Tujuh Pendekar Penguasa

Tujuh Pendekar Penguasa
CH 36. Kemunculan Enam Saudara Fu Kai dimedan perang.


__ADS_3

Kembali ketempat Fu Kai para Pendekar itu terus menghujami Fu kai dengan senjata mereka, dan entah mengapa Cincin Dewa milik Fu Kai tidak bisa berfungsi, Tombak Fu kai juga telah dijatuhkan, kini Fu kai seperi seekor Tikus ditengah tengah kerumunan Singa dengan Taring dan Cakar besar mereka.


"Kau menyerahlah, katakan pada Chen Huo untuk mundur dan menyerahkan Kerajaannya padaku" ucap Sai Yung.


Fu Kai tersenyum sinis.


"Kau meminta sesuatu yang salah Yang mulia, Aku tidak akan pernah menyerah Kepada orang sepertimu" ucap Fu Kai Dengan percaya Diri meski Tubuhnya penuh dengan Darah.


"bodoh kau Fu Kai, jika aku jadi aku lebih baik menyerah saja dari pada harus mati muda" ucap Gi Hung.


"Aku lebih baik Mati dari oada menyerah pada orang orang seperti kalian" ucap Fu Kai.


"Dai Ru serang dia lagi, " ucap Sai Yung.


"Tapi temanku dia itu..."


"Turuti perintahku...." teriak Sai Yung.


Dai Ru kembali menghujani Fu kai dengan anak panah, meski begitu Fukai berhasil menghindar meski bebrapa juga berhasil mengores tubuhnya.


"Aku tidak percaya pendekar yang terkenal akan kebaikan hatinya kini ikut menjadi pendosa besar" ucap Fu Kai, kakanya itu ditujukan kepada Dai Ru yang namanya cukup terkenal Luas Diseluruh Daratan Timur dan Tengah.


Mendengar itu Dai Ru hanya menunduk dan terdiam dia tau dia memang melakukan sebuah dosa namun sumpahnya kepada ayahnya bahwa dia akan menjaga Raja mereka tetaplah sebuah sumpah yang tidak mungkin ia langgar.


"Jangan dengarkan perkataannya dan terus lah menyerang" ucqp Sai Yung dengan nada marah.


Fu Kai tersenyum sinis melihat Dai Ru yang tidak bisa mengutamakan kebenaran.


Mereka semua kembali menyerang Fu Kai, Fu kai menghindari Setiap serangan dia bahkan berhasil merebut sebuah tombak dari Prajurit meski berbeda dengan tombak andalannya tapi itu tetap tombak sebagai keahliannya.


"Kalian para pengecut beraninya mengeroyok seorang anak muda apa kalian tidak malu dengan kekuatan kalian" teriak Bai Long Sambil menyerang para Prajurit musuh yang terus menyerangnya.


"Untuk sebuah kemenangan aku tidak pernah Malu Bai Long, Hahahaha, malulah pada ketidak mampuanmu sebagai jendral yang harusnya melindungi para generasi mudamu" ucap Sai Yung sambil tertawa mengelegar.


Fu Kai tak melewatkan kesempatan Untuk menyerang Sai Yung yang sedang lengah, dia lalu memutar tombaknya dan menyerang Sai Yung.

__ADS_1


"Tombak naga tanah" ucap Pelan Fu Kai dan menancapkan tombaknya ketanah, seulet naga tanah keluar dari dalam tanah dan langsung menghantam Tubuh Sai Yung hingga terpental kebelakang.


Melihat Raja mereka diserang Panglima Gi Hung Dan jendral Fan Si langsung menyerang Fu Kai, Fu kai membalas serangan mereka, dua lawan satu cukup menyulitkan bagi Fu Kai apalagi luka luka ditubuhnya membuatnya sulit bergerak.


Fan Si berhasil menjatuhkan Kembali Tombak Fu Kai dan membuat Fu kai juga terjatuh, Sai Yung bangun dari jatuhnya dan mengahmpiri Fu Kai yang sudah tergeletak tak berdaya karena kehabisa tenaga , Sai Yung menginjak dada Fu Kai hingga membuat Fu Kai meringis kesakitan.


Sai Yung meminta pedang Pada Gi Hung.


Sai Yung berniat ingin segera menebas kepala Fu Kai dengan pedangnya, dia menyeringai dan menatap Fu Kai dengan kejam.


"Memohonlah padaku atas kematian yang mudah maka aku pasti akan mengabulkannya" ucap Sai Yung dengan arogannya.


"Memohon padamu sama saja aku menghina kebenaran dari diriku" ucap Fu kai sambil tersenyum meski kesakitan dia masih bisa tersenyum.


Sai Yung yang kesal menginjak dada Fu Kai lebih keras.


"uhuk uhuk uhuk.." Darah segar keluar dari Mulut Fu kai.


"Memohon sekarangg...!" teriak Sai Yung.


"Tidak Dai Ru, kematiannya akam sangat menguntungkan dan menyenangkn bagiku" ucap Sai Yung.


"Raja Sai Yung jika kau melepaskannya maka aku berjanji aku akan mengakui kekalahanku" teriak Pangeran Sio.


"Hahahaha tidak tidak pangeran, aku tidaklah bodoh aku akan tetap membunuhnya dengan perlahan" ucap Dai Rui Sambil mengoreskan pedangnya kepipi mulus Fu Kai.


"Kau akan menyesal tidak menerima tawaranku ini yang mulia" teriak Pangeran Sio.


"Aku Sai Yung Tidak pernah menyesal atas semua keputusan yang kupunya hahaha" ucap Sai Yung dengan sombong.


"Aku yakin sebentar lagi kau akan menemukan penyesalan dalam hidupmu itu, uhuk.." ucap Fu Kai dengan terbatuk batuk.


"Diam kau, atau aku akan membunuhmu sekarang" ucap Sai Yung.


"Bunuh saja yang mulia setelah itu kita bunuh jendral tua itu dan panheran Sio" ucap Gi Hung.

__ADS_1


"Tunggu sebentar panglimaku, aku ingin melihat anak ini menangis dan memohon atas kematiannya kepadaku hahahahaaha" sai Yung terus tertawa keras diatas penderitaan Fu Kai.


"Jika kau tidak membunuhku sekarang mungkin nanti kau yang akan terbunuh" ucap Fu kai.


"Siapa yang akan membunuhku sementara kau ada dibawahku hahaha, dan ingat satu hal Fu kai aku hanya akan mati oleh tujuh keturunan dewa, dan kau hahahahhaa kau tidak akan mungkin bisa membunuhku" ucap Sai Yung.


"Kita tidak akan tau jika belum mencobanya bukan" ucap Fu kai.


karena geram dengan Fu Kai, Sai Long bersiap menebaskan pedangnya, namun kurang beberapa saat sebelum mengenai leher Fu Kai sebuah anak panah mengenai pedang Sai Yung dan meledak membuat Sai Yung dan para bawahannya terpental kebelakang, bersamaan dengan itu Enam orang dengan pakaian bak dewa dan dewi dengan Wajah yang tampan dan juga sangat cantik berdiri didepan Fu kai yang tergeletak.


"Si siapa kaliaan" tanya Sai Yung Dengan gemetar sementara dai Ru menangkupkan tangannya, entah mengapa dia merasakan aura agung dari keenam orang itu.


"Kami adalah dewa kematian untukmu " ucap Salah seoarang pria dengan busur indah ditangannya yang tak lain adalah We Fui.


Sai Yung mengekrutkan keningnya lalu tertawa .


"Hahahaha, apakah dewa kematian kini berubah menjadi anak kecil, aku hanya bisa mati ditangan Tujuh anak dewa semenatara kalian hanya ber enah dan bukan keturunan dewa" ucap sai Yung dengan percaya diri.


"Siapa bilang mereka hanya Ber Enam apa kau melupakanku yang mulia" ucap Fu Kai yang berbicara dibelakang enam saudaranya , saudaranya membukakan jalan untuk Fu Kai terlihat semua luka ditubuh Fu Kai menghilang dan Sebuah Armor indah melekat ditubuhnya kini Fu kai benar benar terlihat seperti seorang dewa dengan tanda api dikeningnya.


Sai Yung terperangah melihat itu, bukan hanya Sai Yung bahkan Bai Long Pangeran Sio ,Dai Ru, Jendral Fan Si dan Panglima Gi Hung serta para prajurit disekitar mereka pun merasa takjub.


"Ka kalian... Ti Tidakk itu tidak mungkin da Dai Ru selamatkan aku " ucap Sai Yung dengan ketakutan.


"Maaf Saudaraku kali ini aku tidak bisa melaksanakan sumpahku kepada ayahku" ucap Dai Ru Yang terus menangkupkan Tangannya..


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2