Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 10. kenapa..?


__ADS_3

"Kuta putuskan nanti, ayo kita kembali " ucap Fu Kai lalu membawa buku dan tombak serta semua cincin bersamanya


"Baiklah" ucap We Fui.


mereka berdua akhirnya memutuskan untuk kembali ke bukit dimana mereka tinggal.


Sesampainya dirumah Fu Kai dan We Fui disambut dengan tangan Sao feng yang terluka.


"Astaga sao Feng kenapa tanganmu bisa terluka" ucap Fu Kai lalu melihat luka Ditangan Sao feng memang tidak dalam tapi cukup banyak darah yang keluar.


" ji Huo cepat obati tanganya" ucap Fu Kai.


"Eee iya kak tunggu sebentar aku ambil obatnya" ucap Ji Huo


"Aku tidak apa apa kak ini hanyak luka kecil saja, bahkan ini tidak sakit" ucap Sao feng.


"Sekarang katakan pada kakak kenapa kau bisa terluka begini" tanya Fu Kai.


"Tadi aku dan kakak menangkap ikan menggunakan bambu dan saat kami mendapatkan ikan ada benda tajam yang melukaiku saat aku memegang ikan tapi saat kakak Ji Huo memeriksa tidak ada apapun" jelas Sao Feng.


"Emm kenapa bisa seperti itu, dimana ikannya" tanya Fu Kai.


"Itu ada dikeranjang milik kakak" ucap Sao Feng.


Fu Kai memeriksa ikan yang didapat Sao feng dan Ji Huo sedangkan ji Huo mengobati luka Sao Feng dibantu oleh Yan Sha.


"Sao Feng lain kali kau harus berhati hati mengerti" ucap Yan Sha dengan gaya dewasa.


"Baik kak Yan Sha" ucap Sao feng dengan pasrah.


Ji Huo tersenyum melihat Yan Sha begitu peduli dengan adiknya.


"Dimana Shi Mei" tanya Fu Kai.


"Emm kakak Shi Mei dan kakak Cao ya ada di dalam mereka bilang akan mempersiapkan bekal untuk kita" ucap Yan Sha .


"Yan Sha bisa tolong kakak, tolong pangilkan kakak Shi Mei setelah itu yan Sha tolong kakak Cao Ya dulu ya" ucap Fu kai dengan lembut.


"Emm, boleh aku mengajak sao feng bersamaku, aku tidak ingin dia terluka lagi aku akan menjaganya" ucap Yan Sha.


Fu Kai tersenyum.


"Baiklah kau boleh mengajak Sao feng, jaga dia untukku ya" ucqp Fu Kai dengan senyum lembut .


Yan Sha lalu masuk kedalam dengan mengandeng tangan Sao Feng, sepertinya yan Sha memang bertekad untuk melindungi adik laki lakinya itu.

__ADS_1


"Yan Sha menjadi semakin dewasa semenjak Sao feng terluka" ucap Fu Kai.


" kakak benar kurasa ini bisa menjadi motivasinya untuk menjadi pendekar kuat " ucap we Fui.


"Dan dia akan kehilangan rasa takutnya saat mencoba melindungi Sao feng" ucap Ji Huo.


"Kalian memang harus selalu melindungi adik adik, terutama sao Feng entah mengapa aku selalu merasa dia terus berada dalam bahaya, memang apa kesalahan anak polos itu" ucap Fu Kai.


"Kami akan selalu saling menjaga, kuharap ini bertahan sampai kita bertemu lima tahun lagi" ucap we Fui.


"Kakak, kenapa memanggilku dan kenapa dengan tangan sao Feng tadi" tanya Shi mei yang baru saja sampai.


"Aku akan jelaskan tapi sebelum itu lihat ikan ini apa ada racun didalamnya, aku sudah memeriksanya dan tidak ada benda tajam namun Sao feng terluka karena ikan ini" ucap Fu Kai.


"Ooo jadi ikan ini yang melukai adik kecilku awas saja kau ikan" ucap Shi Mei sambil menatap marah ikan itu.


" Kakak Shi Mei kau ini kenapa, kau tidak akan balas dendam dengan semua ikan kan" ucap we Fui.


"Aku akanbalas dendam denganmu karena tidak menjaga adikku dengan baik" ucap Shi Mei dengan menatap tajam we Fui.


"A aku kenapa aku kak" tanya We Fui dengan wajah memelas.


"Sudah sudah kalian ini selalu saja bertengkar, shi Mei cepat periksa Ikan ini" ucap Fu Kai.


Shi mei kemudian melihat setiap bagian ikan itu dia mengunakan kemampuan mata khusus untuk melihat kandungan racun, mata itu juga dimiliki oleh Ji Huo namun bedanya Ji Huo hanya bisa melihat penyakit, bahkan penyakit apapun bisa dia lihat namun dia lemah dalam pengobatan racun


"Kakak di ikan ini tidak ada apapun, mungkinkah Sao ceng terkena benda lain" ucap Shi mei.


"Tapi tadi Sao feng mengatakan padaku jika tanganya terluka karena memegang ikan ini" ucap Fu Kai.


"Apa ads yang menyerangnya saat kau lengah Ji Huo" tanya We Fui.


"Kurasa tidak, aku tidak meninggalkannya kecuali saat aku mengambil bambu" ucap Ji Huo.


"Kau meninggalkannya sendirian..?" tanya Fu Kai Denga nada marah.


"aku hanya meninggalkannya sebentar saja kak bahkan tempat nya tidak jauh aku masih bisa melihatnya neski sedang mengambil bambu" jelas Ji Huo.


"tetap saja seharusnya kau tidak meninggalkannya" ucap we Fui.


"Sudah lah, jangan bertengkar lagi siapa yang mengincar Sao feng sebenarnya apa yang sao feng miliki " tanya Fu Kai.


"Tunggu aku ingat sesuatu" ucap Ji Huo.


"Ingat Apa" tanya Shi Mei.

__ADS_1


"Saat aku dihutan aku melihat luka dileher Sao feng sudah sembuh tanpa bekas, kurasa Sao feng memiliki regenerasi tubuh yang sangat baik" ucap Ji Huo membuat mereka semua terkejut.


"Kemampuan regenerasi..? apa itu adalah kekuatannya" tanya We Fui.


"Kurasa itu bukan .kekuatan sejatinya, " ucap Fu kai.


"Maksud kakak..?" tanya Shi mei.


"Kau ingat kejadian saat ayah dan ibu terjebak kebakaran, sao feng lah yang melindungi tubuh ayah dan ibu dengan sebuah formasi, meski lemah tapi energi dingin terpancar jelas di dalam kubah formasi yang melindungi mereka" ucap Fu Kai.


"Jadi apakah mungki Sao feng memiliki elemen Es, karena dia mengunakan hawa dingin" tebak Ji Huo.


"Kemungkinan seperti itu, maka dari itu ayah akan mengirim Sao feng ke satu satunya orang penguna elemen es " ucap Fu kai.


"Jadi ayah sudah tau kalau sao feng adalah pengguna elemen Es " tanya Shi mei.


"kurasa seperti itu tapi aku juga belum yakin, sekarang yang terpenting adalah keselamatan Sao Feng dia diincar seseorang, maka dari itu aku sendiri yang akan mengantar Sao feng dan Yan Sha apa kalian keberatan" tanya Fu Kai.


"Tentu saja tidak kak, kami yakin keputusanmu pastilah yang terbaik" ucap shi Mei.


"Emm terimakasih, tapi yang membuatku merasa aneh, jika sao feng diserang kenapa dia tidak mengatakan apapun pada kita" tanya Fu kai.


"Kakak dia pasti merasa terlalu banyak merepotkanmu jadi dia menyembunyikannya darimu, kau bisa mencoba membujuknya nanti " ucap we Fui.


"Anak itu meski terlihat manja namun dia sudah berfikir dewasa" ucap Fu kai.


"Kita telah lama bersamanya namun aku merasa belum banyak mengenalnya" ucap Shi mei.


"Yah kau benar" jawab Fu Kai.


"Emm kakak aku akan masuk untuk membuat pil " ucap Ji Huo.


"Baiklah, jangan paksakan dirimu jika kau merasa lelah istirahatlah" ucap Fu kai dengan tersenyum.


"Aku mengerti kak" ucap Ji huo sambil mengangguk.


Sementara Shi mei , we Fui dan Fu Kai masih berada diluar dan membicarakan banyak hal


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2