kepala, menatap wajah Abi yang sedang berdiri di sampingnya.
"Gue seneng loe masih hidup."
Abi terperangah. "Div, loe bisa ngelihat gue?!"
-Bersambung-
__ADS_1