Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 39. kemarahan


__ADS_3

"Sebenarnya apa kak" ucap Sao Femg Tidak Sabar.


"Sao Feng duduk disini kakak akan ceritakan semuanya padamu " ucap Fu Kai.


Sao Feng Mendekat Dan duduk disamping Fu Kai kini Fu Kai berada diantara kedua adiknya itu.


"Nama Ayah sebenarnya adalah Chen Ho Bukan Ceng Ho dia adalah putra tertua dati kakek Chen Ga sebenarnya ayah adalah Raja Di kerajaan Chen Namun karena suatu hal dia diusir....." Fu kai Menceritakan semuanya Kepada Adiknya pertanyaan Demi pertanyaan Terlontar Dari Sao Feng dan Cao Ya mereka juga terkejut atas apa yang mereka dengar.


"Jadi seharusnya kakak adalah penerus kerajaan Chen" Tanya Sao Feng.


"Bisa dibilang seperti itu tai aku sungguh tidak menginginkan Tahta ini" ucap Fu Kai.


"Jadi kita Adalah Putri dan pangeran kerajaan Chen" ucap Cao Ya.


"itu Juga benar Cao Ya tapi sebaiknya tidak ada yang tau tentang ini, bahkan kakak sebenarnya tidak ingin menceritakan ini, tapi kakak juga tidak mau kau bersikap seperti tadi, berjanjilah pada kakak besok kau akan meminta maaf" ucap Fu Kai.


"Tapi bukankah yang kukatakan tadi benar" ucap Cao Ya.


"Kau memang tidak salah adikku tapi sebagian kebenaran memang tidak harus dibicarakan untuk kedamaian" ucap Fu Kai.


"Aku mengerti, Aku minta maaf kakak aku berjanji besok pasti


aku akna menemui Kakek Chen Ga dan akan meminta maaf." ucap Cao Ya.


"Aku tidak ingin bertemu dengannya Lagi" ucqp Sao Feng nadanya mulai dingin.


"Sao feng apa yang kau pikirkan" tanya Fu Kai.


"Dia yang menyebabkan ayah dan ibu Tiada, aku tidak akan sanggup melihat orang yang membunuh ayah dan ibuku aku pastikan dia akan terbunuh " ucap Sao feng hawa dingin menyebar Keseluruh tempat itu.


Bahkan para Tamu mulai kedinginan, saudara Saudar fu Kai" yang merasakan hawa itu menjadi khawatir.


Disini sudah terasa dingin sebaiknya pangeran dan putri kembali kekediaman untuk beristirahat" ucap We fui.


"Kau Benar Saudara Fui, Kalian juga segeralah beriatirahat entah mengapa aku sedikit kurang nyaman dengan hawa dingin ini" ucap Pangeran Sio.


"Hamba mengerti pangeran" ucap We Fui Sambil membungkuk hormat dan diikuri oleh yang lainnya.

__ADS_1


Setelah pangeran Sio Dan para putri Masuk, We Fui Beserta saudara saudara nya yang lain mulai mencari keberadaan Sao feng.


"Sao Feng kau dimana...Sao Fengg" teriakan Teriakan itu terus terdengar.


Disisi Fu Kai dia mencoba memberi pengertian kepada Sao Feng .


"Sao Feng tenangkan dirimu, bukan kau saja yang marah kakak juga marah, tapi ingatlah dia tetap kakek kita dan satuhal Lagi kakak berjanji akan menyerahkan pembunuh ayah dan ibu padamu kelak tapi untuk sekarang tenanglah, kasihan orang disekitarmu" ucqp Fu Kai.


"Aku tidak bisa tenang kak, bagaimana mungkin aku membiarkan orang yang menyebabkan ayah dan ibuku terbunuh berkeliaran begitu saja, andai dia tidak mengusir ayah dia maka Aku masih bersama Ayah dan ibu" ucap Sao Feng penuh kemarahan.


"Dengarkan kakak baik baik ambil sisi baiknya Feng'er, jika saat itu kakek tidak mengusir ayah, apa kau pikir kita akan mempunyai ayah dan ibu waktu itu, apa kau pikir kita akan mendapatkan kasih sayang ayah dan ibu yabg luar biasa waktu itu, pikirkan semua itu sebagai kebaikan, jangan biarkan amarah menguasaimu, kau adalah adikku yang manis, kau bukan iblis yang mudah marah, sekarang tenanglah" Ucap Fu Kai sambil Mendekap Sao Feng.


meski elemen Api sangat lemah dengan Elemen Es namun fu Kai tetap mendekap Sao Feng untuk menenangkannya, meski itusama saja menantang nyawanya sendiri, karena saat ini hawa dingin Sao Feng benar benar hampir keluar seluruhnya.


Didalam Dekapan Fu kai, Sao Feng mulai tenang dia memikirkan setiap perkataan kakaknya itu, Hawa Dingin juga mulai menghilNg kepanikan saudara saudaranya juga mulai mereda saat mereka melihat Sao Feng bersama Dengan Fu Kai.


"Kakak ada apa dengan Sao Feng mengapa energi dinginnya bisa merembes" tanya Shi Mei.


"Tidak ada Apa apa besok kakak akan jelaskan sebaiknya kita pergi untuk beristirahat" ucap Fu Kai.


"Baiklah Kalau begitu" ucap We Fui.


" kak Huo sedang ditempat kakek Chen Ga untuk mengobati sakit punggungnya" ucap Yan Sha.


"Baiklah Sekarang kalian kembalilah kekediaman kalian" yan Sha bisa kau antar Sao Feng kediaman kalian dekat kan" ucap Fu Kai.


"Baiklah kak" ucap Yan sha dan alngsung mengandeng tangan Sao Feng karena sekarang sao Feng terlihat Lemah bahkan ia tak berkata kata setelah mendapat nasehat dari Fu Kai.


"Shi Mei bisa ikut aku sebentar" ucap Fu kai.


"Kemana " tanya Shi Mei.


" menyusul Ji Huo " ucap Fu kai.


"Tapikan Ji Huo Itu..."


"Jangan membantah ayo " ucap Fu Kai.

__ADS_1


"Aih baiklah, We Fui Antar Cao Ya, jangan biarkan dia sendirian Atau dia akan melakukan hal yang nekat" ucap Shi Mei sambil berlari mengikuti Fu kai yang telah berjalan duluan.


"Ya baiklah" ucap We Fui.


Shi Mei dan Fu Kai sampai Dikediaman Chen Ga, mereka diperbolehkan masuk setelah seorang Pengawal meminta Izin kepada Chen Ga.


"Salam Tuan besar" ucap Fu kai dan Shi Mei sambil memberikan Hormat.


"Sudah kukatakan jangan panggil tuan besar tapi panggil kakek" Ucap Chen Ga.


"Baik Kakek" ucap Shi Mei.


"Kakak Kai, Kakak Mei apa yang kalian lakukan disini" tanya Ji Huo.


"Kakek kau boleh mengatakannya" ucap Fu Kai.


"Sungguh kau tidak bercanda padaku" ucap Chen Ga yang langsung berdiri dari Duduknya.


"Aku hanya akan memberimu satu keaempatan, jika kau tidak mengunakannya dengan baik maka aku akan membawa adikku pergi tanpa mendengar apa yang ingin kau katakan" ucap Fu Kai.


"Kakak" ucap Ji Huo Dengan Agak Binggung.


"Ya baiklah Sebaiknya kalian duduk aku akan meminta para pranurit itu untuk pergi" ucap Chen Ga.


" biar aku yang melakukannya kau mulailah" ucap Fu Kai dan langsung pergi dari sana untuk meminta para prajurit dan pengawal pergi, karena mereka tidak ingin pembicaraan mereka terdengar.


Chen Ga mngatur nafasnya mempersiapkan diri dari kemungkinan yang ada, dia sangat ingin cucunya tau kebenarannya, namun disisi lain dia juga takut apabila Cucu cucunya justru membencinya karena kesalahannya dimasa lalu.


namun kali ini dia mencoba memantapkan diri karena Fu kai sudah mau terbuka dan itu membuatnya lega dan dia tentu tidak akan menyia nyiakan Kesempatan yang ada.


Chen Ga memulai ceritanya setelah Fu kai datang dan duduk dengan Santai disana, Ji Huo dan Shi Mei terlihat terkejut mendengar perkataan Chen Ga, terlihat kemarahan dimata mereka setelah mendengar perkataan Chen Ga.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2