
Beberapa hari kemudian..
Begitu mendengar ketukan pintu dari luar, Keyla yang sudah nyaris terlelap terpaksa membuka mata. Menyingkap selimut dan beranjak dari tempat tidurnya.
Terlihat Mbok Sumi yang sedang berdiri di luar kamarnya. Keyla mengucek matanya sambil menguap. Padahal ia baru mau bermimpi.
"Maaf Non, ada tamu di depan."
Keyla heran. Tamu untuknya? Malam-malam begini?
"Siapa Mbok?"
"Yang jelas laki-laki."
Keyla mengerti dan menyuruh Mbok Sumi untuk meminta tamu itu menunggu, sementara ia berganti baju. Karena saat ini Keyla hanya memakai tanktop dan hot pants.
Setelah cuci muka dan berganti baju, Keyla menuruni tangga rumahnya, kemudian berjalan menuju ruang tamu.
Rupanya tamu yang dimaksud adalah..
"Regi? Kamu Regi kan?" Heran Keyla. Ia tidak mengerti. Ada perlu apa Regy menemuinya malam-malam begini?
Regy sendiri langsung bangkit dari duduknya. Wajahnya menampakkan raut kecemasan. "Kak Keyla, ikut aku yah."
"Ikut kemana?"
"Udah pokoknya Kakak ikut aja. Ini menyangkut Kak Meisya dan benar-benar urgent."
Keyla panik dong. "Hah? Meisya kenapa?"
"Makanya kalau Kakak penasaran, ikut aku sekarang juga."
Mau tak mau Keyla akhirnya menuruti keinginan Regy dan pergi bersamanya. Dengan mengendarai motor N-Max Regy, mereka pergi dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi.
Di tengah perjalanan, Keyla yang sangat penasaran, bertanya. "Gi, kamu mau bawa Kakak kemana?"
Sayangnya Regy tidak memberi tahu dan malah menjawab Keyla akan segera mengetahuinya. Ia pun menambah kecepatan motornya.
Saat keduanya melintasi sebuah kawasan jarang penduduk, tiba-tiba handphone Regy yang berada dalam saku celananya bergetar, pertanda masuknya sebuah panggilan.
Regy pun terpaksa menghentikan laju motornya dan langsung mengeluarkan handphonenya. Ia meminta Keyla turun.
"Ada apa?" Tanya Keyla, setelah turun dari motor Regy.
Regy ikut-ikutan turun. "Saya mau ngangkat telfon dulu yah. Kakak tunggu disini sebentar."
"Terus kamu mau kemana? Lagian kenapa nggak disini aja ngangkat telfonnya?" Keyla heran.
"Saya sama orang ini mau ngomongin masalah cowok Kak. Gak enak kalau sampai kakak denger omongan kami yang nggak-nggak. Lagian bentar doang kok." Alasan Regy. Entah benar atau hoax.
Regy kemudian menatap sebuah rumah yang tampaknya sedang dalam tahap pembangunan. Pintunya terbuka dan di dalamnya cukup terang.
"Tuh, saya cuma mau kesana."
"Tapi.." belum selesai Keyla bicara, Regy sudah berlari dan menghilang dari pandangannya.
Keyla menghela nafas panjang. Bingung dengan semua ini. Akhirnya ia memutuskan untuk menelfon Meisya guna mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Sayangnya telfon Keyla tidak diangkat. Namun Keyla tidak kehabisan akal dan mencoba menelfon Raya.
Tapi tetap zonk.
Keyla jadi semakin khawatir. "Sebenarnya ada apa sih?"
Tiba-tiba semilir angin berhembus pelan. Disusul suara burung hantu yang bertengger di atas pohon, di samping Keyla. Suasana yang sangat mencekam.
Bulu kuduk Keyla seketika berdiri. "Njir.. Serem."
5 menit berlalu..
10 menit terlewatkan..
15 menit! Regy masih belum muncul juga dari dalam rumah tersebut. Membuat Keyla heran dan tidak habis pikir. Apa sebenarnya yang sedang dilakukan Regy di dalam sana? Apa jangan-jangan dia tidur? Atau mungkin diculik makhluk astral?
Tidak bisa terus berdiam diri, Keyla pun memutuskan untuk mencarinya. Meski perasaannya takut setengah mati, namun bagaimanapun Regy tetap harus ditemukan.
Awalnya Keyla hanya berdiri di luar rumah saja.
"REGI? OH REGII.." Teriaknya. Ala Upin-Ipin memanggil Tok Dalang.
Tidak ada sahutan.
"REGI? KAMU DIM.. ALLAHUAKBAR!" Keyla tersentak kaget saat seekor kucing hitam tiba-tiba melompat ke arahnya. Kampret! Jantungnya hampir copot.
Gadis itu semakin ketakutan dan gelisah dibuatnya.
"Dih! Si Regy kemana sih? REGI! "
Anehnya tetap tidak ada respon dari Regy yang entah pergi kemana. Akhirnya Keyla mengumpulkan keberanian dan memutuskan untuk memasuki rumah tersebut. Semoga pemiliknya tidak datang dan menyangka dirinya hendak maling. Tidak lucu kan kalau itu terjadi?
Ahh.. si Regy memang membagongkan. Sebenarnya kemana dia? Dan apa tujuannya membawa Keyla sebenarnya?
Di ruangan pertama, jelas Regy tidak ada. Keyla masuk lebih dalam dan melangkah menuju ruangan lain.
"Regi? Kamu dimana?" Suara Keyla bergema memenuhi seisi ruangan.
Blup! Tiba-tiba lampu yang menerangi ruangan itu padam dengan sendirinya. Membuat Keyla panik sekaligus takut dan langsung berlari menuju ruangan pertama. Persetan dengan Regy yang mungkin sudah jadi tumbal makhluk halus.
Ia berniat kabur dari rumah itu saat ini juga.
__ADS_1
Anehnya pintu yang semula terbuka lebar kini tiba-tiba tertutup. Bahkan terkunci dan tidak bisa dibuka sama sekali.
Dengan rasa takut setengah mati, keyla menggedor-gedor pintu tersebut.
"WOY! BUKA! SUMPAH GAK LUCU!"
Tidak lama kemudian, terdengar jelas suara cekikikan seorang wanita yang begitu melengking.
"Hihihi.."
Keyla celingak-celinguk. Nafasnya mulai tidak beraturan. Bisa dipastikan itu adalah suara kuntilanak.
Tidak hanya itu, ada juga suara seseorang yang sedang menangis dan merintih. "Hngngngng.."
Disusul lagu Lingsir wengi yang mengerikan dan entah darimana asalnya. Membuat Keyla semakin kalap dan mulai menangis ketakutan. Ini benar-benar seperti acara uji nyali.
Brag! Brag! Brag!
Keyla kembali memukul-mukul pintu.
"WOY BUKAIN! GUE MAU PULANG!"
Sebuah tangan pucat terulur dan memegang pelan pundak Keyla. Keyla menghela nafas lega. Yakin, itu pasti Regy.
"Regi! Kamu darim... AAAAA!!!
Sayangnya itu bukan Regy. Melainkan sesosok kuntilbaby yang sedang tersenyum menyeringai dengan wajah anehnya.
Keyla berteriak histeris dan langsung berlari menghindari mahkluk astral tersebut menuju tempat lain. Untungnya dia tidak sampai pingsan.
Tapi saat tiba di ruangan tengah, ia melihat sesosok pocong jelek yang sedang berdiri kaku di sudut ruangan. Dan meskipun ruangan tersebut gelap, namun Keyla tetap bisa melihatnya dengan jelas.
"ANJIR!"
Keyla berlari lagi menuju ruangan lain. Namun langkahnya tertahan saat dia dihadang oleh sesosok suster ngesot yang sedang menatapnya disertai seringai mengerikan.
"Ya Allah!" Pekik Keyla. Jantungnya benar-benar nyaris berhenti saat itu juga. Ingin pingsan tapi tidak bisa.
Ia pun terpikirkan untuk mendobrak pintu dan berniat kembali ke ruangan pertama.
Namun saat berbalik, ada Zombie yang sedang berdiri di hadapannya. Keyla sudah tidak bisa kabur lagi. Karena saat ini, ia sedang dikepung oleh makhluk-makhluk menyeramkan tersebut.
Bahkan kemudian, suster ngesot itu mendekat dan memegang pergelangan kaki Keyla yang sudah sangat dingin.
"Ya Allah! Diem! Gak mau! Gue mau pulang! Mamah TOLONG!!"
"HIIHIHI.."
"Hngngngng.."
"Lingsir wengi sliramu tumeking~"
Keyla menangis sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Suster ngesot yang sedang duduk disampingnya, seolah tidak dipedulikan.
"Huhu.. Terserah lu pada dah! Kalau mau bunuh gue, bunuh aja. Lagian gue juga udah muak sama hidup ini." Isak Keyla, bisa-bisanya.
"Kok malah curhat Mbak?" Ucap suster ngesot itu, tanpa diduga.
Keyla melongo dong. Bagaimana ceritanya setan bisa ngomong? Ia pun menurunkan tangannya dan memberanikan diri menatap suster ngesot itu. Kaya kenal sama suaranya.
Saat Keyla sedang bertatap mesra dengan suster ngesot tersebut, tiba-tiba...
"SURPRISE!"
Lampu kembali menyala, dan menampakkan dengan jelas hantu-hantu tersebut. Dan Suster ngesot itu ternyata adalah si kampret alias Raya.
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU! HAPPY BIRTHDAY TO YOU! HAPPY BIRTHDAY.. HAPPY BIRTHDAY.. HAPPY BIRTHDAY TO YOU!"
Zombie, suster ngesot, dan pocong bernyanyi dengan hebohnya. Begitupun dengan kuntilanak yang memegang kue tart sambil joget-joget tidak jelas.
Keyla speechless. Apalagi saat menyadari bahwa hantu-hantu tersebut tidaklah real. Kuntilanak adalah si Meisya. Zombie merupakan Divio. Tapi pocong.. Keyla tidak kenal.
Lalu dengan polos, Keyla bertanya pada Raya. "Emang hari ini ulang tahun gue?"
Raya menepuk jidatnya. Dasar kutil pikun! Ulang tahun sendiri pun tidak ingat.
Keyla menatap Meisya. "Sekarang tanggal berapa si?"
"5 Agustus P.A!" Meisya ngegas. Kesal dia. Wkwk.
Keyla baru sadar. Ia langsung bangkit dari posisinya, disusul Raya. Meisya pun segera menyuruh Keyla meniup lilin yang tertancap di kue. Lilin berangka 20, yang menjadi simbol bertambahnya usia Keyla, sekarang.
Keyla tidak langsung menurut. "Bentar! Gue penasaran." Keyla menunjuk si zombie. "Lo Divio kan?"
Zombie yang lebih mirip gembel itu tersenyum. "Iyah Key. Gue, manusia paling ganteng se-alam semesta."
Keyla bergidik mendengar kenarsisan Divio. Sementara Raya, Bebeb-nya hanya tersenyum.
"Terus yang pocong itu siapa? Gak bisa nebak gue."
"Si Abi." Celetuk Meisya.
Keyla shock. "Serius lo?"
"Ya bukanlah. Itu Rangga."
Keyla menghela nafas kecewa. Ia pikir benar-benar Abi.
Si pocong sendiri meminta salah satu dari mereka untuk membuka ikatan tubuhnya. By the way, mereka benar-benar niat. Sampai-sampai Rangga benar-benar diikat seperti pocong. Divio pun langsung turun tangan.
__ADS_1
Keyla geleng-geleng kepala. "Kalian bener-bener sinting! By the way ini rumah siapa?"
"Rumah sodaranya Rangga." Jawab Meisya. Untungnya cowok itu mau diajak kerjasama ketika Regy memintanya.
"Gue sama Raya udah ngajakin Abi buat ikutan ngasih surprise sama lo. Sayangnya dia gak bisa. Katanya dia ada acara sama si Na.. Aww." Ringis Meisya, ketika Raya tiba-tiba menginjak kakinya. Memberi kode agar Meisya mingkem dan tidak berterus terang. Karena Keyla pasti akan sakit hati.
Keyla sendiri menunduk dan tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.
Raya langsung mencairkan suasana. "Y.. Yaudah Key, buruan tiup lilin. Nanti keburu meleleh loh."
Keyla mencoba tersenyum dan akhirnya mengangguk. Setelah memejamkan mata dan make a wish, ia menarik nafas dalam-dalam lalu meniup lilinnya.
Mereka berempat langsung bertepuk tangan.
"YEEE.. Happy birthday ya Kutil. Wish you all the best.." kata Meisya sambil cipika-cipiki.
Raya sendiri mencolek krim dan menggoreskannya ke pipi Keyla, seperti waktu itu. "Cie yang makin tua."
Keyla kesal sekaligus terharu. "Rese lu Ray! Tapi sumpah, kalian-" ucapan Keyla berhenti di tengah kalimat, karena tiba-tiba lampu padam kembali.
Kemudian mereka berempat terlihat kabur, meninggalkan Keyla seorang diri. Hmm.. Sepertinya kejutan belum selesai.
"Duh! Udah dong ngerjainnya ! Udah gak lucu tahu gak? Kampret?! Kebo! Gue bantai juga lu pada!" Sewot Keyla.
Namun tidak ada jawaban. Karena mereka memang sudah tidak ada disana. Keyla langsung menggaruk rambutnya dengan kasar. Frustasi dia. Wkwk.
Tiba-tiba sebuah tangan kembali memegang pundak Keyla.
"Allahuakbar! Ah.. Udah dong!"
"Kak, ini aku Regi."
Keyla terlihat lega. Untunglah pemuda itu masih hidup. Ia pikir Regy benar-benar sudah jadi tumbal makhluk halus, mengingat ia tidak muncul bersama mereka berempat.
"Alhamdulillah.. Tapi ada apa lagi sih Gi?"
Regy tersenyum. "Aku akan tutup mata kakak. Abis ini, ikutin aku yah?"
"Mau kemana lagi?"
Regy tidak menjawab dan malah menjentikkan jarinya, memberi kode pada seseorang untuk menyalakan lampunya kembali. Kini, hanya ada mereka berdua di ruangan itu.
Regy kemudian menutup mata Keyla dengan sebuah kain berwarna merah. Keyla berasa hendak ikut lomba 17 Agustusan. Ya, lomba tepuk air.
Setelah itu, Regy pun menuntun Keyla. Membawanya keluar menuju halaman belakang rumah tersebut.
"Kakak diam disini yah. Nanti aku hitung sampai 5, di hitungan kelima, kakak boleh membuka penutup mata Kakak. Paham?" Instruksi Regy.
Keyla mengangguk dan terlihat pasrah. Apa kata lu dah Gi! Gue mah nurut aja. Begitulah kira-kira isi hatinya.
5 menit kemudian, Regy yang suaranya terdengar jauh, berseru. "Satu.. Dua... LIMA!"
Keyla pun langsung membuka penutup matanya. Saat melihat pemandangan di depan matanya, ia terkesima.
Rangakaian mawar merah bertuliskan I LOVE YOU , dan susunan lilin bertuliskan KEYLA, berjejer rapi di hadapannya. Bukan hanya itu, dari jarak 10 meter, terlihat Raya, Divio, Meisya, Rangga dan Regy yang sudah berganti kostum dan sedang tersenyum ke arahnya.
Demi saus tar-tar, perasaan Keyla mulai tidak karuan.
Apalagi saat Regy kemudian memetik gitarnya, disusul kompaknya nyanyian kelima orang tersebut.
"Sudah lama ku menanti dirimu
Tak tahu sampai kapankah
Sudah lama kita bersama-sama
Tapi segini sajakah
Entah sampai kapan.. Entah sampai kapan..
Hari ini ku akan menyatakan cinta..
Nyatakan cinta..
Aku tak mau menunggu terlalu lama..
Terlalu lama.."
Keyla menggigit bibirnya. Ia mulai curiga. Ini semua pasti ada hubungannya dengan seseorang.
Disaat Keyla sedang sibuk bertanya-tanya , tiba-tiba terdengar intro (musik pendahuluan) lagu Surat Cinta Untuk Starla.
.
.
.
.
.
.
Ku tuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu.
"Untukmu, semua ini ku persembahkan." Abi muncul dari belakang Keyla sambil membawa sebuket mawar putih.
-Bersambung-
__ADS_1