
30 menit sebelum Keyla melihat Naura mencium Abi..
Setelah mengemasi barang-barangnya, Keyla keluar dari rumah sang Nenek sambil menyeret koper berukuran kecil. Sudah cukup ia menghindari Abi, dan sekarang waktunya dia kembali ke rumah.
Keyla pamit pada Sang Nenek. Mencium tangannya, dan meminta Sang Nenek menjaga diri baik-baik.
Sang Nenek sendiri tampak sedih melepas kepergian Keyla dan memintanya untuk tinggal lebih lama. Namun Gadis itu menolak.
"Papah bilang aku harus pulang Nek. Takut ngerepotin Nenek kalau lama-lama disini."
"Ngerepotin apanya? Nenek justru senang dengan kedatangan kamu. Nenek jadi nggak kesepian." Ucap wanita berusia 60 tahun tersebut. Karena Kakek Keyla sudah meninggal, Sang Nenek hanya tinggal sendiri di rumahnya yang besar.
Keyla hanya tersenyum. Tanpa sebab, tiba-tiba mata kanannya kedutan. Seolah menjadi pertanda akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.
"Mata kanan aku kok kedutan ya Nek. Apa artinya?"
"Mata kanan?"
Keyla membenarkan. Sang Nenek tampak tidak tenang.
"Setahu Nenek, kalau mata kanan yang kedutan, artinya tidak lama lagi kamu akan menangis."
Keyla terpaku. Hatinya langsung gundah mendengar penuturan Sang Nenek. Namun ia mencoba stay positif thinking dan akhirnya pergi setelah taxi online pesanannya datang.
Saat melintasi rumah Abi, Keyla melihat pemandangan yang langsung membuat hatinya sakit, yakni Abi yang tampak sedang membersihkan hidung Naura dengan penuh perhatian.
Keyla menarik nafas dalam-dalam, mencoba membebaskan diri dari keadaan yang seakan mencekiknya.
Meski begitu ia malah terlihat penasaran dan menyuruh Pak Driver berhenti sejenak.
Dan sedetik kemudian, hati Keyla semakin remuk tatkala melihat Naura yang mencium Abi tanpa tanda-tanda. Parahnya Abi tidak menghindar dan membiarkan Naura menciumnya untuk waktu yang cukup lama.
Airmata Keyla seketika mengalir deras. Ternyata benar kata Sang Nenek. Mata kanannya yang kedutan menjadi isyarat bahwa dirinya akan menangis. Seperti saat ini.
Keyla benar-benar hancur.
***
__ADS_1
Ketika Rizvan membuka akun Instagramnya, ia melihat Meisya yang ditandai Regy dalam sebuah postingan. Postingan berisi foto mereka berdua yang sedang bertatap mesra, dengan caption:
Adam punya Hawa, Romeo punya Juliet, Papah punya Mamah, Aku punya kamu ❤️ @Icha_Adriana.
Rizvan auto panas. Apalagi saat melihat komentar yang memenuhi postingan tersebut.
@Aditya_Rangga : Anjay, cocok lah.
@Regy_AL : Thanks Ga, tapi hati lo gak kebakaran kan?
@Aditya_Rangga : Ya nggak lah Gi, gue malah ikut seneng
@Regy_AL : Lo emang the best.
@Aditya_Rangga : @Rizvan_Pratama Mereka cocok yah?
Saat membaca komentar Rangga yang menge-tag dirinya, Rizvan langsung ikut berkomentar.
@Rizvan_Pratama : Lebih kaya adek kakak. Cocokkan juga sama gue.
@Regy_AL : Dih
"Anjing!" Umpat Rizvan, tidak terima. Wkwk.
***
Malam itu langit tampak kelam. Baik bulan maupun bintang, tidak ada yang menampakkan diri di atas sana. Benar- benar gelap. Segelap dan sekelam hati Keyla saat ini.
Di halaman rumahnya yang luas, Gadis itu tampak sedang merenung seorang diri, sambil menatap sebuah buku album, berisi foto-foto masa kecilnya bersama Abi.
Pemandangan menyakitkan tadi sore benar-benar membuat Keyla berniat menyerah atas perasaannya. Tekadnya sudah bulat. Ia akan mengubur dalam-dalam perasaan cintanya untuk pemuda itu.
Keyla kemudian mengeluarkan sebuah foto. Foto bergambar dirinya bersama Abi yang sedang tersenyum sambil memakan es krim.
Dengan wajah datar, Keyla menatap foto itu selama beberapa saat, sebelum akhirnya menyalakan korek gas dan membakarnya, tanpa perasaan.
Hatinya benar-benar sudah mati rasa sekarang.
__ADS_1
Suara derap langkah tiba-tiba terdengar semakin mendekat. Membuat Keyla mengangkat kepala, untuk melihat sosok yang kemudian berhenti di hadapannya.
Sosok itu menatapnya dengan sendu bahkan terlihat menahan tangis.
"Abi?" Keyla memasang wajah ceria. "Sini Bi! Temenin gue. Gue lagi kedinginan, jadi gue sengaja bakar foto-foto ini biar badan gue anget." Katanya, enteng.
Meski Keyla terlihat sumringah, namun matanya tidak dapat berbohong. Kesedihan tertulis jelas disana. Dan Abi menyadarinya.
Abi pun menyesuaikan posisinya dengan Keyla. Dia tatap lekat wajah Gadis pujaannya dengan perasaan hancur.
Abi menebak. "Key, apa mungkin, lo ngelihat Naura nyium gue tadi sore?" Tanyanya, lirih.
Keyla pura-pura kaget. "Hah? Kalian udah ciuman? Wih so sweet. Berarti kalian udah jadian dong?"
Reaksi Keyla yang seperti itu justeru membuat Abi semakin terpuruk. Abi menggigit bibir. Menundukkan kepala, dan tak kuasa lagi menahan airmatanya.
Tuhan.. Semua ini benar-benar menyesakkan.
Tanpa Abi ketahui, Keyla juga ikut menangis. Namun secepat kilat ia menyeka airmatanya. Bagaimanapun ia tidak boleh terlihat sedih dan lemah di hadapan pemuda itu.
"Eh Bi, Fathan ngajakin gue balikan. Gue terima aja kali yah?" Ucap Keyla, kemudian.
Tidak ada jawaban. Abi masih membisu dan menangis tanpa suara.
"Seenggaknya, Fathan gak pernah ngegantungin perasaan gue. Dan siapa tahu dia sekarang udah berubah jadi lebih baik, dan nggak akan ngeduain gue lagi kalau kami CLBK. Menurut lo gimana Bi?"
Abi menghapus airmatanya. Dengan mata yang merah, ia menatap Keyla yang masih menunjukkan ekspresi tidak ada beban.
"Terserah Key, yang penting lo bahagia."
Abi bangkit dan meninggalkan Keyla yang mematung di tempatnya. Tidak berusaha menjelaskan apa yang terjadi di antara dirinya dengan Naura, karena Abi sadar semua itu tidak akan ada gunanya.
Begitu Abi pergi, Keyla baru berani menangis. Ia menyembunyikan wajahnya dibalik kedua tangan dan menangis tersedu-sedu.
Tidak ada yang lebih hancur dibandingkan dunianya saat ini.
-Bersambung-
__ADS_1
Jangan lupa like, coment, dan vote agar author semakin semangat meneruskan cerita ya guys