Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 27. Pangeran Mahkota


__ADS_3

siang itu Fu kai dan seluruh keluarga istana kembali ke kerajaan Chen, Chen Ga bahkan menangis saat Dia hendak memeluk Fu Kai sebagi tanda perpisahan namun Fu Kai menolaknya dan langsung menaiki kereta.


"Fu kai apa aku boleh menanyakan sesuatu" tanya Bai Long.


"Silahkan" jawab Singkat Fu kai.


"Kenaa tiba tiba tuan besar menjadi sangat baik padamu" tanya Bai Long.


"Entahlah aku juga tidak mengerti" ycap Fu Kai, dia masih belum siap mengatakan semuanya dia masih tidak peecaya dengan masa lalu ayahnya.


"Aku merasa aneh pada kalian berdua" ucap Bai Long.


"Jangan dipikirkan lagi paman" ucap Fu Kai yang langsung bersandar di dalam kereta, Fu Kai dan bai long memutuskan untuk menaikii kereta entahlah itu usulan dari chen ga agar tidak membiarkan Fu Kai berkuda sendiri, meski kesal namun Fu Kai menurutinya.


Hari hari kembali berlalu perjalan Menuju Kerajaan Chen berjalan lancar, para perampok tidak ada yang berani menampakkan diri setelah melihat bendera kerajaan Chen.


Mereka semua sampai dikerajaan dan Disambut oleh para pejabat istana dan seluruh penghuni istana


Baru saja sampai dikerajaan Fu Kai sudah mendapat pekerjaan baru, yaitu membuat persiapan penyambutan pangeran mahkota.


"Biar aku yang melakukannya, kau beristirahatlah" ucap Seorang pelayan.


" tidak apa, aku bisa beristirahat nanti" ucap Fu Kai.


mereka semua dibuat sibuk dengan penyambutan ini, putri Sia yang melihat Fu Kai bekerja begitu keras padahal mereka baru saja sampai dikerajaan.


"Fu Kai..." pangil putri Sia.


"Putri kenapa anda disini" ucap Fu Kai.


"Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau bekerja lagi kau seharusnya beristirahat" ucap Putri Sia.


"Aku disini sebagai pelayan bukan temanmu, aku harus melaksanakan tugasku dengan baik" ucap Fu Kai yang langsung meninggalkan Putri Sia dan mengerjakan pekerjaan lain serta membantu pelayan pelayan lain.


"Jika aku temanmu, aku bahkan tidak mengerti kenapa kau bisa segigih itu, apa tujuanmu melakukan semua itu" ucap Pelan Putri Sia sambil memandang Fu kai.


setelah seharian mengerjakan berbagai hal, malamnya Fu Kai bersikeras meminta latihan dari Bai Long.


"Fu kai kau yakin, jangan memaksakan dirimu nak" ucap Ruo Yi.


"Tidak bibi aku baik baik saja, paman aku mohon sudah lebih dari enam bulan paman tidak mengajariku" ucap Fu Kai.


"bahkan tanoa berlatih denganku kau tumbuh semakin kuat Fu Kai, lalu apa lagi yang harus kuajarkan" ucap Bai Long.


"Apapun Kau guruku kumohon" ucap Fu Kai.


"Biarkan aku memikirkan dulu sekarang beristirahatlah" ucap Bai Long dan diangguki oleh Ruo Yi.

__ADS_1


"berjanjilah padaku mulai besok malam kita akan terus berlatih" ucap Fu Kai.


" baiklah aku berjanji" ucap Bai Long sambil tersenyum


Bai Long bahkan tidak pernah menganggap Fu Kai sebagai muridnya melainkan sebagai anaknya, dan perkataan Fu kai yang ingin memikirkan dahulu itu hanyalah kebohongan agar Fu Kai beristirahat, dan sebenarnya Fu Kai tau itu namun dia hanya menurut seperti tidak tau apapun.


pagi itu semua berkumpul untuk menyambut pangeran mahkota kebangaan mereka dan Fu Kai dengan santainya berdiri dibelakang Bai Long seperti biasa.


kereta mewah datang dari kejauhan semua bersorak karena itu adalah kereta yang dinaiki oleh Pangeran mahkota.


Kereta mulai mendekat dan berhenti tepat ditengah gerbang istana, seorang pria tampan dan terlihat begitu gagah dengan pedang terselip dipinggangnya, Ya dia adalah pangeran mahkota Chen Sio


Semua orang membungkuk tanda hormat, Pangeran Sio berjakan menghampiri Kedua orang tuanya dan memberi hormat kemudian memeluk mereka.


"Putraku bagaimana keadaanmu" tabya Raja Chen.


"Seperti yang anda lihat ayah, aku sangat baik" ucap Chen Sio dengan tersenyum.


"ibu sangat merindukanmu" ucap Permaisuri Wen Lai.


" aku bahkan lebih merindukan ibu" jawab Pangeran Sio.


pangeran Sio lalu menghampiri kedua adik perempuannya lalu memeluk mereka.


"Kalian bertambah cantik saja" goda pangeran Sio.


"Aku akan mencarinya segera" ucap Pangeran Sia dan mendapat gelak tawa dari putri Sia dan putri Mia.


"kakak apakah akan kembali ke sekte lagi" tanya Putri Sia.


"Tidak Sia'er aku akan berada disini dan belajar tentang pengurusan kerajaan" jawab Pangerab Sio dengan mengelus lembut rambut Putri Sia, dia sangat menyayangi adiknya itu bahkan dahulu dia pernah menentang ayah dan ibunya hanya karena ayah dan ibunya tidak mengijinkan putri Sia pergi kepasar hingga putri Sia menangis.


pangeran mahkota lalu menghampiri Bai Long.


"jendral aku ingin segera bertarung dengan jendral lagi seperti dulu" ucap Pangeran Sio.


"Dengan senang hati pangeran" ucap Bai Long sambil membungkuk hormat.


Saat hendak pergi Pangeran Sio melihat Fu Kai yang berdiri dengan santai.


"kau ini..."


"dia adalah pelayan kami kak" ucap Putri Sia.


"ohh kau pelayan adikku, baiklah kalau begitu siapa namamu" tanya Pangeran Sio.


"Fu Kai" jawab Fu Kai dengan singkat.

__ADS_1


"nama yang bagus, setelah ini kita berteman" ucap pangeran Sio dan ia membisikkan kalimat terakhirnya.


meski seorang pangeran mahkota namun diistana dia tidak mempunyai teman selain adik adiknya. Fu kai Tidak menjawab perkataan Pangeran Sio dia hanya tersenyum tipis saja.


Pangeran Sio masuk kedalam istana dan semua orang juga mulai membubarkan diri.


Fu Kai kembali kedapur dia duduk dibangku disudut.


"Kau ini kuoerhatikan dari tadi seperti banyak melamun, apa kau ada masalah" tanya Li Hua


"Tidak kakak Hua, aku hanya memikirkan kehebatan pangeran mahkota saja" ucap Fu Kai.


"memang kau pernah melihatnya bertarung" tanya Li Hua.


"Tidak, tapi aku mendengar bahwa dia sering bertarung dengan jendral Bai long, bukankah itu hebat" ucap Fu kai.


"Yah itu memang benar jendral bai Long adalah ksatria terhebat kerajaan Chen, Tidak heran kau berfikir begitu, Sudahlah ayo kembali bekerja sebelum Di Wang datang dan mengamuk" ucap Li Hua dan diangguki oleh Fu kai.


Fu kai mengerjakan pekerjaannya seperti biasa melayani sang putri memasak dan lain lain, hingga sore itu seorang prajurit mendatangi Fu kai.


" kau yang bernama Fu kai kan..?" tanya seorang prajurit.


" ya aku adalah Fu Kai, Untuk apa kau mencariku" tanya balik Fu Kai.


"Pangeran mahkota Chen Sio memanggilmu kekediamannya, dia juga mengatakan agar kau menyiapkan dua kuda terbaik" ucap Prajurit itu.


"Baiklah katakan padanya aku akan segera datang" ucap Fu Kai lalu berbalik pergi dan menyiapkan dua kuda yang diminta Pangeran Sio.


setelah selesai dengan kudanya, Fu kai berjalan menuju Kediaman pangeran mahkota yang berada tak jauh dari kediamab Raja.


Fu Kai sampai dikediaman Pangeran.


"Kau ini lama sekali pangeran sudah menunggumu" ucap prajurit.


"Buka saja pintunya" ucap Fu Kai.


prajurit membuka pintu untuk Fu Kai.


"Ck Bocah sombong" ucap Prajurit lainnya, Fu kai dengan sengaja melempar sebuah batu kecil ke kaki Prajurit Itu hingga ia terjatuh.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2