
hari itu berlalu dengab cepat Semua persiapan telah selesai, Hari juga sudah mulai malam Fu Kai berada dikamar Dua putri dengan ditemani dua pelayan, yah karena dia tidak mungkin membantu Putri Sia dan putri mia menganti baju, Fu kai menyiapkan semua baju perhiasan dia juga memilih riasan yang dipakai putri.
Para Putri terlihat sangat anggun dan Cantik dimalam itu, malam itu tamu undangan sudah mulai berdatangan Fu Kai juga bersiap siap tapi hukan untuk dirinya namun untuk menyiapkan seluruh jamuan ditempat tamu.
"Baru sehari kau disini dan kau sudah diberi begitu banyak pekerjaan" ucap seorang pelayang yang ikut mengantar makanan bersama Fu kai.
"yah mau bagaimana lagi" ucap Chu Tian sambil terus berjalan.
Tamu datang semakin banyak, halaman kediaman Chen sudah penuh.
Acara Dimulai tepat setelah Chen Ga memberikan sambutan
"Saudara saudaraku terimakasih karena telah hadir diacaraku, aku sangat bahagia atas kehadiran kalian semua, dihari yang sepesial ini aku menyambut kalian dengan penuh suka cita" ucap Chen Ga dengan bangga.
Semua orang memberi selamat dan juga memberi hadiah, sementara Fu kai tentu juga ikut andil disana dia mengenakan topeng dan jubah putih bagai pangeran bertopeng.
Saat Giliran Fu Kai memberikan Hadiah Semua orang nampak bertanya tanya siapa pemuda dengan topeng itu.
"Selamat ulang tahun untukmu ketua klan Chen, dan ini ambilah hadiah dariku" ucap Fu Kai dengan mengubah suaranya.
demi menutupi ketidak tauannya dia pura pura memeluk Fu kai dan berkata.
"Terimakasih saudaraku, aku sangat bahagia atas kehadiranmu, semoga kau menikmati pesta dan jamuan yang telah aku sediakan" ucap Chen Ga.
" tentu saja" ucap Fu Kai lalu pergi dari sana, dia menganti pakaiannya lalu membawa dua lima buah gelas yang akan ia sajikan pada tuan putri dan teman temannya.
"Putri Sia dan putri mia kalian terlihat sangat cantik malam ini" ucap Pangeran Han Qi.
"Pangeran Han sangat pandai memuji" ucap Putri Sia.
Sedangkan Putri mia seperti biasa dia hanya bedecak kesal.
"Pangeran han Kau juga terlihat tampan malam ini" ucap Putri chu Xia
"terimakasih putri Xia" ucap pangeran Han.
"Permisi tuan putri, pangeran ini minumannya" ucap Fu Kai sambil menurunkan minuman.
"Fu kai ikutlah bergabung bersama kami" ucap Putri mia yang membuat putri dan para pangeran
"Siapa dia ini putri, kenapa anda begitu akrab" tanya pangeran Han yang memang telah menyukai putri Mia sejak lama.
__ADS_1
"Dia siapa memang apa urusannya denganmu pangeran han" ucap Putri Mia dengan Sinis.
"ah maafkan kakakku pangeran han, dia ini adalah pe.."
"Dia adalah sepupu kami, " sela Putri Mia.
"Tapi kenapa dia mengantar minuman" tanya pangeran Han dengan Curiga.
Brakkk.....
"Aku tidak suka dengan pertanyaanmu, dia mengambilkan minum untuk kita bukankah itu hal yang wajar, atau pangeran mau mengambil sendiri" marah Putri mia.
"Tuan putri sudahlah, aku akan kembali ke kediamanku untuk beristirahat" ucap Fu Kai, dia sebenarnya hanya ingin berlatih tombak.
"Kau ini tidak sopan sekali, putri mia telah mengundangmu duduk, ayolah kita minum segelas anggur" ucap Pangeran Shen zan seorang pangeran mahkota dari kerajaan Shen.
"Maaf pangeran Shen tapi aku tidak meminum minuman itu" ucap Fu Kai yang masih mencoba ramah.
"Cih jika kau tidak meminumnya maka aku anggap kau mencoreng nama baik putri Sia dan putri mia." ancam Pangeran Shen.
Fu kai menatap Putri Mia dan putri sia dengan bimbang, selama ini dia tidak pernah sedikit pun menyentuh minuman beralkohol itu.
"Biarkan dia pergi " ucap Putri Sia.
"Baiklah aku akan meminumnya" ucap Fu Kai.
"Fu Kai tapi..."
"Tidak masalah, aku tidak ingin nama kalian menjadi buruk karenaku" ucap Fu Kai.
"Hahaha itu baru seorang pria, ambil ini dan habiskan" ucap Pangeran Shen dengan memberikan segelas anggur untuk Fu Kai.
Fu Kai mencium aroma yang sangat menyengat, dia ragu namun dia tetap meminumnya, hingga gelas itu kosong, dengan ekspresi yang kurang enak Fu Kai meletakkan gelasnya dengan keras dimeja kepalanya mulai berputar saat rasa pedas dan keras masuk tengorokannya.
"Hahaha hebat hebat, Satu gelas lagi untuk pertemanan kita" ucap Pangeran Shen dengan tersenyum sinis.
"Cukup Fu Kai jangan meminumnya lagi" ucap Putri mia dan ingin merebut gelas Fu Kai.
"Tidak masalah tuan putri aku masih sanggup, " ucap Fu kai dengab suara yang agak parau.
Fu Kai kembali menegak habis anggur digelasnya, ekapresi yang sama pun terlihat diwajahnya sambil mengelengkan kepala berharap pusingnya menghilanh.
__ADS_1
"Wah kau adalah peminum yang hebat, satu lagi dan aku akna membiarkanmu pergi" ucap Pangeran Shen.
"Pangeran Shen bukankah kau sudah berlebihan, dia seperyinya belum pernah meminum anggur sebelumnya" ucap Pangeran Han.
"Memang kenapa jika dia belum pernah minum, aku hanya ingin dia merasakan rasa anggur terbaik dari kerajaanku" ucap Pangeran Shen dengan sombong.
"Fu Kai kau kembalilah, aku tidak ingin kau meminumnya lagi" ucap Putri Sia yang tidak tega melihat Fu Kai sudah sangat lemas.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan kalian dihina" Ucap Fu kai dengan tersenyum , meski kepalanya terasa berat namun dia mencoba bangkit dan mengambil gelas dengan tangan yang sudah gemetar.
"Jangan perdulikan kami, kembalilah saja" ucap Chen Mia.
"Pangeran Shen Zan, anda tidak seharusnya memperlakukan seorang anggota kerajaan seperti ini kan" ucap putri Xin.
"dia hanya sepupu jauh, tidak akan jadi masalah jika hanya hal sepele seperti ini, lagi pula ayahku dan raja Chen adalah sahabat dekat tidak mungkin raja Chen mampu menghukumku" ucap Shen Zan Dengan bangganya.
Disisi Lain Fu kai menghabiskan minumannya .
"Aku sudah selasai, Hambamohon undur diri putri pangeran" ucap Fu kai yang masih berusaha untuk memberikan hormat.
Fu kai lalu berjalan sempoyongan menuju gudang tempat dia tinggal, ditengah perjalanan Ada seorang prajurit yang datang dan membantunya kembali, dia sempat melihat semua kejadian disana dan mulai merasa iba pada Fu kai.
Pengawal itu mengantar Fu kai hingga kegudang, pengawal terkejut melihat keadaan Gudang yang sangat bersih dan rapi, ia lalu membaringkan Fu kai di tempat tidurnya.
"Aku akan memanggil tabib untuk memeriksa kondisimu" ucap pengawal tersebut.
"Tidak paman, aku tidak apa apa.. paman kembalilah berjaga sebelum tuan besar mengetahui bahwa paman tidak melaksanakan tugas" ucap Fu Kai dia masih mencoba mempertahankan kesadarannya meski suaranya sudah terdengan sangat lemah.
"Apa kau yakin tidak masalah jika aku tinggal" tanya Pengawal itu untuk memastikan.
"iya paman, terimakasih telah mengantarku" ucap Fu Kai.
"Sama sama, kau begitu jaga dirimu baik baik, aku akan krmbali berjaga" ucap Pengawal itu dan Fu Kai mengangguk dengan lemah, Fu kai memang mabuk tapi dia tidak sampai melantur itu adalah sesuatu yang luar biasa karena biasanya saat pertama meminum anggur mereka akan mabuk berat bahkan bisa dampai tak sadarkan diri.
.
.
.
.
__ADS_1